Comscore Tracker

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30S

Ada delapan jenderal yang seharusnya diculik pada G30S

Jakarta, IDN Times - Hari ini, tepat 55 tahun lalu, enam jenderal dan satu perwira TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh. Peristiwa sejarah itu dikenal dengan nama Gerakan 30 September/PKI atau G30S/PKI.

Usai kejadian berdarah, jenazah para korban ditemukan dalam sebuah sumur tua yang sempit di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Tujuh orang korban pembunuhan kemudian diberi Pahlawan Revolusi.

Enam jenderal Angkatan Darat yang dibunuh, masing-masing Jenderal Ahmad Yani, Letjen Anumerta Suprapto, Letjen M.T. Haryono, Letjen S Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. Sedangkan satu lainnya adalah Kapten Pierre Tendean, ajudan Jenderal Besar AH Nasution yang jadi korban salah sasaran.

G30S/PKI, umum diketahui menyasar tujuh jenderal, termasuk Nasution yang berhasil meloloskan diri. Tapi sebuah laporan intelijen CIA bertajuk The President's Daily Brief pada tahun 1965 mengungkap bahwa semestinya ada delapan jenderal yang jadi sasaran penculikan saat itu.

Seorang jenderal lolos dari operasi karena sedang bertugas ke China. Siapa dia?

1. CIA ungkap nama Brigjen Ahmad Sukendro

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30SWIkipedia/Chris Woodrich

Laporan CIA yang kini sudah bisa diakses publik di situs resminya, mengungkapkan bahwa dalam rangka memberantas PKI, jenderal-jenderal Angkatan Darat aktif berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat dan masuk dalam laporan CIA.

"Jenderal Sukendro, satu-satunya yang selamat dari Brain Trust AD setelah pembunuhan 30 September, mengatakan kepada pejabat Amerika kemarin bahwa dia pikir situasi cukup baik. Dia mengakui, pertanyaan besar apakah AD bisa memberantas Komunis dengan Sukarno yang merasa keberatan," kata CIA dalam laporan tanggal 15 Oktober 1965. 

2. Ahmad Sukendro Lolos dari maut karena sedang tugas ke China

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30S(Presiden RI pertama, Soekarno) Instagram/@soekarno.legacy

Pada buku Sukarno File karya Antonie CA Dake, Sukendro disebut lolos dari maut sebab saat peristiwa G30S/PKI, dia sedang menjalankan tugas dinas di Beijing, China. Sukendro juga disebut-sebut sebagai jenderal intelijen yang dekat dengan CIA dan pejabat AS. 

Dalam laporan CIA kepada Presiden Johnson pada 20 Oktober 1965, CIA cemas Sukendro ditendang Soekarno setelah kejadian G30S/PKI sebagai bagian dari pertarungan AD dan PKI. 

"Mantan PANGAU Omar Dani yang terlibat urusan 30 September, meninggalkan Indonesia kemarin untuk kunjungan yang diperpanjang di luar negeri karena didesak AD. Untuk kompensasinya, Sukarno meminta Jenderal Sukendro mengasingkan diri. Kalau dia pergi, AD akan kehilangan otak politik terbaiknya," kata CIA. 

Baca Juga: Kala Soekarno Wafat dalam Sepi, 49 Tahun Lalu

3. Sukendro menolak mengasingkan diri

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30SIlustrasi penjara (michiganradio.org)

Laporan CIA pada 26 Oktober 1965 menyebutkan Sukendro menolak mengasingkan diri. Namun akhirnya pada 29 Oktober 1965, Soekarno berhasil memaksa Sukendro meninggalkan tanah air.  

Alasan lain kenapa nama Sukendro menghilang adalah diketahui bahwa Soeharto menjebloskannya ke penjara di awal Orde Baru. 

4. Ahmad Sukendro dikenal dekat dengan CIA

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30S(Monumen Pancasila Sakti) adhyaksadault.info

Dalam buku Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto tulisan FX Baskara Tulus Wardaya disebutkan bahwa Sukendro merupakan jenderal yang dikenal dekat dengan CIA. Lantaran ia ditugaskan belajar ke Amerika Serikat, maka kedekatan dengan CIA kemudian terjalin baik. 

Beberapa program kerja sama TNI dan CIA bahkan berhasil lewat kemampuan komunikasinya. Sampai-sampai ada anggapan pada masa itu, sosok Sukendro-lah temali utama yang menghubung Nasution dan juga Achmad Yani dengan CIA. 

Bahkan dalam salah satu versi skenario Gestok, karena kecerdasan dan lobi baiknya dengan CIA, Sukendro disebut-sebut sebagai salah satu orang yang layak dicurigai sebagai dalang. 

Baca Juga: Film G30S/PKI Ditayangkan Lagi, Jokowi Berharap Millennial Bisa Belajar Sejarah

5. Diincar PKI karena intelektual

Tugas ke China, Jenderal Ini Lolos dari Penculikan G30SSuasana Lubang Buaya sesaat penggalian dilakukan. Pohon pisang itu merupakan sebuah kamuflase untuk menyembunyikan posisi sumur (Buku "Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean/Abie Besman, 2019)

Sukendro termasuk sosok penting di tubuh militer. Namanya masuk dalam grup jenderal elit yang dekat dengan Nasution maupun Achmad Yani. 

Grup ini dikenal dengan julukan Dewan Jenderal, yang terdiri dari 25 orang. Namun motornya adalah Mayjen S Parman, Mayjen MT Haryono, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, dan Brigjen Sukendro sendiri. 

Masih dalam buku Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto, grup disebut aktif melakukan counter politik untuk menandingi dominasi PKI. Peran Sukendro yang mendominasi ini tentu saja membuat PKI geram. Bagi PKI, perwira intelektual yang satu ini adalah bahaya laten. 

Sayangnya, Sukarno meminta Sukendro menjadi anggota delegasi Indonesia untuk peringatan Hari Kelahiran Republik China pada 1 Oktober 1965, sehingga dia selamat dari penculikan berdarah itu. 

Baca Juga: "Senyap" & "Jagal": Film Tentang PKI yang Tak Diputar Seperti G30S/PKI

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau
  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya