Comscore Tracker

Dewan Juri BACHA Menilai Nurdin Abdullah Merusak Semangat Antikorupsi

Penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award bisa dicabut

Jakarta, IDN Times - Penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award (BACHA) yang pernah diraih Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, jadi polemik setelah dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

Anggota Dewan Juri BHACA tahun 2017, Zainal Mochtar, meminta penghargaan untuk Nurdin dicabut.

"(Penghargaan untuk Nurdin Abdullah) sangat perlu untuk ditarik. Tetapi, penarikan itu bukan oleh kami karena saya adalah dewan juri. Penarikan itu oleh Pengurus BHACA. Saya yakin mereka akan ambil langkah sesegera mungkin," kata Zainal, Senin (1/3/2021).

1. Dewan juri minta penghargaan untuk Nurdin dicabut

Dewan Juri BACHA Menilai Nurdin Abdullah Merusak Semangat AntikorupsiIDN Times/Margith Juita Damanik

Anggota dewan juri lainnya, Bivitri Susanti menjelaskan bahwa dalam memberikan penghargaan bagi Nurdin dulu dilakukan dalam proses yang panjang. Sehingga, ia yakin Perkumpulan BHACA juga akan melakukan hal serupa sebelum mencabutnya.

"Kalau dari Dewan Juri, ada usul penarikan, tetapi pada akhirnya nanti keputusan diambil oleh pengurus perkumpulan BHACA," jelasnya.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Pernah Dikaitkan dengan Agung Sucipto di Sidang Angket

2. Kasus dugaan suap yang menjerat Nurdin Abdullah merusak semangat antikorupsi

Dewan Juri BACHA Menilai Nurdin Abdullah Merusak Semangat AntikorupsiKPK mengamankan Nurdin Abdullah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama lima orang lainnya dengan barang bukti sebuah koper berisi uang (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Bivitri mengatakan, usul pencabutan penghargaan untuk Nurdin Abdullah bukan karena sosok individunya. Namun, karena tindakan dugaan terlibat suap yang merusak semangat antikorupsi.

"Kalau memang ia melakukan apapun yang sudah merusak semangat antikorupsi yang didorong Bung Hatta, maka sudah sepatutnya ditarik," jelasnya.

3. KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka

Dewan Juri BACHA Menilai Nurdin Abdullah Merusak Semangat AntikorupsiKonferensi pers kasus korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya pada Minggu (28/2/2021) (IDN Times/Aryodamar)

KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng itu diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan Edy Rahmat yang diduga sebagai perantara suap, dan Agung Sucipto selaku kontraktor yang memberi suap.

 

Baca Juga: ICW Desak KPK Usut Peran Nurdin di Proyek Tambang Pasir Laut Makassar

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya