Comscore Tracker

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas

Korban dua kali mendapat obat kedaluwarsa

Jakarta, IDN Times - Novi Sri Wahyuni tak menduga 38 butir vitamin yang dikonsumsinya sudah kedaluwarsa. Obat-obatan itu dua kali diberikan oleh pihak Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara kepada perempuan yang tengah hamil itu.

Akibat obat kedaluwarsa itu, Novi mengalamai sakit perut luar biasa, mual, dan muntah-muntah.

Kepada IDN Times, Senin (26/8), Novi menceritakan bagaimana kondisi dan kronologinya sampai ia bisa mengonsumi obat kedaluwarsa.

Baca Juga: Polres Jakarta Utara Kerahkan Intelijen Sisir Kasus Obat Kedaluwarsa

1. Pihak Puskesmas Kamal Muara selalu mencoret tanggal kedaluwarsa obat-obatan itu

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari PuskesmasIDN Times/Lia Hutasoit

Kata Novi, kejangggalan mulai terasa saat memperhatikan obat yang diterimanya dari Puskesmas, selalu ada coretan spidol pada angka yang menunjukkan tanggal obat. 

"Saya penasaran, kok dari bulan lalu ini ada spidolnya terus, ini kayanya nutupin sesuatu deh, akhirnya saya cek oh ternyata nutupin tanggal kedaluwarsa," ujar Novi di kediamannya di Penjaringan, Jakarta Utara.

Setelah menemukan kejanggalan itu, Novi akhirnya membuat aduan ke bidan Puskesmas, yang kemudian direspons pihak Puskesmas dengan meminta bungkus obat yang diberikan oleh apoteker.

2. Apoteker Puskesmas menelepon Novi dan meminta maaf

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari PuskesmasIDN Times / Shemi

Setelah melakukan pengaduan, akhirnya pihak apoteker menghubungi Novi dan meminta maaf terkait obat yang diberikan kepadanya.

"Pihak apoteker WA ke saya, kalau saya dapat obat kedaluwarsa April 2019. Dia telepon minta maaf, 'maaf mbak anu kami lalai, kami minta maaf, memang obat yang sudah ada coretan spidol biru itu obat yang harus dimusnahkan'," kata Novi  menirukan suara apoteker yang menghubunginya.

3. Puskesmas minta damai dan merujuk Novi ke Rumah Sakit BUN

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari PuskesmasIDN Times/Lia Hutasoit

Setelah dihubungi oleh apoteker Puskesmas, Novi akhirnya ditawari obat pengganti yang baru.

Di saat Novi dan keluarganya menyayangkan kejadian ini, Puskesmas menyarankan untuk damai secara kekeluargaan dan memberi rujukan ke Rumah Sakit BUN. Bahkan kepala Puskesmas meminta hitam di atas putih, sebagai bentuk selesainya tanggung jawab Puskesmas atas kejadian tersebut.

4. Pihak keluarga Novi menuntut tanggung jawab hingga persalinan

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari PuskesmasANTARA FOTO/Jojon

Tapi Novi dan suami menolak perjanjian tersebut. Mereka meminta agar Puskesmas bertanggung jawab hingga proses persalinan.

Tapi, Puskesmas menolak permohonan itu hingga Novi dan sang suami mengambil upaya jalur hukum , dan dibantu oleh kuasa hukum mereka yakni Pius Situmorang, ke Polsek Penjaringan pada jumat (16/8). Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP 940/K VIII/2019/SEK PENJ.

5. Puskesmas meminta Novi mencabut laporannya

Kronologi Ibu Hamil Konsumsi 38 Butir Obat Kedaluwarsa dari PuskesmasIDN Times/Sunariyah

Atas kejadian itu, pihak Puskesmas terus berusaha meminta Novi untuk tidak melanjutkan perkara ini, dan meminta Novi mencabut laporannya. 

Memang akhirnya Novi menerima permintaan damai, tapi menurut kuasa hukumnya, tindak pidana umum tidak bisa dicabut.

"Memang damai, tapi proses hukum masih tetap berlangsung," Ujar Novi.

Baca Juga: Apakah Aman Meminum Obat Kedaluwarsa?

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You