Comscore Tracker

Vaksinasi Berbayar Dianggap Mengganggu Target Herd Immunity

Baru sedikit dosis vaksinasi gotong royong yang terpakai

Jakarta, IDN Times - Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, menyebut vaksinasi gotong royong individu atau vaksinasi berbayar memperlambat target herd immunity atau kekebalan komunitas. Menurutnya, itu berkebalikan dengan klaim pemerintah.

"Kalau kita melihat data vaksinasi gotong royong untuk level di DKI Jakarta, yang sesungguhnya yang terjadi terjadi vaksinasi inisiatif KADIN atau swasta yang disetujui, sangat jauh dari upaya percepatan" kata Elisa dalam diskusi virtual dipantau daring, Senin (12/7/2021).

1. Jumlah vaksinasi gotong royong di DKI Jakarta masih rendah

Vaksinasi Berbayar Dianggap Mengganggu Target Herd ImmunityVaksinasi di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (5/5/2021). (IDN Times/Herka Yanis).

Elisa menyebutkan, mengutip data dari Pemprov DKI Jakarta, jumlah vaksinasi gotong-royong masih jauh dibanding dengan vaksinasi yang digelar pemerintah secara gratis.Dia mencontohkan, pada 1 Juli 2021 baru 90.852 dosis I Sinopharm yang dipakai

"Di saat bersamaan, secara keseluruhan vaksinasi publik di DKI Jakarta mencapai 4.498.251," ujarnya.

Baca Juga: DPR Panggil Menkes dan Kepala BPOM Bahas Vaksin Berbayar Besok

2. Dalam 11 hari cakupan vaksinasi gotong royong hanya bertambah 15 ribu

Vaksinasi Berbayar Dianggap Mengganggu Target Herd ImmunityCalon Ketua Kadin Indonesia Asrjad Rasjid (kiri) Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras diwawancarai di Hotel Claro Makassar, Sabtu (24/4/2021). IDN Times/Asrhawi Muin

Selang 11 hari atau pada 11 Juli 2021, bertepatan saat Kimia Farma mengumumkan vaksinasi gotong royong individu atau berbayar, jumlah orang yang divaksinasi melalui program gotong royong hanya bertambah 15 ribu.

"Apanya yang percepatan, sementara vaksinasi yang digelar pemprov DKI Jakarta, TNI, atau publik di 328 sentra vaksinasi bertambah 1 juta dalam waktu yang sama. Jadi gak ada itu percepatan," Elisa menambahkan.

3. Dari 1,5 juta vaksin, baru 281 ribu dosis yang terpakai

Vaksinasi Berbayar Dianggap Mengganggu Target Herd ImmunityIlustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).

Yang mencengangkan, berdasarkan laporan Direktur Direktur Biopharma ke DPR, baru diberikan 281 ribu total dosis dari 1,5 juta vaksin yang datang. 

"Kalau 1,5 juta disebar dikasih ke seluruh provinsi, kota/kabupaten zona merah, zona oranye jangan-jangan satu hari juga habis. Bayangkan, ini katanya percepatan tapi lama pula, malah nambahin polemik," tegasnya.

Baca Juga: Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19, Pandu: Vaksin Bukan Produk Komersial

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya