Comscore Tracker

IDI: Indonesia Belum Lalui Gelombang Pertama Pandemik COVID-19

Kondisi pandemik di tanah air belum mereda

Jakarta, IDN Times - Satu tahun sudah pandemik COVID-19 melanda Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan pada 3 Maret 2020. Saat itu kasus pertama dideteksi dari sebuah pesta dansa.

Satu tahun berlalu, tenaga kesehatan masih berjibaku melawan COVID-19. Pemerintah sudah memakai berbagai 'jurus' dan aturan untuk menekan penyebaran virus corona baru jenis SARS-CoV-2 itu. Lalu, bagaimana Pengurus Besa Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melihat kondisi pandemik saat ini?

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, meski sudah berjalan selama satu tahun, Indonesia belum melewati gelombang pertama wabah COVID-19.

"Kita masih berada di stage 3 dari 5 stage, bed occupancy rate (tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit) memang turun tetapi untuk gejala sedang, namun pasien di ruang ICU masih penuh," kata Adib saat konferensi pers virtual Tim Mitigasi, Senin (1/3/2020).

1. Belum ada penelitian vaksinasi bisa mengendalikan pandemik

IDI: Indonesia Belum Lalui Gelombang Pertama Pandemik COVID-19Petugas medis memberikan penanganan kepada seorang pasien yang mengalami reaksi saat simulasi pemberian vaksin COVID-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Adib menyebut program vaksinasi yang sudah berjalan dua bulan belum menunjukkan hasil. Belum ada penelitian yang menyimpulkan vaksinasi bisa mengendalikan pandemik.

"Penurunan kasus beberapa pekan ini belum bisa dikaitkan dengan adanya korelasi vaksin dengan turunnya angka kematian. Kasus menurun pun belum bisa kita katakan mengalami penurunan dari gelombang pertama," imbuhnya.

Baca Juga: Epidemiolog Minta Menkes Hentikan Vaksin Nusantara, Kenapa?  

2. Penguatan puskesmas untuk meningkatkan preventif

IDI: Indonesia Belum Lalui Gelombang Pertama Pandemik COVID-19Puskemas Petung (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Menurut Adib, pandemik COVID-19 tidak akan selesai dalam satu atau dua bulan mendatang. Karena itu masih perlu sejumlah strategi untuk menangani wabah ini. Dia menyebutkan salah satu strategi, yakni memperkuat sinergitas nasional yang adatif dengan pandemi.

"Termasuk, penguatan puskesmas dalam rangka meningkatkan fungsi promotif dan preventif serta pelayanan kesehatan, sinkronisasi sektor hulu dan hilir, dan mengatur peindungan hak tenaga medis dan kesehayan," bebernya.

3. Praktik 3T harus ditingkatkan

IDI: Indonesia Belum Lalui Gelombang Pertama Pandemik COVID-19ilustrasi tenaga kesehatan. ANTARA FOTO/Fauzan

Kemudian, strategi kedua yakni menyiapkan sistem kesehatan nasional. Adib menerangkan rumah sakit yang disiapkan untuk menetapkan rumah sakit COVID-19 dan non COVID-19 dengan mempersiapkan protokol dan alat-alat kesehatan yang memadai. Kemudian melakukan penataan sistem rujukan dan distribusi tenaga medis serta tenaga kesehatan.

"Namun saat ini yang paling urgent dilakukan adalah 3T, testing, tracing, treatment, isolasi serta penambahan ruang rawat COVID-19 dan penyediaan APD," ujarnya.

Baca Juga: Turut Berduka, Sudah 757 Tenaga Kesehatan Meninggal karena COVID-19

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya