Comscore Tracker

Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal, Ada Artis Jadi Korban

Beberapa korban mengalami pembengkakan di bagian bibir

Jakarta, IDN Times - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan, pihaknya membongkar praktik dokter dan klinik kecantikan ilegal di TB Simatupang, Jakarta Timur pada 14 Februari 2021 lalu.

Yusri mengatakan, polisi telah menangkap SW pemilik klinik Zevmine Skin Care. “Tapi praktiknya selama empat tahun ini bukan hanya saja dalam ruko tersebut, tapi juga melalui panggilan bahkan mendatangi bukan cuma di Jakarta saja, sampai ke Aceh. Tapi lebih sering di daerah Jawa Barat, Bandung,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 Februari 2021.

Lalu bagaimana Zevmine Skin Care mencari calon konsumennya, dan berapa keuntungannya?

1. Klinik kecantikan ilegal melakukan promosi melalui media sosial

Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal, Ada Artis Jadi KorbanKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Zevmine Skin Care melakukan promosi di media sosial instagram dan menerima pesanan dari konsumennya melalui WhatsApp. Setelah menerima calon konsumen, kata Yudri, SW langsung mendatanginya ke lokasi konsumen.

“Hampir sebagian besar konsumen mengetahui bahwa SW adalah dokter. Padahal sama sekali tidak memiliki ijazah kedokteran, dia dapat belajar karena pernah bekerja menjadi perawat, bekerja di salah satu rumah sakit sebagai perawat kecantikan,” ujar Yusri.

Baca Juga: Polisi Periksa 2 Korban Penipuan Grab Toko, Segini Kerugiannya

2. Klinik kecantikan ilegal Zevmine Skin Care melayani injeksi botok hingga tanam benang

Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal, Ada Artis Jadi KorbanIDN Times/Rully Bunga

Tindakan medis yang dilakukan di antaranya suntik injeksi botok, injeksi filler dan tanam benang. Untuk injeksi botok, SW memasang tarif Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta. Sementara tarif termahal ketika melakukan tanam benang yang dipatok harga Rp6,5 juta untuk sekali tindakan.

“Sebelum COVID-19 itu rata-rata pasien yang datang 100 orang per bulan tapi di situasi pandemik ini agak berkurang sekitar 30 orang. Harga tertinggi Rp9,5 juta dari tarifnya. Keuntungan selama 4 tahun ini masih kita hitung,” ujarnya.

3. Korban klinik kecantikan ilegal juga berasal dari kalangan artis

Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal, Ada Artis Jadi KorbanIlustrasi perawatan wajah di klinik kecantikan. freepik.com/ArthurHidden

Akibat praktik ilegal ini, dua korban melaporkan SW karena mengalami pembengkakan di payudara dan di bibir. Dari aduan tersebut, polisi melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Karena kalau kami sebutkan ada 100 pasiennya kami harapkan kalau pernah ada pasien yang ada akibat dari tindakan tersangka ini silakan lapor ke Polda Metro Jaya, karena cukup banyak pasien tersangka ini bahkan ada beberapa publik figur pernah jadi pasien yang bersangkutan,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya, SW ditangkap atas pelanggaran UU 29 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp150 juta.

4. Dinkes DKI Jakarta pastikan klinik Zevmine Skin Care ilegal

Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal, Ada Artis Jadi KorbanIlustrasi Sabun Cuci Muka (Facial Wash) (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan, Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia Putra memastikan, Zevmine Skin Care tidak terdaftar sebagai klinik atau dokter kecantikan.

“Sehingga tidak punya surat izin operasional. Sudah kita cek data di Dinkes Jaktim, penamanamn modal dan SPKD untuk perizinan. Jadi memang klinik ini tidak memiliki izin baik kliniknya maupun dokternya. Jadi bukan klinik dan juga tenaga kesehatan,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pembuat Suket Bebas COVID-19 Palsu di Makassar

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya