Comscore Tracker

Termasuk Sulsel, Bawaslu Ungkap 16 Provinsi Rawan di Pemilu 2019

Pemetaan ini diperbaharui agar semua pihak bisa antisipasi

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memperbaharui daftar daerah yang memiliki indeks kerawanan tinggi dalam pelaksanaan Pemilihan Umum serentak 2019.  Salah satunya, Sulawesi Selatan. 

"Kami perbaharui indeks untuk memberi peringatan atas daerah yang kami petakan rawan agar disiapkan antisipasi," kata Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam peringatan HUT ke-11 Bawaslu di Jakarta, seperti dikutip Antara, Selasa (9/4).

1. Berikut daftar 16 provinsi yang memiliki indeks kerawanan tinggi

Termasuk Sulsel, Bawaslu Ungkap 16 Provinsi Rawan di Pemilu 2019IDN Times/Reza Iqbal

Ketua Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI itu menyebutkan,  ada 16 provinsi dengan indeks kerawanan tinggi. Daerah-daerah tersebut memiliki skor di atas rata-rata 49 hingga 55 itu. 

Adapun ke-16 provinsi itu adalah:

1. Aceh

2. Sumatera Barat

3.  Kepulauan Riau

4. Jambi

5. Bengkulu

6.  Jawa Tengah

7. Banten

8. Jawa Barat

9. Yogyakarta

10. Kalimantan Utara

11. Kalimantan Timur

12.  Papua

13. Sulawesi Tengah

14. Sulawesi Selatan

15.  Nusa Tenggara Timur

16.  Sulawesi Utara.

Baca Juga: Pemilu 2019: Ribuan Pelanggaran Terjadi Selama Masa Kampanye

2. Bawaslu juga merilis kabupaten/kota dengan indeks kerawanan tinggi

Termasuk Sulsel, Bawaslu Ungkap 16 Provinsi Rawan di Pemilu 2019ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Selain tingkat provinsi, Bawaslu RI juga memetakan kabupaten/kota yang memiliki indeks kerawanan tinggi dengan nilai rata-rata 66,88 hingga 80,21.

Ada delapan kabupaten/kota di Tanah Air yang dinilai memiliki kerawanan tinggi, yakni Kabupaten Jayapura, Lembata, Mamberamo Raya, Solok, Intan Jaya, Tolakara, dan Kabupaten Nduga.

Bawaslu menyebutkan Kabupaten Jayapura memiliki kerawanan tinggi yang mencakup keempat dimensi sebagai tolok ukur dengan skor 80,21.

3. Tolok ukur indeks kerawanan pemilu

Termasuk Sulsel, Bawaslu Ungkap 16 Provinsi Rawan di Pemilu 2019IDN Times/Abdurrahman

Bawaslu mengukur indeks kerawanan di tingkat provinsi dan kabupaten itu berdasarkan empat dimensi, yakni sosial politik, penyelenggaraan pemilu bebas dan adil, kontestasi, dan dimensi partisipasi.

Adapun dimensi sosial politik di antaranya dipengaruhi orang kuat atau tokoh lokal, kekerabatan politik, mobilisasi uang, aparatur sipil negara yang tidak netral, dan mobilisasi dengan ancaman.

Kemudian penyelenggaraan pemilu di antaranya hilangnya hak pilih hingga data pemilih yang tidak akurat dan komprehensif.

Dimensi kontestasi di antaranya meliputi masih tidak adanya keterwakilan kelompok disabilitas dan perempuan dalam daftar calon legislatif.

Selain itu, dimensi partisipasi, yakni rendahnya paritisipasi dalam pengawasan dan rendahnya partisipasi kandidat peserta pemilu yang patuh aturan.

Tidak hanya itu, dimensi partisipasi juga mencakup rendahnya partisipasi kandidat untuk mengedukasi masyarakat dan akses media terhadap proses tahapan pemilu.

Baca Juga: Lengkap! Ini 13 Hal Penting tentang Pemilu 2019 yang Wajib Kamu Tahu

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya