Comscore Tracker

Profil Amran Hanis, Alumnus Unhas Kuasa Hukum Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap

Jakarta, IDN Times - Amran Hanis ditunjuk oleh pihak keluarga Nurdin Abdullah sebagai kuasa hukum yang akan mendampingi Gubernur Sulsel itu, menghadapi proses hukum setelah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi. 

"Bapak Arman Hanis yang ke depannya akan lebih banyak menyampaikan keterangan terkait proses hukum Nurdin Abdullah," ujar juru bicara Nurdin, Veronica Moniaga kepada IDN Times, Senin (1/3/2021).

Lalu, siapa Amran Hanis? Berikut profil singkatnya.

1. Arman Hanis merupakan alumnus Universitas Hasanuddin Makassar

Profil Amran Hanis, Alumnus Unhas Kuasa Hukum Nurdin AbdullahArman Hanis (hanisadvocates.com)

Amran Hanis kelahiran Makassar tahun 1973. Dia merupakan Sarjana Hukum dari Universitas Hassanudin. Setelah lulus pada 1998, ia mendapat gelar advokat setahun setelahnya.

Kemudian, ia melanjutkan karier sebagai kurator dan pengurus yang terdaftar sebagai pengurus dan kurator di Departemen Hukum dan HAM pada tahun 2008.

Baca Juga: Amran Hanis Ditunjuk Jadi Kuasa Hukum Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

2. Sederet kasus yang pernah ditangani Amran Hanis

Profil Amran Hanis, Alumnus Unhas Kuasa Hukum Nurdin AbdullahArman Hanis (Instagram.com/hanisadvocate)

Amran mendirikan Hanis & Hanis Advocate pada 2004. Hingga saat ini, beragam klien sudah ia tangani seperti PT Coca Cola Distribution Indonesia, PT Magnum Consolidators Indonesia, PT Ancol Indonesia, Kuasa Hukum Pemohon Pailit, hingga PT Dian Semangat Insan (dalam kasus PT Tae Hwa Indonesia). 

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai dewan kehormatan AKPI dan juga Ketua DPC Peradi.

3. KPK menetapkan Nurdin Abdullah dan dua orang lainnya sebagai tersangka

Profil Amran Hanis, Alumnus Unhas Kuasa Hukum Nurdin AbdullahPetugas KPK menunjukkan barang bukti kasus korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan lima orang lainnya pada Minggu (28/2/2021) (IDN Times/Aryodamar)

KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng itu diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan Edy Rahmat yang diduga sebagai perantara suap, dan Agung Sucipto selaku kontraktor yang memberi suap.

Baca Juga: Dewan Juri BACHA Menilai Nurdin Abdullah Merusak Semangat Antikorupsi

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya