Comscore Tracker

Kejaksaan Agung Sebut Ada Pihak yang Merencanakan Pembobolan Jiwasraya

Kejagung menunggu hasil audit BPK

Jakarta, IDN Times - Pengusutan kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda (JAM) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah mengatakan, memang ada pihak yang sengaja membuat Jiwasraya terseret dalam kasus korupsi. Namun, dia enggan membeberkan siapa pihak yang dia maksud.

"(Penyelidikan) Makin mengerucut dan kita yakini bahwa memang Jiwasraya sudah direncanakan untuk dibobol (sejumlah pihak)," katanya di Gedung Bundar JAM Pidsus, Kejagung, Rabu (4/3) malam.

1. Belum ada hasil audit BPK terkait kerugian negara pada kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung Sebut Ada Pihak yang Merencanakan Pembobolan JiwasrayaDirektur Penyidikan Jaksa Agung Muda (JAM) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah (Axel Jo Harianja)

Kejagung sendiri memperkirakan kerugian negara akibat kasus korupsi ini sekitar Rp17 triliun. Namun, pihaknya masih menanti hasil audit yang lebih jelas dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat ditanya berapa hasil audit dari BPK, Febrie lagi-lagi enggan membeberkannya.

''Gak bisa berandai-andai lah. Nanti salah, kita tunggu saja (rilis) dari teman-teman BPK," ujar Febrie.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Opsi Suntikan Dana ke Jiwasraya Lewat APBN 2021

2. Berkas perkara para tersangka korupsi Jiwasraya segera dirampungkan

Kejaksaan Agung Sebut Ada Pihak yang Merencanakan Pembobolan Jiwasraya(Ilustrasi logo Jiwasraya) IDN Times/Irfan Fathurohman

Kejagung saat ini tengah merampungkan berkas perkara para tersangka.

"Kalau BPK sudah rilis, kita serahkan berkas ke JPU (Jaksa Penuntut Umum),'' ucapnya.

"Tentunya penyidik sudah sampaikan dari awal, ini (kasus Jiwasraya) by design," sambung Febrie.

3. Penetapan tersangka pada enam orang

Kejaksaan Agung Sebut Ada Pihak yang Merencanakan Pembobolan JiwasrayaTersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Kejagung telah menetapkan enam orang tersangka terkait kasus Jiwasraya. Mereka adalah Eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan dan Komisaris PT. Trada Alam Minera (TRAM) Heru Hidayat.

Kemudian, Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo dan Direktur PT Maxima Integra Investama, Joko Hartono Tirto.

Untuk Benny Tjokro ditahan di Rutan KPK. Hendrisman Rahim di Rutan Guntur Pongdam Jaya, Heru Hidayat dan Joko Hartono di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Lalu, Hary Prasetyo di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, dan Syahmirwan di Rutan Cipinang.

Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang mengacu pada Pasal 184 KUHAP. Mereka juga dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Nasabah Jiwasraya: Kalau Bukan karena Kita, Jiwasraya Bangkrut!

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya