Comscore Tracker

Sederat Fakta Kasus Pelajar di Malang Membunuh Begal

ZA mengaku dalam kondisi terancam

Jakarta, IDN Times - Pelajar berinisial ZA, diduga membunuh seorang begal di Malang, Jawa Timur. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu pun didakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 tentang pembunuhan dan subsider Pasal 351 Ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Namun, bukan tanpa alasan ZA menghilangkan nyawa begal. Selain berusaha mempertahankan diri dari serangan begal, ZA juga membela teman wanitanya. Kasus ini pun menjadi sorotan lantaran banyak pihak menilai dakwaan terhadap ZA terlalu berlebihan.

Nah, berikut fakta-fakta seputar kasus ini:

1. ZA membunuh begal di Malang pada September 2019

Sederat Fakta Kasus Pelajar di Malang Membunuh BegalKasus pelajar bunuh begal sudah sampai persidangan ke empat. IDN Times/ Alfi Ramadana

Lokasi peristiwa pembunuhan terjadi di sebuah area tebu di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, JawaTimur pada Minggu, 8 September 2019. 

Saat itu ZA sedang mengendarai sepeda motor bersama perempuannya. Kemudian muncul dua orang pria yang langsung menghentikan laju sepeda motor ZA.

2. ZA membela diri lantaran dua orang tak dikenal tersebut mengancam akan memperkosa teman perempuannya

Sederat Fakta Kasus Pelajar di Malang Membunuh BegalKompasiana

Dua orang pria tersebut diduga kawanan begal. Mereka meminta ZA menyerahkan motor dan telepon seluler miliknya dan teman perempuannya. Selain itu dua pria terduga begal tersebut juga mengancam akan memperkosa teman perempuan ZA. ZA sontak naik pitam.

3. Dalam kondisi terancam, ZA menusuk salah seorang begal

Sederat Fakta Kasus Pelajar di Malang Membunuh Begal(Ilustrasi) IDN Times/Sukma Shakti

ZA langsung mengambil pisau dari jok motornya dan menusukkannya ke salah satu begal yang mengancam akan memperkosa teman perempuan ZA.

Pelaku lain kemudian kabur. Namun pelaku yang ditusuk ZA ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tak bernyawa. Pria tersebut kemudian diketahui bernama Misnan, 35 tahun.

4. Hukuman seumur hidup untuk ZA dibantah oleh Jaksa

Sederat Fakta Kasus Pelajar di Malang Membunuh BegalKepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Sabrani Binzar di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Dakwaan seumur hidup terhadap ZA, dibantah oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Sabrani Binzar, menjelaskan bahwa ZA diproses menggunakan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Maka dari itu dakwaan seumur hidup dipastikan tidak ada.

"Kami pastikan tidak ada dakwaan seumur hidup. Karena anak yang berhadapan dengan hukum ini diproses melalui sistem peradilan anak," ujar Sabrani di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, seperti dikutip dari Antara, Senin (20/1).

Baca Juga: Pelajar Bunuh Begal, Jaksa Tuntut Setahun Dibina di Lembaga Sosial

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya