Comscore Tracker

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?

Mandor Istaka itu diduga mengambil gambar "terlarang"

Jakarta, IDN Times - Pembantaian puluhan karyawan Istaka Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu, 2 Desember 2018 masih menyisakan duka. Apa memicu tragedi berdarah itupun, belum jelas hingga kini.

Namun, Koordinator Gereja Kingmi di Tanah Papua Kabupaten Jayawijaya, Pendeta Esmon Walilo menduga pembantaian itu dipicu oleh mandor PT Istaka Karya berinisial JA.

"Orang itu (JA)  sebagai kontraktor, dia sebagai saksi kunci, menurut kami gereja. Aparat keamanan harus cari dan bawa dia ke depan hukum," kata Esmon di kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

1. JA diduga melanggar kesepakatan dengan OPM

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

 Esmon yang juga Anggota Tim Kemanusian Kabupaten Nduga ini juga menduga, JA telah melanggar kesepakatan masyarakat sipil di Papua dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kesepakatan itu juga berlaku bagi masyarakat non-Papua.

Dalam kesepakatan itu, seluruh orang non-Papua, harus meninggalkan sejumlah distrik sebelum 24 November 2018. "Sebab, saat itu telah memasuki masa menjelang perayaan Natal dan peringatan hari kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember," kata Esmon.

Baca Juga: Pengungsi di Nduga Diduga Kelaparan, Kemensos Kirim Bantuan

2. Masyarakat non-Papua juga dilarang mengambil gambar perayaan OPM

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?IDN Times/Axel Jo Harianja

Sebetulnya, semua pekerja proyek pembangunan Trans Papua itu sudah menjalankan kesepakatan tersebut. Namun, JA ternyata masih berada di wilayah itu,. Tak hanya itu, kata Esmon, JA juga melanggar kesepakatan lainnya, yakni mengambil gambar perayaan tersebut.

Warga Nduga juga sudah mengimbau agar JA tidak melakukan hal itu. Sebab, akan terjadi masalah besar jika diketahui oleh Egianus Kogoya, pimpinan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM. Namun, imbuhnya, hal itu tak diindahkan JA.

"Setelah hal itu diketahui oleh anak buah Egianus, dia (JA) sempat akan dibunuh," katanya.

Namun, saat JA akan ditembak, para pendeta yang ada di sekitarnya langsung merangkul tubuh JA. Anggota OPM pun tidak berani menembak, dan hanya melewati para pendeta tersebut.

Lebih lanjut, Esmon meminta pemerintah untuk memintai keterangan JA, agar masalah terkait Nduga bisa diselesaikan. "Supaya dia mempertanggungjawabkan apapun yang terjadi. Dia pasti bisa jelaskan ke muka publik apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya.

3. JA tidak membayar gaji karyawan?

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?IDN Times/Axel Jo Harianja

Direktur Yayasan Teratai Hati Papua, Pater Jhon Jongga menilai sosok JA itu misterius, bermasalah, tapi tidak tersentuh hukum. Berdasarkan keterangan dari beberapa karyawannya, JA juga tidak membayarkan gaji mereka selama beberapa bulan.

Dia mempertanyakan keberadaan JA yang hingga kini tidak diketahui. "Nah, ini sekarang dia disembunyikan oleh siapa? Kami juga tidak tahu dan siapa dia itu. Dia macam tidak disentuh oleh hukum. Padahal, dia yang menjadi penyebab atau pemicu kasus-kasus itu disana (Nduga)," kata Pater.

4. Sebanyak 182 orang meninggal dan disebabkan berbagai hal

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?IDN Times/Axel Jo Harianja

Sebanyak 182 orang tewas dalam tragedi di Kabupaten Nduga. Berdasarkan hasil investigasi, kata Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hasegem,  korban meninggal disebabkan oleh beberapa hal.

"Meninggal karena sakit, hidup lama di hutan. Melahirkan dan meninggal tidak ada pertolongan medis. Ada yang meninggal karena lapar," katanya di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Theo menjelaskan, korban sebenarnya ada 184 orang. Akan tetapi, ada dua orang yang diduga masih hidup meski tidak diketahui keberadaanya.

Berikut rincian Korban meninggal dunia di Kabupaten Nduga sejak 2 Desember 2018 hingga 18 Juli 2019.

- Korban laki-laki dewasa meninggal 69 orang
- Korban perempuan dewasa meninggal 21 orang
- Korban anak laki-laki meninggal 20 orang
- Korban anak perempuan meninggal 21 orang
- Korban balita perempuan meninggal 14 orang
- Korban balita laki-laki meninggal 12 orang
- Korban bayi laki-laki meninggal 17 orang
- Korban bayi perempuan meninggal 8 orang.

Baca Juga: Tolak Bantuan Sembako Pemerintah, Ini Keinginan Masyarakat Nduga Papua

5. Ada indikasi pelanggaran HAM di Nduga

Inikah Pemicu Pembantaian Puluhan Karyawan di Nduga?IDN Times/Axel Jo Harianja

Tim investigasi kasus Nduga Papua sebelumnya memaparkan hasil temuan mereka terkait adanya indikasi pelanggaran HAM dalam operasi keamanan yang dilakukan aparat TNI/Polri usai pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada 2 Desember 2018.

Akibatnya, masyarakat Nduga kehilangan tempat tinggal karena rumahnya hancur ketika militer melakukan pengejaran terhadap anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Warga pun meninggalkan tempat tinggal mereka karena khawatir menjadi korban operasi militer tersebut.

Baca Juga: 182 Orang Jadi Korban Pelanggaran HAM di Nduga Papua

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You