Comscore Tracker

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona Merah

Warga pergi setelah gempa dan tsunami 2018

Palu, IDN Times - Bisu dan senyap. Begitulah penampakan Desa Tompe kini karena ditinggal penghuninya.

Desa Tompe terletak di kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kawasan ini menjadi titik utama pusat gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dan tsunami pada 28 September 2018.

Sebelum bencana mengerikan itu, Tompe merupakan desa nelayan. Saat bencana alam gempa bumi dan tsunami melanda Palu dan Donggala tahun lalu, sebagian besar desa ini sudah rata dengan tanah.

Tsunami 2018 lalu ternyata bukan kali pertama desa ini disapu ombak tsunami. Pada 1963, Tompe pernah juga dilanda tsunami. Sejak saat itu desa ini masuk dalam zona merah dan sebenarnya tak diizinkan untuk dihuni.

Hingga saat ini, setiap petang tiba dan air laut pasang, Desa ini terus tersapu air rob dengan ketinggian selutut orang dewasa.

IDN Times berkesempatan berkunjung ke desa Tompe, kabupaten Donggala pada Kamis (21/11). Begini 7 potret terbaru wilayah ini.

1. Setelah gempa itu, ombak tsunami menyapu Desa Tompe hingga sejauh 6 kilometer (km). Saat kejadian, pukul 05.48 sore kala itu, warga panik dan lari mencari tempat berlindung

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

2. Setelah bencana itu, Desa Tompe masuk dalam zona merah. Pemerintah kemudian melarang penghuni desa membangun kembali rumah-rumah mereka

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

3. Setiap petang, air laut akan naik ke kawasan ini setinggi dengkul orang dewasa sepanjang lebih kurang satu km. Tepatnya pukul 18.00 Wita, kawasan ini akan kembali terendam air

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

4. Desa Tompe semula merupakan desa nelayan. Dulunya, ada sekitar 3000 orang yang menghuni wilayah ini

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

5. Pemerintah memberi bantuan berupa kapal-kapal kecil agar warga dapat melanjutkan hidup dengan mata pencarian mereka sebagai nelayan

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

6. Galogo merupakan istilah penduduk setempat untuk menggambarkan tsunami. Sejumlah genangan bekas air rob tampak di sekitar kawasan ini

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

7. Meski sudah dilarang, sebagian warga masih tinggal di desa ini pada siang hari dan mengungsi pada malam hari. Tidak seluruh warga kebagian hunian sementara bagi para korban

7 Potret Bisu Desa Tompe di Palu yang Masuk Zona MerahKondisi Desa Tompe, Donggala, Sulawesi Tengah satu tahun pasca gempa dan tsunami yang kini tak lagi boleh dihuni (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya