Comscore Tracker

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab

Rizieq dinyatakan terbukti bersalah sesuai dakwaan

Jakarta, IDN Times - Rizieq Shihab divonis empat tahun penjara terkait perkara penyebaran berita bohong hasil tes swab PCR COVID-19 di Rumah Sakit UMMI, Bogor, Jawa Barat.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dipimpin Khadwanto menyatakan Rizieq tebrukti bersalah atas tindak pidana turut serta menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu selama empat tahun," ujar Khadwanto pada sidang, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga: Bertemu 2 Jam, Ini Kesepakatan Bima Arya dan Simpatisan Rizieq Shihab

1. Vonis lebih rendah dari tuntutan jaksa

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab(Ilustrasi majelis hakim) IDN Times/Sukma Shakti

Rizieq Shihab dianggap  terbukti bersalah dan secara sah melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya, Pendiri Front Pembela Islam itu dituntut enam tahun penjara. Dalam pertimbangan tuntutan, JPU mengatakan bahwa hal yang memberatkan tuntutan ini adalah bahwa Rizieq pernah dihukum penjara. Dia pernah dipenjara dua kali pada 2003 dan 2008.

Rizieq juga dinilai tidak mendukung upaya penanggulangan pemerintah melawan COVID-19 dan tidak sopan dalam persidangan.

2. Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara di Kasus Tes SwabPemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Sebagai informasi, Rizieq Shihab didakwa menyebarkan berita bohong tentang kondisinya. Ia bersama Hanif dan Andi didakwa dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Video berjudul testimoni RS Ummi yang menyatakan 'Alhamdulillah saya sehat walafiat', padahal hal itu tidak sesuai dengan fakta. Faktanya terdakwa terpapar COVID sehingga menjalani perawatan di RS. Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab menanyakan RS Ummi apakah RS rujukan COVID-19 atau tidak, berdasarkan fakta persidangan dihubungkan alat bukti yang sah, maka unsur menyiarkan berita bohong telah terbukti secara sah dan meyakinkan," kata Jaksa.

3. Rizieq ajukan banding

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara di Kasus Tes SwabFoto ilustrasi. Peserta reuni 212 membawa bendera besar dengan wajah Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Rizieq Shihab tak terima dengan vonis empat tahun yang dijatuhkan hakim. Ia pun menyatakan banding terhadap vonis itu.

Ada beberapa hal yang membuatnya menyatakan banding. Pertama, keterangan saksi ahli forensik dari tim jaksa penuntut umum (JPU) yang pada persidangannya sebelumnya sempat ditolak kehadirannya oleh Rizieq.

Kedua, ia keberatan karena hakim tak menggunakan hasil otentik di dalam penerapan Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946.

"Dengan dua alasan tadi, saya menolak dan menyatakan banding," ujar Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab yang diwakili Sugito Atmo Prawiro menyatakan, mereka siap mengajukan banding seperti kliennya. Mereka tak terima dengan putusan majelis hakim terhadap Rizieq.

"Kami dari penasihat hukum juga akan menyatakan banding atas putusan tersebut," kata Sugito.

Baca Juga: Rizieq Bandingkan Kasusnya dengan Koruptor, Ahok, dan Novel Baswedan

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya