Comscore Tracker

7 Buku Sejarah Rujukan Megawati yang Perlu Dibaca Anak Muda

Salah satunya "Di Bawah Bendera Revolusi" karya Sukarno

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri, merekomendasikan tujuh buku sejarah yang wajib dibaca oleh kaum muda.

Buku pertama yang jadi rujukan adalah "Di Bawah Bendera Revolusi" yang berisi kumpulan tulisan Presiden pertama RI, Ir. Sukarno. Menurut Megawati, buku itu perlu dibaca karena anak-anak muda saat ini tidak tehu sejarah tentang Sukarno. Banyak kata dia, banyak yang berpandangan sinis seakan Sukarno cuma orang yang kebetulan dipilih jadi presiden pertama RI.

"Saya bilang itu namanya bodoh. Kalau kamu mau jadi pintar, baca dulu perjuangan beliau (Sukarno) itu apa. Itu fakta sejarah," ujarnya dalam pembukaan Sekolah Partai Gelombang III bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah oleh PDI Perjuangan melalui telekonferensi, Minggu (13/9/2020).

1. Megawati merekomendasikan "Sarinah", baik untuk perempuan maupun laki-laki Indonesia

7 Buku Sejarah Rujukan Megawati yang Perlu Dibaca Anak MudaTwitter/WarungSejarahRI

Selanjutnya, Megawati menyarankan anak muda membaca buku "Sarinah: Kewadjiban Wanita Dalam Perdjoangan RI". Buku yang juga karya Sukarno itu pertama kali dicetak pada tahun 1947.

Megawati mengatakan, "Sarinah" masih relevan dengan kondisi kaum perempuan Indonesia yang disebut masih mengalami berbagai kekerasan. Megawati mencontohkan, pada masa pandemik COVID-19, laporan yang masuk menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak justru makin meningkat.

"Kalian para bapak kan punya istri, punya anak perempuan. Tolong dilindungi dengan baik. Jangan mereka dikampleng, dipukul, ditampar. Itu yang harus diperhatikan," kata Megawati.

Baca Juga: Megawati Akui PDIP Kesulitan Mencuri Hati Masyarakat Sumbar

2. Buku "Pidato Lahirnya Pancasila" bisa menjadi referensi untuk mengetahui alasan Pancasila lahir

7 Buku Sejarah Rujukan Megawati yang Perlu Dibaca Anak MudaKetua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka sekolah cakada gelombang kedua (Dok.PDI Perjuangan)

Buku ketiga yang disebut Megawati adalah "Pidato Lahirnya Pancasila". Buku ini penting untuk mengetahui mengapa Pancasila lahir, sebab berisi pidato-pidato dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Selanjutnya adalah buku "Membangun Dunia Kembali - To Build A World A New". Buku itu berisi pidato Bung Karno saat di PBB yang mendapatkan standing ovation dari perwakilan berbagai negara saat itu. 

"Bagaimana kalian akan mempunyai inspirasi kalau dalam pikiran itu tidak ada isinya," ucap Megawati.

3. Buku "Indonesia Menggugat" hingga "Mustika Rasa" juga direkomendasikan oleh Megawati

7 Buku Sejarah Rujukan Megawati yang Perlu Dibaca Anak MudaMegawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP (IDN Times/Aldzah Fatimah Aditya)

Buku Kelima yang disebut Megawati adalah "Indonesia Menggugat" yang berisi gugatan Bung Karno terhadap penjajah yang memasukkannya ke dalam penjara. Yang keenam adalah "Mencapai Indonesia Merdeka'. Dari buku itu, para calon kepala daerah akan memahami mengapa Indonesia merdeka dan mengapa bisa menjadi pemimpin. 

"Kalau tidak merdeka, apakah kalian bisa menjadi pemimpin? Tidak bisa, kalian hanya menjadi budak, karena pada waktu itu dijajah 350 tahun. Apakah itu tidak menyedihkan?" ujar Megawati.

Buku terakhir yang disebut Megawati adalah sebuah buku tebal yang berjudul "Mustika Rasa". Isinya adalah resep makanan Indonesia yang dikumpulkan bertahun-tahun. 

"Ini resep-resep dari seluruh daerah di Indonesia. Luar biasa. Setelah buku ini apakah ada buku lainnya? Nggak ada," kata Megawati. 

4. Megawati meminta kadernya untuk kreatif tanpa sombong

7 Buku Sejarah Rujukan Megawati yang Perlu Dibaca Anak MudaKetua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada calon kepala daerah yang diusung PDIP (Dok. PDI Perjuangan)

Megawati meminta agar para calon kepala daerah yang diusung PDIP untuk kreatif tanpa melibatkan rada sombong dalam melaksanakan tugasnya apabila terpilih.

"Saya sampaikan kepada seluruh calon yang diusung oleh PDIP Perjuangan agar terus kobarkan semangat bagi bangsa dan negara berdedikasi tanpa kenal lelah," katanya.

Di acara itu, Megawati juga didampingi para pengurus teras partainya seperti Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Utut Adianto, dan beberapa Ketua DPP seperti Djarot Saiful Hidayat, Komaruddin Watubun, Ribka Tjiptaning, Ahmad Basarah, Hamka Haq, Sri Rahayu, dan Tri Rismaharini.

Baca Juga: Megawati: Kalau Mau Kaya Jangan Masuk Partai Politik, Jadi Pengusaha!

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya