Comscore Tracker

Mabes Polri Angkat Bicara Soal Polisi Dipecat Karena Ngojek di Kendari

Iptu Triadi dianggap melalaikan tugas utama

Jakarta, IDN Times - Seorang Perwira Polisi di Kendari dipecat secara tidak hormat karena bolos kerja selama 62 hari untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online. Polisi berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) itu bernama Triadi, bertugas di Satuan I Shabara Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, Triadi dipecat karena melalaikan tugasnya sebagai anggota polisi.

"Jangan mem-framing ngojeknya, karena desersinya itu yang sudah sekian tahun," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

1. Triadi dipecat karena dianggap melakukan desersi

Mabes Polri Angkat Bicara Soal Polisi Dipecat Karena Ngojek di KendariIDN Times/Axel Jo Harianja

Dedi melanjutkan, kejahatan utama yang dilakukan Iptu Triadi adalah desersi. Berdasarkan penelusuran IDN Times, desersi adalah pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi dan dilakukan dengan tanpa tujuan kembali.

Menurut Dedi, sebagai polisi, Iptu Triadi berkewajiban utama untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Ia pun dianggap telah lalai dalam mengemban tugasnya sebagai anggota polisi.

"Lalai selama sekian tahun loh, hanya untuk kebutuhannya sendiri. Nggak boleh," ujar Dedi.

2. Apakah polisi boleh memiliki pekerjaan sampingan?

Mabes Polri Angkat Bicara Soal Polisi Dipecat Karena Ngojek di KendariIDN Times/Axel Joshua Harianja

Menurut Dedi, anggota polisi sebenarnya sah-sah saja memiliki pekerjaan sampingan, asalkan tidak meninggalkan tugas utamanya.

"Yang penting tugas pokoknya menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Selesai tugas pokok ada waktu luang silakan dimanfaatkan," ungkap Dedi.

Baca Juga: Polisi Tembak Pelaku Jambret Ponsel di Pangkep

3. Sudah dua kali Iptu Triadi membolos kerja

Mabes Polri Angkat Bicara Soal Polisi Dipecat Karena Ngojek di KendariIDN Times/Axel Jo Harianja

Bukan kali ini saja Iptu Triadi membolos kerja. Pada 2017 lalu, mantan Wakapolres Waworete itu juga melakukan hal yang sama, namun dia hanya diproses melalui sidang disiplin sesuai surat keputusan hukuman disiplin (SKHD) nomor: KEP/04/I/HUK12.10.1/2019/Sipropam 17 Januari 2019.

Tak berhenti di situ, Triadi kembali melalaikan tugasnya pada 1-26 Agustus 2018 terhitung 20 hari kerja. Ia berulah  kembali usai dimutasi sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari.

“Kembali mengulangi perbuatannya meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja sejak dimutasikan sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari sejak tanggal 27 Agustus 2018 s.d 15 Oktober 2018 terhitung 42 hari kerja. Total keseluruhan 62 hari kerja,” ungkap Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/8), seperti dilansir dari zonasultra.com.

4. Iptu Triadi melalaikan tugas utama sebagai polisi untuk menjadi tukang ojek

Mabes Polri Angkat Bicara Soal Polisi Dipecat Karena Ngojek di KendariIDN Times/Ryan

Pada Jumat (9/8), Iptu Triadi telah menjalani sidang disiplin oleh komisi kode etik (KKE) di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ia mangkir dari pekerjaan utamanya sebagai polisi, karena menjalankan kegiatan lain sebagai tukang ojek di Kota Kendari.

“Benar alasan terduga pelanggar tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan karena menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per hari,” jelas Harry Goldenhardt.

Iptu Triadi beralasan, dirinya menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ditambah lagi, dia juga sedang terlilit utang. Sementara gaji yang dimilikinya sebagai anggota polisi dianggapnya kurang. Atas perbuatannya, Iptu Triadi direkomendasikan pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

Ia dinilai melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri, karena meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Hal itu juga melanggar pasal 13 ayat 1 juncto pasal 14 ayat 1 huruf a PP RI nomor 1 tahun 2003 dan pasal 7 ayat 1 huruf e Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Baca Juga: Polisi yang Tewas Tertembak di Papua Diberangkatkan ke Makassar

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You