Comscore Tracker

Riset: 64 Persen Masyarakat Tidak Tahu Isu Kebangkitan PKI

Cuma sedikit yang setuju adanya kebangkitan PKI

Jakarta, IDN Times - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis data riset teranyar mengenai isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut hasil survei, 64 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui soal isu itu.

Isu kebangkitan PKI kerap jadi pembahasan di masyarakat, terutama jelang 30 September. Tapi Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, survei menunjukkan bahwa hanya hanya 36 persen responden yang tahu soal isu tersebut. Sisanya tidak tahu atau tidak pernah mendengarkan.

"Dari yang tahu, sekitar 38,7 persen (14 persen dari populasi) setuju dengan pendapat tersebut, 60,6 persen (22 persen dari populasi) tidak setuju dengan kebangkitan PKI," ujar Sirojudin dikutip dari ANTARA, Kamis (1/10/2020).

1. Sangat sedikit masyarakat yang setuju dengan adanya kebangkitan PKI

Riset: 64 Persen Masyarakat Tidak Tahu Isu Kebangkitan PKIMassa Gerakan Umat Islam Antikomunis (Gamis) saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/7/2020). Istimewa

SRMC menggelar survei pada 23-26 September 3030 untuk melihat bagaimana warga menilai perdebatan publik tentang isu kebangkitan PKI. Survei juga ingin mengetahui seberapa banyak orang yang tahu maupun setuju dengan isu itu.

Survei digelar terhadap  1.203 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tingkat kesalahan atau margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sirojudin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebangkitan PKI. Sebab masyarakat yang mengetahui maupun setuju dengan isu itu jumlahnya sangat kecil.

"Warga yang setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI tidak terlalu banyak dan tetap dari waktu ke waktu," ujarnya.

Baca Juga: Laporan CIA: Ada 8 Jenderal yang Jadi Target G30S/PKI

2. Warga yang percaya soal kebangkitan PKI tidak berubah jumlahnya sejak 2016

Riset: 64 Persen Masyarakat Tidak Tahu Isu Kebangkitan PKISurvei SMRC soal kebangkitan PKI di Indonesia (Dok.SMRC)

Sirojudin menuturkan, tren warga yang setuju saat ini terjadi kebangkitan PKI berada di angka 10-16 persen. Tren itu dilihat dari Juni 2016-September 2020. Tren tertinggi pada Mei 2018, terendah di bulan November 2016 dan Maret 2020 sekitar 10 persen.
 
"Secara umum memang kita melihat warga Indonesia yang setuju dengan pendapat Indonesia tengah terjadi kebangkitan PKI itu tidak banyak berubah dari 2016 kisarannya 10-16 persen," tuturnya.

3. Warga yang percaya adanya kebangkitan PKI menilai hal itu sebagai ancaman

Riset: 64 Persen Masyarakat Tidak Tahu Isu Kebangkitan PKISurvei SMRC soal kebangkitan PKI di Indonesia (Dok.SMRC)

Sementara saat ini, di bulan September 2020, warga yang setuju sedang terjadi kebangkitan PKI itu di kisaran 14 persen. Dari 14 persen populasi Indonesia, menurut Sirojudin, 79 persen mengatakan kebangkitan PKI sudah cukup serius mengancam bagi negara.
 
"Artinya 79 persen dari 14 persen populasi (atau 11 persennya) setuju kebangkitan PKI menjadi ancaman. Dari 11 persen itu, sekitar 69 persen menyatakan pemerintah tidak tegas atas ancaman kebangkitan PKI tersebut," katanya pula.
 

Baca Juga: Anak DN Aidit: Perlu Rekonsiliasi untuk Meredam Isu Kebangkitan PKI

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya