Comscore Tracker

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RI

Sejak reformasi, Gedung DPR kerap jadi lokasi demonstrasi

Jakarta, IDN Times - Gedung DPR/MPR RI punya desain arsitektur yang mencolok. Dari jauh, bagian atap gedung terlihat seperti tempurung kura-kura dengan warna hijau.

Gedung tempat berkantornya para wakil rakyat ini sering jadi sasaran aksi unjuk rasa. Masih lekat di ingatan, saat gedung ini diduduki ribuan mahasiswa pada gelombang aksi reformasi di tahun 1998.

Bagimana sejarah awal pembangunan gedung DPR/MPR itu? Yuk simak fakta-faktanya berikut ini!

1. Mulai dibangun pada April 1965

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RIIDN Times/Kevin Handoko

Gedung DPR/MPR Ri mulai dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Sukarno. Bung Karno merupakan pencetus pembangunannya.

Di masa itu, Presiden Sukarno berencana membangun gedung dalam rangka menyelenggarakan Conference of the News Emerging Forces (CONEFO), wadah negara-negara kekuatan baru sebagai pesaing PBB. Anggotanya antara lain negara-negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, baik yang berpaham sosialis,  komunis, dan semua progressive forces dalam kapitalis.

Pembangunan gedung ditandai Keputusan Presiden Nomor 48 tahun 1965. Saat itu Presiden menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT) Soeprajogi untuk menerbitkan Peraturan Menteri PUT No 6/PRT/1965 tentang komando pembangunan proyek CONEFO.

Pada 19 April 1965, bertepatan dengan perayaan Dasa Warsa Konferensi Asia-Afrika, dipancangkanlah tiang pertama pembangunan proyek political venues di Kompleks Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Warganet Jual Murah Gedung DPR di E-Commerce, Polisi Diminta Bertindak

2. Gedung rampug pada tahun 1983

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RI(Ilustrasi gedung DPR) IDN Times/Kevin Handoko

Gedung DPR/MPR dirancang Soejoedi Wirjoatmodjo, yang rancangannya disahkan pada 22 Februari 1965. Awalnya dia merancang sebuah maket yang memamerkan seluruh bangunan kompleks bangunan dipandang dari Jembatan Semanggi. Setelah rancangannya disetujui, pembangunan gedung dimulai pada 8 Maret 1965.

Hingga Sukarno lengser, pembangunan gedung belum selesai. Proyek pembangunan pun dilanjutkan pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Setelah proses yang lama, pembangunan selesai pada 1 Februari 1983.

3. Gedung DPR/MPR RI terinspirasi dari burung garuda, bukan kura-kura

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RI(Ilustrasi) IDN Times/Kevin Handoko

Arsitek perancang membuat kubah berbentuk setengah lingkaran di kedua sisi kanan dan kiri gedung. Desain itu layakya kepakan burung garuda yang gagah.

Bila berada di bagian depan dan tengah dalam gedung DPR/MPR Ri ini, akan terlihat tiang-tiang penyangga gedung yang berbentuk seolah-olah menjadi kaki burung garuda. Dengan begitu, bangunan ini akan lebih terlihat seolah seperti burung garuda, bukan kura-kura.

Selain itu, pemilihan warna hijau pada gedung DPR/MPR RI ini ialah sebagai simbol dari kemakmuran dan kesuburan. Karena pada saat dibangun kala itu, Indonesia sangat kental dengan unsur agraris. Sebab itu, gedung ini diwarnai dengan warna hijau.

4. Kompleks parlemen terdiri dari lima gedung

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RISidang Paripurna ke-6 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Gedung DPR/MPR RI memiliki luas sekitar 80.000 meter persegi. Dengan bangunan yang luas, gedung wakil rakyat tersebut dibagi menjadi beberapa area. Apabila melewati Jalan Gatot Subroto, terlihat di dalam area gedung sebuah bangunan berwarna hijau dan berbentuk kubah.

Bangunan yang terlihat cukup megah itu disebut Gedung Nusantara atau Gedung Kura-kura. Di dalam gedung tersebut terdapat Ruang KK I, Ruang KK II, Ruang Rapat Komisi II dan IV, Ruang Sidang MPR RI, dan Museum DPR RI.

Selain itu, terdapat Gedung Nusantara I. Gedung ini memiliki tinggi sekitar 100 meter, dengan 24 lantai dan mengalami kemiringan tujuh derajat. Di dalam gedung tinggi tersebut, terdapat ruangan-ruangan fraksi DPR RI. Ada pula Ruang Baleg, Ruang Rapat Komisi IX dan VII di gedung itu.

Terdapat juga Gedung Nusantara II yang bersebelahan dengan Nusantara I. Sedangkan Gedung Nusantara II terdiri dari Ruang Rapat Komisi I, III, dan VIII. Ruang Sidang Paripurna DPR RI juga berada di lantai paling atas Nusantara II, yaitu di lantai tiga.

Gedung lainnya adalah Nusantara III. Gedung ini merupakan tempat para pimpinan MPR, DPR, dan juga DPD RI berkumpul. Terdapat pula press room untuk wartawan parlemen yang meliput kegiatan anggota dewan sehari-hari.

Bagian gedung lainnya adalah Gedung Nusantara IV dan V. Kedua gedung ini digunakan untuk acara-acara yang digelar MPR dan DPD RI.

Bukan hanya terdiri dari gedung-gedung megah, di kompleks Gedung DPR/MPR RI terdapat juga air mancur di halaman depan yang terlihat mewah, Gedung Sekretariat Jenderal, dan masjid di sekitar kompleks parlemen Senayan.

5. Menjadi lokasi demonstrasi mahasiswa sejak reformasi tahun 1998

Terinspirasi Garuda, 5 Fakta Menarik Gedung DPR/MPR RIANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Meski telah berumur 22 tahun, peristiwa Mei 1998 tidak pernah terlupakan. Tragedi yang menewaskan sejumlah mahasiswa tersebut terus terkenang seiring berjalannya waktu.
Gedung DPR/MPR RI yang menjadi tempat bersejarah dari reformasi 98 memiliki beberapa lokasi yang tak terlupakan. Beberapa lokasi yang pernah menjadi pusat 'penyerbuan' ribuan mahasiswa tersebut, di antaranya gerbang Gedung DPR/MPR RI, tempat parkir, dan juga air mancur di halaman depan gedung.

Gedung Kura-kura kala itu menjadi pusat berkumpulnya ribuan mahasiswa. Dengan semangat tinggi, mereka menggeruduk Gedung Kura-Kura hingga naik ke atapnya. Seketika, gedung itu dipenuhi ribuan mahasiswa.

Tak hanya itu, air mancur dan lapangan parkir juga menjadi lokasi berkumpulnya pahlawan 'reformasi 98' tersebut. Mereka bersorak-sorai, mengitari area parkir, hingga berenang di air mancur halaman depan gedung DPR/MPR.

Walau suasana saat itu begitu mencekam, mahasiswa tetap gencar melakukan demonstrasi dengan tuntutan melengserkan Presiden Soeharto bersama kroni-kroninya.

Hingga kini, gedung DPR/MPR RI masih sering dijadikan sasaran untuk aksi unjuk rasa masyarakat Indonesia. Seperti halnya aksi hari buruh, hari tani, hingga aksi tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Viral Gedung DPR Dijual, Begini Respons Tokopedia

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya