Comscore Tracker

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar Aparat

Bendera merah putih dibawanya dari rumah

Jakarta, IDN Times - Lutfi Alfiandi, pemuda yang fotonya viral membawa bendera merah putih pada aksi unjuk rasa pelajar, September 2019, lalu, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1).

Lutfi disidang dengan agenda pemeriksaan terhadap terdakwa. Di hadapan majelis hakim, Lutfi menyampaikan beberapa pengakuan, termasuk soal dirinya yang sempat disiksa agar mengaku melempar aparat dengan batu.

1. Bendera yang dipegang Lutfi dibawanya dari rumah

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar AparatLutfi bersama tim kuasa hukumnya (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Dalam persidangan, Lutfi mengatakan, bendera yang dipakainya dalam demonstrasi saat itu memang dia bawa dari rumah. Bendera pertama kali dibawa Lutfi saat mengikuti demonstrasi 25 September 2019.

"Saya dapat dari rumah. Iya, saya bawa, iya punya saya," kata Lutfi menjawab pertanyaan dari majelis Hakim. "Sebagai warga negara Indonesia aja sih, jadi bawa bendera merah putih.".

2. Lutfi mengaku memang sering mengenakan celana abu-abu

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar AparatSidang Lutfi di PN Jakarta Pusat (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Dalam fotonya yang viral, tampak juga Lutfi mengenakan celana abu-abu. Lutfi menolak jika disebut mengenakan celana tersebut untuk mengelabui petugas.

Menurut pemuda kelahiran 1999 ini, sehari-hari dia biasa mengenakan celana tersebut. "Kebetulan saya pakai itu (saat demo),"kata Lutfi. Dua kali mengikuti demo, menurut Lutfi celana yang dia kenakan adalah celana yang sama.

Baca Juga: YLBHI: Lutfi Tidak Sendiri, Ada 542 Orang yang Disiksa Demi Pengakuan

3. Informasi aksi unjuk rasa diperoleh Lutfi dari media sosial

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar AparatPemuda pembawa bendera saat demo, Luthfi Alfiandi menjalani sidang perdana di PN Jakarta Pusat (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Informasi aksi demonstrasi, kata Lutfi, diperolehnya dari media sosial. Mulai dari sebaran pesan di WhatsApp hingga Instagram.

"Dapat broadcast dari media sosial tentang ajakan aksi unjuk rasa. Ada juga di Instagram ramai," kata Lutfi dalam persidangan.

Setelah mendapat informasi tersebut, Lutfi lantas janjian dengan temannya yang lain untuk bersama-sama mengikuti aksi.

4. Lutfi menceritakan soal penangkapannya

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar AparatSidang Dede Lutfi, Pembawa bendera pada demonstrasi Pelajar di ON Jakarta Pusat (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Lutfi bercerita dia dan temannya akhirnya berpencar lantaran situasi di lapangan kala itu mulai ricuh. Sebelumnya, menurut Lutfi, dia dan rekannya sempat merasakan semprotan gas air mata dari aparat.

"Ketika saya pulang, diblokade (jalanan) terus saya lawan arah. Saya ke depan Polres Jakarta Barat. Yang melawan arah itu ramai," kata Lutfi dalam persidangan.

"Saya dibawa dari motor ke Polres, masuk ke dalam," lanjut dia.

5. Lutfi mengaku mendapat siksaan fisik dari penyidik Kepolisian

Pengakuan Lutfi si Pembawa Bendera, Disiksa agar Mengaku Lempar AparatSidang ketiga kasus pemuda pembawa bendera Merah Putih, Lutfi Alfiandi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (IDN Times/Lia Hutasoit)

Kepada majelis hakim, Lutfi mengatakan sempat merasa tertekan karena pihak penyidik memaksanya untuk mengaku telah melempari petugas dengan batu saat berunjuk rasa.

Tak hanya itu, Lutfi pun menyebut dirinya dianiaya oknum penyidik saat ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam," kata Lutfi. Penyiksaan, menurut Lutfi, berhenti ketika aparat mengetahui foto Lutfi menjadi viral di media sosial.

Baca Juga: Ini Alasan Lutfi Bawa Bendera Merah Putih dari Rumah Saat Demo DPR

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya