Comscore Tracker

Ketika Air Mata Baiq Nuril Jatuh

Jaksa Agung menjamin Baiq takkan masuk bui

Jakarta, IDN Times - Air mata haru menetes dari mata Baiq Nuril Maknun, Jumat (12/7), setelah bertemu Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

"Ya...karena... tadi ada kepastian dari Kejaksaan Agung untuk tidak ada eksekusi," kata Baiq dengan penuh haru di Kejagung RI, Jakarta Selatan.

Terpidana kasus UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu hari ini mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Dalam pertemuan itu, Jaksa Agung meyakinkan Baiq Nuril agar tak perlu takut akan mendekam di balik jeruji besi. 

1. Baiq Nuril ingin melihat anaknya mengibarkan bendera Merah-Putih di NTB

Ketika Air Mata Baiq Nuril JatuhIDN Times/Axel Jo Harianja

Baiq Nuril mengaku sangat ingin melihat anaknya mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus mendatang. Putri Baiq tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) di NTB.

"Mudah-mudahan amnesti diberikan saat putri saya mengibarkan bendera merah putih, dan kemenangan itu kemenangan untuk Indonesia," ungkap Baiq.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menegaskan, Baiq Nuril untuk tidak perlu takut mendekam di penjara. Menurutnya, dalam konteks hukum, bukan sekadar untuk mencari keadilan dan kebenaran, melainkan harus dimanfaatkan dengan melihat kepentingan hukum yang lebih besar layaknya Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya bagi kaum perempuan.

"Ini bagian dari politik kesetaraan gender, jadi ini harus diperhatikan bersama. Untuk Bu Baiq Nuril, gak perlu khawatir, gak perlu ketakutan pada eksekusi dimasukkan dalam jeruji besi, tidak akan itu. Kita akan lihat perkembangan selanjutnya," kata Prasetyo kepada Baiq Nuril.

Lebih lanjut, langkah amnesti dari Presiden dinilai Prasetyo sebagai suatu langkah yang bagus dalam proses penegakan hukum.

"Pelajaran berharga yang tentunya kita berharap ke depan gak ada lagi kasus seperti ini," katanya.

Baca Juga: Jaksa Agung: Baiq Nuril Tak Akan Mendekam di Penjara

2. Jaksa Agung ingatkan Kejati NTB agar tak buru-buru mengeksekusi Baiq Nuril

Ketika Air Mata Baiq Nuril JatuhIDN Times/Axel Jo Harianja

Prasetyo juga mengingatkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB agar tidak terburu-buru dalam mengeksekusi Baiq.

"Kita tidak terburu-buru melaksanakannya, apa lagi sekarang ini. Saya nyatakan bahwa eksekusi belum dilaksanakan," ujarnya.

3. Kejagung tinggal tunggu keputusan amnesti dari Presiden Jokowi

Ketika Air Mata Baiq Nuril JatuhANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Prasetyo menjelaskan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sendiri telah menyatakan bahwa jika Presiden Joko 'Jokowi' Widodo akan memberikan amnesti, maka akan melalui proses pertimbangan hukum terlebih dahulu oleh DPR. Ia pun memastikan, proses tersebut telah selesai dan hanya tinggal menanti keputusan Presiden.

"Proses hukumnya sudah selesai, tinggal tentunya menunggu kebijakan Presiden. Saya tahu persis, ketika saya laporkan beliau (Jokowi), beliau akan berikan amnesti untuk kasus ini," jelasnya.

4. Pandangan Jaksa Agung soal kasus Baiq Nuril

Ketika Air Mata Baiq Nuril JatuhIDN Times/Axel Jo Harianja

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menilai, Baiq Nuril merupakan bagian dari proses hukum penuntasan suatu perkara. Meski proses hukum Baiq sudah final dan berkekuatan hukum yang tetap, Kejaksaan ingin menuntaskan segala proses hukum yang dihadapi Baiq.

"Kalau kita secara normatif, memang keputusan ini wajib dilaksanakan oleh eksekutor, yaitu Jaksa. Tapi, untuk kasus Baiq Nuril, kita lihat hal lebih besar. Selama ini Jaksa harus mendengarkan perasaan keadilan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: MA Tolak Peninjauan Kembali, Baiq Nuril Makin Dihantui Ancaman Jeruji

5. PK Baiq Nuril ditolak MA

Ketika Air Mata Baiq Nuril JatuhIDN Times/Axel Jo Harianja

Baiq Nuril hari ini mendatangi Kejagung RI sekitar pukul 10.00 WIB. Ia didampingi oleh anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka dan tim pengacaranya. Kedatangannya itu untuk menyerahkan lebih dari 100 surat permohonan penangguhan eksekusi yang terdiri dari berbagai instansi dan perorangan kepada Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo.

Diketahui, Baiq Nuril Maknun tak menyangka akan kembali dihantui ketakutan akan dijebloskan ke penjara. Hal itu lantaran Peninjauan Kembali (PK) yang ia ajukan pada (3/1) lalu ke Mahkamah Agung ditolak. 

Majelis hakim masih bersikukuh Baiq telah mentransmisikan konten asusila sebagaimana yang diatur di dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Atas ditolaknya PK, maka ia akan menghadapi hukuman kurungan 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Baca Juga: Jaksa Agung Ingatkan Kejati NTB Tak Terburu-buru Eksekusi Baiq Nuril

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You