Comscore Tracker

Staf Khusus Jokowi Ini Pernah Bekerja untuk Ahok

Di satu momen, Ayu hampir jadi warga Singapura loh

Jakarta, IDN Times - Presiden "Jokowi" Widodo menunjuk 12 staf khusus untuk membantunya selama lima tahun ke depan. Tujuh dari ke-12 itu berusia muda atau dari generasi millennial. 

Salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi. Dia dikenal sebagai aktivis toleransi dengan segudang prestasi. Namun siapa sangka, perempuan kelahiran Banjarmasin itu juga sempat bekerja sebagai staf Gubernur DKI Jakarta.

"Sempat jadi stafnya Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Kurang lebih selama dua tahun sejak 2015-2017, tepat sebelum Beliau (Ahok) masuk penjara," kata Ayu dalam acara Ngobrol Seru bertema Perempuan Bicara, dari Legislasi Sampai Eksekutif di IDN Media HQ, Jakarta, Senin (25/11).

Baca Juga: Kenalkan Nih Ayu Kartika! Stafsus Presiden yang Perjuangkan Toleransi

1. Kala membantu Ahok yang kala itu menjabat Gubernur DKI, Ayu mengurusi urban planning

Staf Khusus Jokowi Ini Pernah Bekerja untuk AhokAnggota Fraksi Golkar DPR RI Christina Aryani (kiri) dan Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ayu Kartika Dewi dalam acara Ngobrol Seru bertema Perempuan Bicara, dari Legislasi Sampai Eksekutif di IDN Media HQ, Jakarta, Senin (25/11). (IDN Times/Arief Kharisma Putra)

Sebagai mantan staf Ahok untuk mengurus Jakarta, mengemban tugas terkait urban planning, yang di dalamnya ada pekerjaan menyangkut perizinan, banjir tata ruang, hingga urusan lurah dan camat untuk membuat Key Performance Indicator (KPI).

"Selain itu semua, waktu itu saya dan tim juga urus stafnya gubernur," kata perempuan lulusan Universitas Airlangga itu.

2. Empat tahun tinggal di Singapura, Ayu hampir jadi warga negara negari singa itu

Staf Khusus Jokowi Ini Pernah Bekerja untuk AhokStaf Khusus Presiden Joko Widodo, Ayu Kartika Dewi dalam acara Ngobrol Seru bertema Perempuan Bicara, dari Legislasi Sampai Eksekutif di IDN Media HQ, Jakarta, Senin (25/11). (IDN Times/Arief Kharisma Putra)

Sebelum berkiprah di Tanah Air, Ayu pernah bekerja di salah satu perusahaan internasional, yakni P&G di Singapura. Bahkan, pendiri Gerakan Sabang-Merauke ini sudah mengantongi status permanent resident di sana.

"Selangkah lagi jadi Warga Negara Singapura saya. Di sana hampir empat tahun, sekitar tiga tahun lebih lah. Lalu saya memilih pulang ke Indonesia karena ingin menjadi guru Sekolah Dasar (SD)," kata perempuan kelahiran Banjarmasin itu.

3. Ayu ikuti program Indonesia Mengajar. Setelah itu, dia mendirikan Pergerakan Sabang-Merauke

Staf Khusus Jokowi Ini Pernah Bekerja untuk AhokKomisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin (kiri), Anggota DPR Fraksi Golkar Christina Aryani (tengah) dan Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Ayu Kartika Dewi (kanan) dalam acara Ngobrol Seru bertema Perempuan Bicara, dari Legislasi Sampai Eksekutif di IDN Media HQ, Jakarta, Senin (25/11).. (IDN Times/Arief Kharisma Putra)

Pengabdian Ayu untuk negara dimulai, salah satunya, ketika dia mengikuti Indonesia Mengajar. Ia merupakan angkatan pertama program tersebut dan ditempatkan di Maluku Utara.

Setahun berselang ia ke Merauke dan mendirikan Pergerakan Sabang-Merauke. Ini merupakan program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan semangat toleransi.

Dalam program ini, anak-anak akan tinggal dengan keluarga yang berbeda dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda. Setelah kembali ke daerahnya, mereka akan menjadi duta perdamaian di daerah masing-masing.

Baca Juga: Ayu Kartika Tak Peduli Disebut Jadi Stafsus Jokowi karena Privilege

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya