Comscore Tracker

PMI Siap Kirim 1.000 Kantong Darah untuk Palang Merah Lebanon

PMI ajak masyarakat Indonesia donor darah

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 500 hingga 1.000 kantong darah tengah disiapkan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu korban ledakan gedung tempat penyimpanan amonium nitrat Pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa, 4 Agustus 2020.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, PMI juga menerima donor darah dari masyarakat yang ingin berkontribusi membantu korban ledakan Beirut. 

1. Dalam 2 hari kedepan, PMI siapkan 1.000 kantong darah

PMI Siap Kirim 1.000 Kantong Darah untuk Palang Merah LebanonPedoman Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha pada Masa Pandemik COVID-19 (Youtube.com/BNPB Indonesia)

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Lebanon juga sudah meminta bantuan pada seluruh Palang Merah Internasional di seluruh dunia guna menyediakan darah bagi para korban ledakan. Diketahui, stok darah di Kota Beirut mengalami kekurangan.

"PMI dalam satu dua hari ini akan mengumpulkan 500 hingga 1.000 kantong darah," ujar JK, begitu Jusuf Kalla akrab disapa, dalam keterangannya pada Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Kesaksian Bek PSM Makassar yang Selamat dari Ledakan di Beirut Lebanon

2. UTD PMI di masing-masing wilayah siap melayani donor darah

PMI Siap Kirim 1.000 Kantong Darah untuk Palang Merah LebanonIlustrasi Donor Darah, Donor darah yang digelar Polres Tabanan, Jumat (17/4) (Dok.IDN Times/Istimewa)

JK mengatakan, PMI mempersilakan masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Masyarakat bisa mendatangi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di tiap provinsi di Indonesia.

Dengan demikian, PMI bisa memenuhi 500 hingga 1.000 kantong darah untuk warga Beirut, Lebanon yang menjadi korban ledakan gedung tempat penyimpanan amonium nitrat.

3. Korban ledakan dirawat di sejumlah rumah sakit di Beirut, Lebanon

PMI Siap Kirim 1.000 Kantong Darah untuk Palang Merah LebanonDampak ledakan di Beirut, Lebanon (ANTARA FOTO/Karim Sokhn/Instagram/Ksokhn + Thebikekitchenbeirut/via REUTERS)

Diberitakan sebelumnya, ledakan berskala besar mengguncang Kota Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020), kejadian ini telah melukai ribuan orang dengan total jumlah korban yang belum bisa dikonfirmasi secara keseluruhan.

Banyaknya korban terluka yang butuh perawatan medis, rumah sakit di kota tersebut kewalahan untuk menangani pasien yang terus masuk. Apalagi dengan adanya pasien pandemik COVID-19 yang sebelumnya sudah melampaui batas kamar rawat.

Mengutip dari NYTimes, Palang Merah Lebanon mengatakan setiap ambulans yang tersedia dari Lebanon Utara, Bekaa dan Lebanon Selatan dikirim ke Beirut untuk membantu pasien.

Rumah sakit begitu kewalahan sehingga terpaksa harus mengusir orang yang terluka untuk memprioritaskan korban yang lebih parah serta membutuhkan operasi

Selain itu sebagian pasien lainnya dibawa menuju rumah sakit lain di luar kota Beirut karena kapasitas yang terbatas.

Baca Juga: PM Lebanon akan Proses Hukum Pihak yang Sebabkan Ledakan di Beirut

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya