Comscore Tracker

Indonesia Produksi 400 Ribu Rapid Test Lokal, Harganya Lebih Murah

Bulan ini target produksi 200 ribu unit

Jakarta, IDN Times - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek) segera memproduksi massal alat rapid test atau tes cepat COVID-19. Alat bernama RI-GHA COVID-19 itu merupakan hasil inovasi dalam negeri.

"Mengenai besaran produksinya bulan ini kami targetkan bisa memproduksi 200 ribu unit, tetapi bulan depan dipastikan kita sudah bisa 400 ribu unit," ujar Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro, di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020).

1. Kemenristek masih terus mencari mitra untuk memenuhi target

Indonesia Produksi 400 Ribu Rapid Test Lokal, Harganya Lebih MurahPetugas medis melakukan rapid test menggunakan rapid test buatan anak negeri RI-GHA COVID-19 di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Bambang menyebut sejauh ini ada dua perusahaan yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk memproduksi alat itu. Kemenristek juga terus mencari mitra industri supaya target produksi bisa tercapai.

"Sehingga produksinya nanti bisa menutup kebutuhan, terutama untuk masyarakat Indonesia. Apalagi Presiden minta setop impor jika produk bisa diproduksi dalam negeri," ujarnya.

3. Rapid tes RI-GHA COVID-19 merupakan inovasi dalam negeri

Indonesia Produksi 400 Ribu Rapid Test Lokal, Harganya Lebih MurahMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan rapid tes buatan anak negeri RI-GHA COVID-19 di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Bambang menerangkan, alat rapid test RI-GHA COVID-19 merupakan inovasi dalam negeri. Alat itu diinisiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, khususnya Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Selain itu juga dengan perusahaan yang kemudian menjadi produser awal dari alat rapid tes ini yaitu PT Hepatika Mataram.

3. Fitur-fitur keunggulan rapid tes lokal

Indonesia Produksi 400 Ribu Rapid Test Lokal, Harganya Lebih MurahPetugas medis melakukan rapid test menggunakan rapid test buatan anak negeri RI-GHA COVID-19 di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Bambang menerangkan, pengembangan rapid test lokal hanya butuh waktu dua bulan. Itu sudah mencakup tahapan desain prototipe, sampai produksi.

Disebutkan bahwa alat ini punya beberapa keunggulan. Di antaranya praktis dan cepat, sebab hasil deteksi keluar dalam 15 menit tanpa bantuan alat tambahan dan tenaga terlatih.

"Jadi bisa digunakan mandiri, selain itu fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan Pasca Infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood," ucapnya.

4. Harga rapid tes buatan dalam negeri Rp75 ribu

Indonesia Produksi 400 Ribu Rapid Test Lokal, Harganya Lebih MurahPetugas medis melakukan rapid test menggunakan rapid test buatan anak negeri RI-GHA COVID-19 di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Bambang mengakui validasi rapid test kalah akurat dengan PCR Tes hal tersebut karena PCR tes yang untuk diagnosa sedangkan rapid untuk screning.

Dia meyakinkan bahwa RI-GHA COVID-19 ini sudah dilakukan uji validasi skala lab dengan hasil nilai sensitivitas untuk IgM-nya (Immunoglobulin M) 96,8 persen. Kemudian untuk IgG-nya (Immunoglobulin G) 74 persen melalui pengujian pada 40 serum pasien yang positif dari balitbangkes.

Selain itu tingkat spesifitasnya art IgM 98 persen bahkan untuk IgG-nya spesifitasnya 100 persen dan pengujian ini dilakukan pada 100 koleksi serum.

"Produk ini sudah dilakukan juga akurasi, baik di rumah sakit sekitar 4.000 kit di Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya. Serta diperkuat dengan uji lapangan sekitar 6000 kit yaitu uji akurasi dan uji skrining di beberapa puskesmas termasuk yang di Kabupaten Sleman" ujarnya.

"Seperti yang telah disampaikan Pak Menko, alat ini adalah buatan anak negeri sendiri. Dengan harga yang sangat murah yaitu Rp75 ribu maka kita harapkan alat ini bisa dipergunakan secara massal sehingga kita bisa mengatasi secepatnya masalah COVID-19," imbuhnya.

Baca Juga: PERSI: Tarif Rapid Test Rumah Sakit Dipengaruhi Harga Kit Rapid Test 

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya