Comscore Tracker

May Day, Organisasi Buruh Akan Gelar Aksi Tolak Omnibus Law

Aksi dilakukan secara virtual melalui media sosial

Jakarta, IDN Times - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan tetap merayakan May Day di tengah wabah virus corona atau COVID-19. Hal itu diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Aksi buruh tersebut, kata Iqbal, digelar melalui kampanye di media sosial dengan menyuarakan tiga isu, antara lain, tolak Omnibus Law, stop PHK, serta liburkan buruh dengan upah dan THR 100 persen.

“KSPI juga akan melakukan pemasangan spanduk di perusahaan dan tempat-tempat strategis terkait dengan tiga isu di atas. Termasuk, seruan dan ajakan agar masyarakat bersama-sama memerangi COVID-19,” kata Iqbal saat dihubungi, Kamis (30/4).

1. KSPI minta Presiden mengeluarkan klaster Ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja

May Day, Organisasi Buruh Akan Gelar Aksi Tolak Omnibus LawIlustrasi (IDN Times/Bagus F)

Meskipun mengapresiasi langkah Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan, KSPI tetap menyuarakan penolakan Omnibus Law dalam perayaan May Day.

“Langkah berikutnya, kami memohon presiden men-drop klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja,” ujar Iqbal.

Setelah itu, Iqbal melanjutkan, dibuat draf baru klaster ketenagakerjaan yang melibatkan semua pemangku kepentingan, yaitu membentuk tim perumus draf baru klaster ketenagakerjaan. Tim ini terdiri dari serikat pekerja, organisasi pengusaha, dan pemerintah dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres).

May Day, Organisasi Buruh Akan Gelar Aksi Tolak Omnibus Law(IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Jelang May Day, Ribuan Buruh Bakal Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law

2. Perusahaan yang PHK karyawannya harus diaudit

May Day, Organisasi Buruh Akan Gelar Aksi Tolak Omnibus LawIlustrasi (ANTARA FOTO)

Buruh juga menyuarakan agar tidak ada PHK di massa pandemi virus corona. Oleh karena itu, KSPI mendesak agar pemerintah melakukan langkah pencegahan pemutusan kerja.

“Perusahaan yang melakukan PHK harus diaudit oleh akuntan publik. Untuk melihat apakah benar-benar rugi atau menjadikan alasan pandemi untuk memecat buruh,” kata Iqbal.

3. Pembagian APD medis penanganan COVID-19

May Day, Organisasi Buruh Akan Gelar Aksi Tolak Omnibus LawPetugas dengan menggunakan APD lengkap sedang mengangkat peti jenazah seorang PDP COVID-19 yang hendak dimakamkan di TPU Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (29/4). Dok.Diskominfo Pemkot Madiun

Selain itu, MPBI yang terdiri dari aliansi buruh yakni KSPSI, KSPI, dan KSBSI akan memperingati May Day dalam bentuk bakti sosial berupa bagi-bagi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis lengkap ke rumah sakit dan klinik.

Penyerahan APD ini akan dilakukan pada 1 Mei 2020. Di antaranya di rumah sakit di Tangerang, Banten, yang akan dipimpin Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, rumah sakit di Bekasi dipimpin Presiden KSPI Said Iqbal, dan rumah sakit di Jakarta akan dipimpin Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.

https://www.youtube.com/embed/cAOQYflb05U

Baca Juga: Buruh di Makassar Ancam Mogok Jika Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya