Comscore Tracker

Vaksinasi COVID-19 Cuma untuk Usia 18-59, Mengapa?

Orang dengan komorbid tidak akan mendapat vaksin

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan menargetkan 9,1 juta orang di Indonesia bakal menerima vaksinasi COVID-19 pada akhir tahun 2019. Vaksinasi digelar bertahap dari November hingga Desember.

Vaksinasi berlaku untuk masyarakat umum, kecuali untuk kelompok usia tertentu. Pengecualian juga berlaku bagi orang dengan penyakit penyerta atau komorbid berat. Mengapa demikian?

Baca Juga: Ini Urutan Prioritas Pertama dapat Vaksin COVID-19 Mulai November 2020

1. Tidak semua golongan usia menerima vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19 Cuma untuk Usia 18-59, Mengapa?Presiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa (11/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, tidak semua golongan usia bisa menerima vaksinasi COVID-19. Dia menyebut ada dua kelompok usia yang dikecualikan.

"Ada kelompok usia yang dikecualikan yakni kelompok usia 0 sampai 18 tahun, 60 tahun ke atas serta orang dengan penyakit penyerta (komorbid) berat," ujar Yuri dalam diskusi daring, Senin (19/10/2020).

2. Ini alasan pengecualian vaksinasi untuk kelompok tertentu

Vaksinasi COVID-19 Cuma untuk Usia 18-59, Mengapa?(Simulasi uji klinis vaksin sinovac COVID-19 di RSUP Unpad, Kota Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Yuri menyatakan, ketentuan pengecualian bagi kelompok umur tertentu mengacu pada uji klinis fase 3 kandidat vaksin Sinovac dan Cansino. Pada uji klinis, vaksin hanya diberikan pada kelompok usia 18 sampai 59 tahun. 

“Kami tidak memiliki uji klinis pada usia 0 sampai 18 tahun, maupun usia 60 tahun ke atas dan usia dengan penyakit komorbid, sehingga belum akan diberikan vaksinasi pada kelompok tersebut," dia menjelaskan.

3. Perlu ada uji klinis pemberian vaksin untuk kelompok usia tertentu

Vaksinasi COVID-19 Cuma untuk Usia 18-59, Mengapa?(Simulasi uji klinis vaksin sinovac COVID-19 di RSUP Unpad, Kota Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Yuri menyatakan pengecualian bukan berarti mengesampingkan kelompok usia tersebut. Hanya saja, perlu ada uji klinis lebih lanjut untuk memastikan keamanan vaksin kepada mereka.

"Kita akan terus melakukan penelitian dan pengembangan. Tetapi untuk saat ini kita berikan pada kelompok usia tersebut (18-59 tahun),” kata Yuri.

4. Pemerintah membuat skema prioritas penerima vaksin pada tahap awal

Vaksinasi COVID-19 Cuma untuk Usia 18-59, Mengapa?(Simulasi uji klinis vaksin sinovac COVID-19 di RSUP Unpad, Kota Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Yuri menerangkan, pemerintah telah membuat skema siapa saja orang-orang yang diprioritaskan mendapatkan vaksin  COVID-19 pada tahap awal, akhir 2020 ini.

Kelompok pertama yang mendapat vaksin adalah tenaga kesehatan di RS rujukan yang merawat pasien COVID-19, petugas laboratorium di tempat pemeriksaan spesimen COVID-19, dan tenaga kesehatan yang melakukan contact tracing untuk menemukan kasus baru.

Kedua, petugas di public service yang menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan seperti Satpol PP, TNI, dan Polri. Kemudian, petugas pelayanan masyarakat seperti di bandara, stasiun, dan pelabuhan.

"Dari diskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, termasuk dengan WHO, para ahli dan beberapa negara lain yang sudah melakukan vaksinasi, yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, karena merekalah yang akan lebih berisiko, dan sangat berisiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh COVID-19," ujar Yuri.

Baca Juga: Jokowi: Komunikasi soal Vaksin Jangan Sampai Dipelintir, Nanti Demo

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya