Comscore Tracker

Jika Merendahkan Orang Lain, Pengucap Kata 'Anjay' Bisa Dipidanakan

Istilah itu bisa menjadi salah satu kekerasan verbal

Jakarta, IDN Times - Kata anjay menimbulkan polemik setelah viral di media sosial. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pun angkat suara.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, menilai kata anjay harus dilihat dari berbagai sudut panjang. Jika bermakna kagum atau pujian, kata anjay tidak mengandung kekerasan serta tidak membuat sakit hati.

"Tapi jika istilah 'anjay' digunakan untuk merendahkan martabat seseorang, istilah itu jadi  salah satu kekerasan verbal yang dapat dilaporkan dalam bentuk pidana," tegas Arist dalam siaran tertulis, Minggu (30/8/2020).

1. Tidak ada unsur kekerasan jika disambut gelak tawa

Jika Merendahkan Orang Lain, Pengucap Kata 'Anjay' Bisa DipidanakanIlustrasi Kekerasan dalam Rumah Tangga (IDN Times/Sukma Shakti)

Aris mencontohkan jika ada sahabat bertemu serta menyapa dengan kata-kata kotor dan disambut dengan gelak tawa maka tidak mengandung kekerasan.

"Namun jika itu dilakukan kepada seseorang yang tidak kenal atau lebih dewasa, maka istilah anjay atau anjing mengandung kekerasan dan bisa dipidanakan. Lebih baik jangan gunakan kata anjay, ayo hentikan sekarang juga," ujarnya.

2. Lutfi laporkan kata anjay ke KPAI

Jika Merendahkan Orang Lain, Pengucap Kata 'Anjay' Bisa DipidanakanKPAI gelar konferensi pers pasca kasus bunuh diri siswa SMP di Jakarta pekan laku di Kantor KPAI, Kamis (30/1)/ IDN Times Dini suciatiningrum

Polemik kata anjay ini muncul setelah Youtuber Lutfi Agizal membahas di akun channel Youtube-nya. Dia menilai anjay memiliki makna yang buruk.

Puncaknya, kekasih Salshadilla Juwita ini melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar mengawasi anak-anak yang menggunakan kata tersebut.

3. Lutfi juga melaporkan anak yang memakai kata anjay ke KPAI

Jika Merendahkan Orang Lain, Pengucap Kata 'Anjay' Bisa Dipidanakaninstagram.com/lutfiagizal

Bahkan Lutfi juga melaporkan ke KPAI anak yang memakai kata anjay. Dia melampirkan pula surel balasan dari KPAI serta diposting dalam instagram pribadinya.

“Anak di bawah umur bisa ngomong gini gara-gara apa sih??? Nect generation kita. Apa perlu @kpai_official dan @komnasanak saya kirimi semua materinya? Untuk mengkaji ini. Saya yakin @kpai_official bijak dalam mengkaji hal ini #savenextgeneration,” tulisnya Lutfi di IG Story.

Baca Juga: Sekolah jadi Klaster, KPAI: Indonesia Harus Belajar dari Negara Lain 

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya