Comscore Tracker

11 Pelajar Terduga Provokator Demo Rusuh di Jakarta Ditangkap Polisi

Polisi punya bukti tangkapan layar percakapan medsos

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 11 terduga provokator kerusuhan demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020 ditangkap Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kesebelas orang yang ditangkap, yakni FI, MM, MA, AP, FS, MAR, WH (16), MRAI (16), GAS (16), JF (17),  FN (17).

Belasan pemuda ini tergabung dalam grup aplikasi percakapan WhatsApp (WA) dan Facebook, disebut menggerakkan pelajar untuk berbuat aksi rusuh.

"Ini mereka harus membawa petasan kemudian molotov, senter, laser, kemudian ban bekas, ini beberapa hasil screenshoot (tangkapan layar) yang mereka munculkan atau mereka posting di beberapa WA ataupun Facebook," kata Nana dalam keterangannya di Polda Metro Jaya secara daring, Selasa (27/10/2020).

1. Polisi sebut 11 orang itu punya peran berbeda

11 Pelajar Terduga Provokator Demo Rusuh di Jakarta Ditangkap PolisiPeserta aksi unjuk rasa mengibarkan Bendera Merah Putih di atas Patung Kuda Arjuna Wiwaha saat aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law, di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (20/10/2020) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Mereka yang ditangkap, jelas Nana, memiliki peran masing-masing. Ada pembuat konten hasutan atau provokasi hingga admin yang mengurus distribusi konten dan membagikannya, bahkan anggota grup juga turut ditangkap.

Dalam kesempatan ini Nana menunjukkan beberapa tangkapan layar dari unggahan para provokator ini. 

"Kawan-kawan Ogut jangan lupa bawa oli supaya polisinya jatuh, ini (sembari menunjukkan gambar)," ujar Nana mengutip pembicaraan dalam grup tersebut.

Baca Juga: Aksi di Polrestabes Makassar, Demonstran Tuntut Rekannya Dibebaskan

2. Polisi dalami motif provokasi aksi rusuh

11 Pelajar Terduga Provokator Demo Rusuh di Jakarta Ditangkap PolisiPengunjuk rasa membentangkan poster saat unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020) (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Nana menjelaskan bahwa hingga saat ini polisi masih mendalami motif mereka melakukan aksi demo dengan kerusuhan. Dia juga mengatakan bahwa para tersangka masih berstatus sebagai pelajar yang berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Para pelaku adalah mayoritas semuanya adalah anak-anak pelajar," ujar dia.

3. Dijerat UU ITE

11 Pelajar Terduga Provokator Demo Rusuh di Jakarta Ditangkap PolisiIlustrasi penangkapan (IDN Times/Mardya Shakti)

Lebih jauh Nana menjelaskan, dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah alat bantu komunikasi seperti ponsel, laptop serta tangkapan layar percakapan grup yang digerakkan untuk melakukan kerusuhan saat demo. Mereka terancam hukuman tujuh tahun penjara.

"Anak-anak yang melakukan perbuatan yang ancaman 7 tahun bisa dipidana. Tapi dengan aturan khusus tentang anak," ujar Nana.

Karena mereka masuk kategori anak berhadapan dengan hukum, maka dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Serta pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun. Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dihukum dengan hukuman penjara maksimal tiga tahun. Pasal 160, 55 dan 56 KUHP.

Baca Juga: 11 Orang Tersangka Terkait Demo Rusuh di Pettarani Makassar

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya