Comscore Tracker

KPK Sita Barang Bukti Sejumlah Uang dari Rumah Nurdin Abdullah

Rumah dinas Sekretaris Dinas PUTR Sulsel juga digeledah

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti terkait kasus dugaan suap proyek insfrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah.

Barang bukti disita KPK saat melakukan penggeledahan di rumah Nurdin Abdullah pada Senin kemarin, dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel di Kota Makassar, Selasa (2/3/2021).

"Ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan juga sejumlah uang tunai," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa.

1. Rumah dinas gubernur dan sekretaris Dinas PUTR Sulsel digeledah KPK

KPK Sita Barang Bukti Sejumlah Uang dari Rumah Nurdin AbdullahKompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/2/2021) (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Ali mengatakan, sebelumnya penyidik KPK telah menggeledah rumah dinas gubernur dan rumah dinas Sekretaris Dinas PUTR Sulsel. Dari dua tempat tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen dan uang tunai sebagai barang bukti.

"Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK," ujar Ali.

"Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," tambahnya.

Baca Juga: Usai OTT, Penyidik KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel

2. KPK menetapkan Nurdin dan dua orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap

KPK Sita Barang Bukti Sejumlah Uang dari Rumah Nurdin AbdullahKonferensi pers kasus korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya pada Minggu (28/2/2021) (IDN Times/Aryodamar)

KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng itu diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan Edy Rahmat yang diduga sebagai perantara suap, dan Agung Sucipto selaku kontraktor yang memberi suap.

3. Gubernur Nurdin membantah telah menerima duit suap

KPK Sita Barang Bukti Sejumlah Uang dari Rumah Nurdin AbdullahGubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Nurdin Abdullah membantah telah menerima gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Meski demikian, ia ikhlas menjalani proses hukum dan meminta maaf pada masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga: ICW Desak KPK Telusuri Aliran Uang Suap Nurdin Abdullah

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya