Comscore Tracker

Rekam Jejak 2 Capim KPK asal Polri Ini Jadi Sorotan

Ada kasus yang menyeret nama keduanya. Apa itu?

Jakarta, IDN Times - Empat dari 20 nama calon pimpinan KPK yang lolos dari profile assessment memiliki latar belakang polisi. Dari empat itu, dua nama menjadi sorotan publik, yakni Antam Novambar dan Firli Bahuri.

Sebelumnya, empat Capim KPK berlatar polisi adalah Antam Novambar, Bambang Sri Herwanto,  Firli Bahuri, dan Sri Handayani.

Antam disorot karena ia diduga pernah berupaya untuk mengancam koleganya pada tahun 2015 lalu, yakni Endang Tarsa. Empat tahun lalu, Endang menjabat sebagai Direktur Penyidikan di KPK. Majalah Tempo menurunkan detail kasus itu di terbitan edisi 16-22 Februari 2015.

Bermula saat KPK menetapkan Jenderal (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi kepemilikan rekening gendut pada Januari 2015. Tidak terima ditetapkan jadi tersangka, Budi--yang digadang menjadi calon Kapolri kala itu--melawan di pengadilan melalui proses praperadilan.

Menurut pemberitaan Majalah Tempo tahun 2015 itu, Antam diduga meminta Endang untuk menjadi saksi yang meringankan Budi Gunawan. Namun, Endang menolak. Antam kemudian diduga mengancam akan menyakiti Endang bila menolak perintah tersebut. Antam sudah membantah tuduhan itu. 

Sedangkan, Firli juga memiliki rekam jejak yang buruk. Pada (20/6) lalu, ia akhirnya dipulangkan ke Mabes Polri, lantaran diduga telah melanggar kode etik. Firli pada tahun 2018 malah bermain tenis dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB. Padahal, pada tahun yang sama, TGB mengakui ia diperiksa oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi divestasi PT Newmont. 

Firli ketika itu mengaku sudah melaporkan pertemuannya dengan TGB ke pimpinan KPK. Namun, belum diambil tindakan apa pun. Ketika, muncul desakan dari masyarakat sipil agar KPK memeriksa Firli secara etik, hal tersebut baru dilakukan.

Hasilnya pun tidak diumumkan ke publik oleh KPK. Tiba-tiba, ia ditarik pulang ke Mabes Polri. 

Firli juga sempat diprotes oleh penyidik internal di KPK lantaran diduga sebagai pihak yang menghalangi pengusutan kasus-kasus besar di institusi antirasuah. 

Tahap seleksi selanjutnya yang harus diikuti oleh 20 capim yang lolos adalah tes kesehatan, wawancara dan uji publik. Tes kesehatan akan dilakukan pada Senin, 26 Agustus 2019. Untuk tahap wawancara dan uji publik akan dilakukan pada tanggal 27-29 Agustus 2019.

"Peserta yang lolos profile assessment wajib mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Apabila tidak hadir, maka dinyatakan gugur," kata Yenti pada siang ini. 

Jika kamu memiliki informasi mengenai latar belakang capim, bisa mengirimkan masukan itu ke alamat surat elektronik panselkpk2019@setneg.go.id. Kamu juga bisa mengirimkan informasi tersebut ke KPK melalui call centre di nomor 198 atau melalui surel pengaduan@kpk.go.id. Jangan lupa kalian tulis di subjek surel CAPIM.

Baca Juga: Tak Ada Nama Laode Syarif, Ini 20 Capim KPK yang Lolos

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You