Comscore Tracker

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa Silam

Dianggap memelihara ketakutan atas peristiwa di masa lalu

Jakarta, IDN Times - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) menyoroti Peraturan Kapolri (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 yang jadi dasar menghadirkan Pengamanan Swakarsa. Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan aturan itu pada Rabu 5 Agustus 2020.

Menurut Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, menghadirkan kembali Pam Swakarsa seolah menunjukkan niat untuk mengembalikan situasi ke masa lalu. Di masa kini, terutama di tengah situasi pandemi, kehadirannya dianggap tidak relevan.

"Di sisi lain, kehadiran Pam Swakarsa hari ini bukan untuk menjaga ketertiban, melainkan memelihara ketakutan atas peristiwa yang pernah terjadi di masa silam," kata Fatia kepada IDN Times, Rabu (16/9/2020).

1. Pam Swakarsa bisa munculkan kelompok yang bergerak semena-mena

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa SilamLogo organisasi KontraS (www.kontras.org)

Fatia belum membandingkan aturan dasar Pam Swakarsa tahun 1998 dengan Pam Swakarsa versi baru. Tapi berdasarkan Pasal 2 dan 3 dari aturan Kapolri, ada potensi mengembalikan situasi ke masa lalu.

"Alasannya pertama, fungsi menjaga keamanan dan ketertiban dapat dilakukan dengan memaksimalkan peran pranata sosial yang ada di wilayah masing-masing, bukan dengan memberikan mereka legitimasi untuk bertindak," ujarnya.

Fatia menyebutaturan itu akan berdampak terhadap para pranata sosial yang tunduk pada arahan polisi. Padahal polisi memiliki problem dalam pengawasan terhadap anggotanya.

"Kedua, akan memunculkan kelompok yang bergerak secara semena-mena. Mengingat Pam Swakarsa 98 adalah cikal bakal FPI yang dalam tindakannya tidak sedikit menunjukkan perilaku intoleran," ucap Fatia.

Baca Juga: Satpam hingga Pecalang Diberdayakan, Ini Poin-poin Aturan Pam Swakarsa

2. Polri ingin berdayakan komunitas atau pengamanan di masing-masing wilayah

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa SilamKepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono (Dok. Humas Polri)

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020, Pam Swakarsa bakal melibatkan Satpam, Pranata Sosial, hingga Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling). Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, Pam Swakarsa jadi bentuk pemberdayaan komunitas atau pengamanan di masing-masing wilayah.

"Alasannya Polri ingin berbuat baik untuk mengelola Pam Swakarsa. Apa gak boleh dan ada yang salah?" kata Argo kepada IDN Times, Rabu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono menyebut Satpam sebagai satuan yang dibentuk secara khusus. Tugasnya membantu fungsi Kepolisian secara terbatas di lingkungan kerjanya.

"Seperti apa yang diamanatkan dalam Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri menjelaskan bawa, pengemban fungsi Kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Kepolisian khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan atau bentuk-bentuk Pengamanan Swakarsa," ucap Awi kepada IDN Times.

Awi melanjutkan, salah satu bentuk Pam Swakarsa adalah Satpam. Ditambah lagi, warna seragam Satpam kini mirip dengan anggota Polisi. Menurut Awi, miripnya warna seragam itu diharapkan terjalin kedekatan antara Polri dan Satpam, serta menumbuhkan kebanggaan Satpam sebagai pengemban fungsi Kepolisian terbatas.

"Kemudian memuliakan profesi Satpam dan menambah pergelaran fungsi Kepolisian di tengah-tengah masyarakat," kata Awi.

3. Ini poin-poin yang ada di dalam aturan Pam Swakarsa

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa SilamKapolri Jenderal Polisi, Idham Azis (Dok. Humas Polri)

Pasal 1 Perpol tersebut menjelaskan, Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa adalah suatu bentuk pengamanan oleh pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat sendiri.

"Yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia," demikian bunyi pada Pasal 1 Perpol Nomor 4 Tahun 2020 yang diterima IDN Times, Rabu (16/9/2020).

Dalam Pasal 2, Pam Swakarsa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman di lingkungan perusahaan, kawasan atau permukiman. Kemudian, mewujudkan kesadaran warga masyarakat di lingkungan kawasan atau permukiman, guna penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, bertujuan meningkatkan pembinaan penyelenggara dan kemampuan Pam Swakarsa dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan masing-masing.

4. Satpam hingga Pecalang Bali berperan dalam Pam Swakarsa

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa SilamIlustrasi pecalang. (Instagram.com/paramadyaksa)

Dalam Pasal 3 ayat 1 Perpol tersebut menjelaskan, Pam Swakarsa bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya secara swakarsa guna
mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. Kemudian, Pasal 3 ayat 2 menyatakan, Pam Swakarsa terdiri atas Satpam dan Satkamling.

Dalam Pasal 3 ayat 3 menyatakan, Selain Pam Swakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat 2, terdapat Pam Swakarsa yang berasal dari pranata sosial atau kearifan lokal.

"Pam Swakarsa yang berasal dari pranata sosial/kearifan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dapat berupa Pecalang di Bali, Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Siswa Bhayangkara dan Mahasiswa Bhayangkara," demikian bunyi Pasal 3 ayat 4 Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

Pasal 3 Ayat 5 menyatakan, Pam Swakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat 3
dan ayat 4, memperoleh pengukuhan dari Kepala Koordinasi Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri atas rekomendasi Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda.

5. Pam Swakarsa pernah dibentuk pada 1998

Polri Hadirkan Pam Swakarsa, KontraS: Kembali ke Masa Silam(Wiranto ketika menghadiri acara perpisahan di kantor Kemenkopolhukam) ANTARA FOTO/Humas Polhukam

Pam Swakarsa bukan hal baru di Indonesia. Lembaga itu pernah dibentuk pada tahun 1998. Saat itu TNI membentuk pasukan dari kelompok sipil bersenjata tajam. Pam Swakarsa dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR), yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

Selama Sidang Istimewa, beberapa kali Pam Swakarsa bentrok dengan pengunjuk rasa. Kelompok tersebut bahkan terlibat bentrokan dengan masyarakat yang resah dengan kehadiran Pam Swakarsa.

Sebelum dimulainya SI MPR, Pam Swakarsa yang dilindungi aparat sudah terlibat bentrokan fisik dengan masyarakat. Mantan Menko Polhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, yang dulu menjabat sebagai Panglima Abri (Pangab) atau Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam), tetap bersikeras untuk mempertahankan eksistensi pasukan swasta tersebut.

Pam Swakarsa tak hanya mengamankan Gedung DPR/MPR Senayan, tetapi juga dikirimkan dengan truk-truk ke lokasi yang potensial menjadi daerah demonstrasi dan orasi mahasiswa, seperti Tugu Proklamasi atau Taman Ismail Marzuki. Mereka juga berunjuk kekuatan dengan berpawai melintasi kampus-kampus yang aktif.

Mereka bahkan melakukan patroli malam diiringi dengan sedan polisi. Di lingkungan Senayan, mereka beraksi menghalau para pejalan kaki dan pengendara sepeda motor yang melintas.

Baca Juga: Digugat Kivlan Zen Soal Pam Swakarsa 1998, Ini Respons Wiranto 

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya