Comscore Tracker

Korban 1965: Negara Nyaris Lupa Pembunuhan Massal Itu

Ada 346 titik lokasi kuburan massal 

Jakarta, IDN Times - Delapan korban tragedi 1965 mendatangi Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/10). Mereka menagih janji pemerintah dalam pengungkapan dugaan pelanggaran HAM masa lalu.

Sebuah map berisi dokumen bukti kekejaman militer rezim Orde Baru menjadi harapan korban pembantaian masa lalu mendapatkan keadilan.

1. Para korban pembantaian di rezim Orde Baru belum mendapatkan keadilan

Korban 1965: Negara Nyaris Lupa Pembunuhan Massal ItuIDN Times/Dini Suciatiningrum

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 dan 1966 (YPKP) 65, Bedjo Untung mengungkapkan bahwa sudah hampir 54 tahun para korban pembantaian di rezim Orde Baru belum mendapatkan keadilan.

"Saya datang untuk mengingatkan bahwa ada suatu peristiwa yang dahsyat di 1965, ada pembunuhan massal dengan jumlah 500 ribu sampai 3 juta yang dilakukan secara masif dan struktur dan negara nyaris melupakannya," kata Bedjo dengan suara yang lantang.

2. Hasil penyelidikan Komnas HAM tahun 2012 tidak dilanjutkan karena kurang bukti

Korban 1965: Negara Nyaris Lupa Pembunuhan Massal ItuIDN Times/Dini suciatiningrum

Bedjo mengaku sedikit terhibur dengan langkah yang dilakukan Komnas HAM pada 2012, saat itu Komnas HAM telah melakukan penyelidikan pro justicia untuk Tragedi Kemanusiaan 1965 dan telah merekomendasikan langkah penyelidikan sebagai tahap lanjut atas dugaan terjadi pelanggaran HAM berat di masa lalu.

"Namun sayang rekomendasi Komnas HAM tidak dilanjutkan dengan alasan bukti kurang dan berkas juga dikembalikan. Maka kami kembali membawa bukti bahkan saksi hidup kekejaman aparat saat rezim Orba," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Sanusi, Korban Pelanggaran HAM 1965 Jadi Pegiat Inklusi Sosial

3. Mereka melaporkan 346 lokasi kuburan massal

Korban 1965: Negara Nyaris Lupa Pembunuhan Massal ItuIDN Times/Dini suciatiningrum

Menurut Bedjo, ada 346 titik lokasi kuburan massal setelah kasus1965 dan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Temuan kuburan massal para korban 1965 sangat penting, bukan hanya sebagai jejak kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi, tetap juga sebagai bukti bahwa pembantaian massal melalui operasi militer rezim orde baru di masa lalu ada dan dilakukan tanpa proses hukum," tegasnya.

4. Hampir dua periode Komnas HAM tidak ada kabar

Korban 1965: Negara Nyaris Lupa Pembunuhan Massal ItuIDN Times/Dini Suciatiningrum

Bedjo juga menanyakan sikap Komnas HAM yang tidak ada tindak lanjut setelah 2012 lalu, bahkan hampir dua periode tidak ada kabar dari lembaga yang aktif memperjuangkan HAM tersebut.

"Kami tidak masalah tidak bertemu dengan komisioner namun kami berharap laporan kami bisa ditindaklanjuti," katanya.

Baca Juga: Ini Masalah yang Menyulut Kerusuhan di Wamena Versi Komnas HAM

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya