Comscore Tracker

Ahli: Kementan Gak Berwenang Jadikan Ganja Tanaman Obat

Penetapannya harus berdasarkan riset dan alasan yang jelas

Jakarta, IDN Times - Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir menilai Kementerian Pertanian tidak berwenang menetapkan ganja sebagai tanaman obat.

Menurut Mudzakir, keputusan itu juga berlawanan dengan banyak peraturan hukum di Indonesia, terlebih jika dikeluarkan tanpa riset mendalam dan komperehensif. Dia mempertanyakan kebijakan yang sempat tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian itu.

"Urus saja pangan nasional agar terpenuhi atau mungkin bisa ekspor produk-produk (pangan) lain yang tidak dilarang," katanya seperti dilansir ANTARA, Senin (31/8/2020).

1. Kementan harus punya dasar riset dan alasan yang jelas

Ahli: Kementan Gak Berwenang Jadikan Ganja Tanaman ObatIlustrasi daun ganja (IDN Times/Arief Rahmat)

Pengamat kebijakan publik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi Soebhan menyebut masalah ganja sebagai pengobatan masih terus jadi perdebatan di Indonesia. Sebab sejauh ini belum ada pengaturan dan pengawasan yang jelas.

Di lain sisi, peraturan perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air sudah menjadikan ganja sebagai tanaman terlarang, apalagi untuk dibudidayakan.

"Polri adalah penegak hukum yang hanya berpegang pada undang-undang. Jika memang mau dilegalkan sebagai obat, harus amandemen Undang-Undang yang ranahnya politik," ujarnya.

Menurut dia, jika persoalan ini diangkat menjadi debat publik, Kementan juga harus memiliki dasar riset dan alasan yang jelas, seperti pemanfaatan ganja untuk konsumsi secara terbatas di Belanda.

Baca Juga: Mentan Yasin Limpo Tetapkan Ganja sebagai Komoditas Tanaman Obat

2. Mentan tabrak aturan dalam UU yang sebut ganja hanya untuk penelitian dan kajian iptek

Ahli: Kementan Gak Berwenang Jadikan Ganja Tanaman ObatIlustrasi daun ganja, pengedar ganja (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistyo Pudjo Harton menegaskan ganja hanya dibolehkan dengan tujuanpenelitian maupun kajian ilmu pengetahuan. Itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyatakan ganja masuk dalam golongan 1 tanaman narkotika.

Sulistyo juga menyayangkan Kementan tidak berdiskusi dengan BNN terkait persoalan itu. Padahal kata dia, BNN merupakan pemangku kepentingan terkait pencegahan, pemberantasan, peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk ganja.

"Peraturan menteri tidak boleh bertentangan dengan undang-undang di atasnya. Ini menjadi pekerjaan bagi Kementerian Pertanian," kata dia.

3. Kementan klaim ganja boleh dibudidaya asal dalam pengawasan ketat

Ahli: Kementan Gak Berwenang Jadikan Ganja Tanaman ObatIlustrasi ganja (IDN Times/Khaerul Anwar)

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menjelaskan tanaman ganja atau dengan nama latin "cannabis sativa" harus dalam pengawasan ketat dan mendapat izin, jika ingin dibudidaya sebagai tanaman obat. Prihasto mengatakan, budidaya jenis tanaman hortikultura, termasuk di dalamnya tanaman obat, telah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura.

"Menurut UU 13 Tentang Hortikultura, itu pun diperbolehkan, namun melalui satu pengawasan yang ketat dan harus ada izin-izin yang tidak boleh dilanggar," kata Prihasto.

Ada pun dalam UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, disebutkan Pasal 67 poin 1 berbunyi, "Budidaya jenis tanaman hortikultura yang merugikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang."

Kemudian, poin 2 berbunyi, "Budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin khusus dari Menteri."

Prihasto menambahkan, dalam penetapan ganja sebagai salah satu tanaman obat, telah melalui diskusi dengan berbagai pihak. "Yang pasti sudah melalui diskusi dengan berbagai pihak sebelum kita putuskan aturan-aturannya dulu," kata dia.

Perlu diketahui, ganja juga sudah ditetapkan sebagai tanaman obat sejak tahun 2006 melalui Kepmentan 511/2006 tentang Jenis Komoditi Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura.

"Itu sudah ada sejak tahun 2006 di Kepmentan 511. Komoditas ini kisarannya kita lihat ada fungsi obat-obatan, yang mungkin tidak ada di tanaman lain, ada di tanaman ini," kata Prihasto.

Baca Juga: Tuai Pro-Kontra, Mentan Cabut Aturan Penetapan Ganja Jadi Tanaman Obat

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya