Comscore Tracker

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu Tahu

Bermula aksi demonstrasi damai menolak hasil Pilpres 2019

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan pecah di beberapa titik di Jakarta Pusat sejak Selasa (21/5) hingga Kamis dini hari (23/5). Kerusuhan muncul setelah aksi unjuk rasa damai digelar di depan kantor Badan Pengawas Pemilu pada Selasa (21/5).

Dalam orasinya, massa pendemo menolak hasil rekapitulasi nasional Pemilihan Umum 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa dini hari.

Di beberapa titik, bentrok antar massa dan aparat keamanan terjadi. Aparat juga mengamankan sejumlah tersangka dalam kerusuhan tersebut. Berikut beberapa fakta tentang Kerusuhan Mei 2019 yang dihimpun IDN Times.

1. Jumlah tersangka sejauh ini 257 orang

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Axel Jo Harianja

Polda Metro Jaya menangkap 257 orang terkait aksi kerusuhan yang terjadi sepanjang 21-23 Mei 2019. Para tersangka melakukan aksinya di tiga titik berbeda, mulai dari Bawaslu, Petamburan, dan kawasan Sabang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, 72 tersangka ditangkap ketika melakukan aksi di Bawaslu. Sedangkan 156 tersangka ditangkap saat melakukan aksi di Petamburan, Jakarta Pusat, dan 29 tersangka lainnya melakukan aksi di wilayah Gambir.

2. Tersangka dan massa aksi dari luar Jakarta

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Menurut Argo, pendemo yang ditangkap bukan berasal dari Jakarta. Para tersangka sudah tiba di Masjid Sunda Kelapa untuk merencanakan kerusuhan dalam demonstrasi penolakan hasil Pemilu 2019.

"Para tersangka ini yang tadi disuruh itu berasal dari luar Jakarta dan kemudian dari Jabar, dia kemudian datang ke Sunda Kelapa untuk bertemu beberapa orang di sana, yang sedang kita gali," sebut Argo.

3. Polisi sita uang bayaran pendemo, petasan, hingga uang dolar

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Axel Jo Harianja

Masih menurut Argo Yuwono, penyidik juga menyita beberapa barang bukti dari para tersangka.

"Dari tiga TKP ini, untuk TKP Bawaslu ada barang bukti bendera hitam ada mercon atau petasan, ada beberapa handphone. Kita lakukan penyitaan," jelas Argo dalam Konferensi Pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu malam (22/5).

Untuk di Petamburan, tambah Argo, barang bukti yang disita ada celurit, busur panah, bom molotov, hingga amplop yang berisi sejumlah uang.

"Ada uang masuk dalam amplop. Di amplop ada nama-nama (beberapa tersangka). Di dalamnya ada uang antara 200-250 ribu, dan ada uang Rp5 juta untuk operasional,'' sambung Argo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, para tersangka melakukan aksinya karena disuruh oleh seseorang. Lebih lanjut, kata Argo, polisi masih mendalami siapa yang menyuruh para tersangka serta memberikan sejumlah uang dalam amplop tersebut.

Tak hanya itu, lanjut Argo, polisi turut menyita barang bukti berupa uang dolar Amerika berjumlah sekitar US$2.760 ribu. Uang tersebut kata Argo, diamankan dari massa yang melakukan aksi ricuhnya di depan gedung Bawaslu. Uang itu diduga bakal dipakai untuk operasional saat aksi berlangsung.

Baca Juga: Tetapkan 257 Tersangka Perusuh, Polisi Sita Uang Bayaran

4. Kerusuhan tersebar di 3 titik

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Kerusuhan tersebar di tiga titik. Titik pertama berada di kawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat. Kerusuhan massa berlangsung hingga malam hari di kawasan ini.

Kawasan lain yang juga menjadi titik kerusuhan adalah kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, tepatnya sepanjang jalan KS Tubun yang berdampak hingga flyover Slipi dan kawasan Tanah Abang, dan juga di kawasan Sabang, Jakarta Pusat.

5. Korban meninggal 6 orang

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Helmi Shemi

Kerusuhan yang terjadi di Jakarta menelan beberapa korban. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, ada enam korban meninggal dunia akibat kerusuhan Mei 2019.

Selain itu, ratusan orang menjadi korban luka-luka dari kerusuhan terebut. Korban dibawa ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Antara lain ke RS Tarakan, RS Pelni, RSCM, RS Mintoharjo, RS Budi Kemuliaan, dan RS Polri Kramat Jati.

6. Bawaslu jadi sasaran

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Gregorius Aryodamar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi sasaran utama massa aksi, yang mengaku melakukan aksi lantaran tidak terima dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang Pilpres 2019.

Massa melakukan aksi di depan kantor Bawaslu sejak Selasa (21/5). Aksi yang dilakukan di depan Kantor Bawaslu kerap ricuh lantaran bentrok dengan aparat keamanan.

7. Massa bakar toko di kawasan Sabang

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu TahuIDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Massa aksi yang semula berada di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat awalnya berhasil didesak mundur oleh Brimob yang dibantu Marinir hingga perempatan Jalan Sabang sekitar Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Massa kemudian bertindak anarkis dan membakar sebuah toko yang berada di perempatan jalan. Massa terus melawan gas air mata yang ditembakkan polisi dengan melempari batu dan molotof ke arah Brimob yang membuat barikade.

Baca Juga: Begini Kondisi Belasan Mobil di Kompleks Brimob yang Dibakar Massa 

8. Banyak massa aksi masih di bawah umur

8 Fakta Kerusuhan Mei 2019 yang Penting Kamu Tahu

Kerusuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5) melibatkan sejumlah anak di bawah umur. Berdasarkan pantauan IDN Times, banyak dari mereka belum mencapai usia 17 tahun.

Menurut salah satu personel dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Supriyadi, sejumlah pelaku yang ditangkap masih berusia di bawah umur. "Ya begtiu, kami lihat masih kecil-kecil," kata Supriyadi.

Baca Juga: TNI Dikerahkan Setelah Pendemo Bawaslu Bertahan di Tanah Abang

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya