Comscore Tracker

Amien Rais Menanggapi Pilihan Prabowo Jadi Menteri Jokowi

Amien berniat menjadi pengkritik pemerintah

Jakarta, IDN Times - Amien Rais enggan untuk merestui pilihan Prabowo Subianto menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko "Jokowi" Widodo-Ma'ruf Amin. Meski begitu, Amin yang memegang posisi sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), juga tidak menentang keputusan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," kata Amien dilansir dari Kantor Berita Antara, Senin (28/10).

1. Amien Rais menahan diri untuk mengkritik pemerintah

Amien Rais Menanggapi Pilihan Prabowo Jadi Menteri JokowiANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sikap Amin yang cuek terhadap langkah Prabowo, bukan berarti membuatnya berhenti mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Ia mengaku untuk sementara masih menahan diri melontarkan kritik terhadap kabinet Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo jilid II atau Kabinet Indonesia Maju.

"Jadi sementara ini saya masih menahan diri, karena saya harus fair harus sportif. Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Kalau ternyata sudah enam bulan 'jebulnya' tidak bisa apa-apa nanti kita buat perhitungan," ucap Amien.

Baca Juga: Surat Amien Rais Menyebut Mayoritas Kader PAN Ingin Oposisi

2. Kabinet Indonesia Maju butuh waktu untuk merealisasikan program pro rakyat

Amien Rais Menanggapi Pilihan Prabowo Jadi Menteri JokowiIDN Times/Tunggul Kumoro

Menurut Amien, Kabinet Indonesia Maju tidak perlu buru-buru dikritik. Kabinet yang baru saja dibentuk Presiden Jokowi itu perlu diberi waktu untuk merealisasikan cita-cita yang dijanjikan enam bulan hingga satu tahun ke depan.

"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," kata dia.

3. Amien ancam ‘jewer’ pemerintah

Amien Rais Menanggapi Pilihan Prabowo Jadi Menteri JokowiANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Namun, apabila setelah batas waktu tersebut ternyata tidak kunjung menunjukkan mutu sesuai cita-cita yang dijanjikan maka perlu dikritik.

"Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya 'dijewer' kalau sampai tidak 'deliver'. Tidak 'deliver' artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," kata Amien.

Baca Juga: Pesan Amien Rais kepada PAN: Oposisi Lebih Bermartabat dan Terhormat

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya