Comscore Tracker

Nama Buzzer Tercoreng dan Jelek Gara-gara Kepeleset

Bayaran buzzer untuk politik diakui tinggi dan menggiurkan

Jakarta, IDN Times - Selepas Pemilihan Presiden 2019, buzzer menjadi salah satu topik pembahasan, baik di tengah masyarakat maupun di media massa. Bayaran tinggi serta tindak-tanduk mereka di panggung politik, membuat para buzzer jadi sorotan.

Penemu aplikasi Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkap, bayaran untuk buzzer politik memang menggiurkan. Bayaran itulah yang menjadi salah satu daya tarik bagi buzzer yang awalnya bersifat netral.

"Pendapatan dari politik itu besar," kata Ismail dalam program Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema Siapa yang Bermain Buzzer? Selasa (8/10) malam.

Baca Juga: Sejak Kapan Buzzer Dinilai Negatif, Benarkah Serupa dengan Influencer?

1. Pada periode 2009-2010, banyak anak muda yang bangga menjadi buzzer

Nama Buzzer Tercoreng dan Jelek Gara-gara KepelesetIDN Times/Arief Rahmat

Fahmi menjelaskan, sifat dasar buzzer netral dan tidak berpihak. Terlebih pada 2009-2010, banyak anak muda yang bangga menjadi buzzer.

"Mereka punya follower 5.000 sudah masuk database buzzer. Mereka dicari untuk memperkenalkan produk perusahaan," kata dia.

2. Arah buzzer berubah karena kontestasi politik

Nama Buzzer Tercoreng dan Jelek Gara-gara KepelesetANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Lalu buzzer berubah pada 2012 hingga saat ini. Fahmi menilai kontestasi politik mengubah buzzer yang tertarik memilih politik, karena tawaran bayaran yang  menggiurkan.

"Itu terkonfirmasi juga waktu itu ada penelitian yang menghadirkan pencipta konten dengan hoaks yang sifatnya kesehatan. Tapi hoaks yang sifatnya politik itu biayanya lebih besar," kata dia.

Baca Juga: Blak-blakan Buzzer Politik, dari Bayaran Hingga Cara Kerja

3. Buzzer jadi jelek belakangan ini karena kepeleset

Nama Buzzer Tercoreng dan Jelek Gara-gara KepelesetIDN Times/Arief Rahmat

Fahmi menjelaskan semua pihak menggunakan buzzer sekarang ini. Masalah terjadi belakangan ini yang membuat status buzzer tercoreng, akibat masyarakat menemukan fakta sebenarnya dari informasi yang disampaikan buzzer keliru.

"Yang jadi masalah ada buzzer kepeleset. Saya gak tahu apa informasi itu benar atau gak. Itu pola yang disampaikan dan saya bilang isu yang disampaikan benar atau tidak. Namun ada masyarakat yang melihat itu gak bener dan itu buat citra buzzer jadi jelek," kata dia.

Baca Juga: Menelisik Jalan Buzzer Politik

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You