Comscore Tracker

Klarifikasi Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang yang Kontroversial

Menag khawatir cadar jadi ukuran ketakwaan umat

Jakarta, IDN Times - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal penggunaan cadar dan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Menag pun mengklarifikasi ihwal pernyataannya itu. 

Menag menjelaskan alasan di balik pernyataannya itu saat rapat kerja perdana dengan Komisi VIII DPR. Mayoritas mempertanyakan maksud dan tujuan larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang tersebut.

1. Menag mengaku tidak melarang, namun khawatir cadar jadi ukuran ketakwaan umat

Klarifikasi Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang yang KontroversialIDN Times/Sukma Shakti

Fachrul mengaku, tidak melarang penggunaan cadar. Hanya saja dia khawatir,  hal tersebut dianggap sebagai tolok ukur tingkat ketakwaan seseorang.

“Kami ingin cadar ini tidak boleh berkembang dengan alasan takwa. Kami khawatir ini berkembang dengan alasan ini ukuran ketakwaan umat. Oleh sebab itu, kami katakan bahwa cadar dengan ketakwaan tidak ada hubungannya,” kata Fachrul di Ruang Rapat Komisi VIII, Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Kamis (7/11).

2. Larangan pemakaian cadar dan celana cingkrang, menurut Menag, merupakan bentuk antisipasi keamanan di lingkup instansi negara

Klarifikasi Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang yang KontroversialANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Menag melanjutkan, alasan keamanan dari tindak radikalisme juga menjadi faktor penting larangan menggunakan cadar di lingkup instansi pemerintahan.

“Alasan keamanan, beberapa instansi tertentu melarang orang pakai helm masuk ke tempat dia, lalu buka helm. Atau dia buat aturan mukanya harus kelihatan kalau masuk ke tempat-tempat tertentu, itu bagaimana keputusan instansi itu demi keamanannya,” jelas Fachrul.

3. Celana cingkrang tetap boleh digunakan, namun sesuai tempatnya

Klarifikasi Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang yang Kontroversialhttps://kemenag.go.id/berita/read/511877/menag--kami-punya-misi-sama-dengan-para-kiai

Seperti penggunaan cadar, Menag juga tidak melarang umat muslim untuk memakai celana cingkrang. Namun, mantan Jenderal TNI ini menegaskan, harus digunakan sesuai pada tempatnya.

“Jadi gak pernah kita larang kok, mohon digarisbawahi, tidak pernah saya melarang memakai celana (cingkrang) itu. Apa juga kewenangan saya melarang itu,” tuturnya.

“Tapi kalau kemudian dibuat di TNI gak boleh, ASN gak boleh. Ya pasti iya dong, di sana kan punya aturannya sendiri,” Fachrul menambahkan.

4. Potensi radikalisme di Indonesia sangat kecil

Klarifikasi Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang yang KontroversialDok. IDN Times

Terkait potensi radikalisme di Indonesia, Menag menegaskan bahwa peluang tersebut sangat kecil untuk bisa terjadi. Hal ini berdasarkan analisis dan pemetaan yang dilakukan pihaknya.

Kendati demikian, masyarakat diimbau agar tetap selalu waspada terhadap bahaya radikalisme yang suatu saat dapat terjadi.

“Jadi gak usah juga kita terlalu keras mengatakan gak ada. Tapi kita juga gak mau dibilang besar, gak mau. Masa dibilang potensi radikalisme kita besar, gak, gak besar,” ujar Menag Fachrul Razi.

https://www.youtube.com/embed/BUV9-zXSzAY

Baca Juga: Fraksi PAN Minta Menag Fachrul Razi Belajar Agama Lagi

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You