Comscore Tracker

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan Istrinya

Kisah asmara proklamator yang menginspirasi

Sukarno dikenal sebagai tokoh proklamator yang menginspirasi. Selain dikenang sebagai presiden pertama Republik Indonesia, kehidupan pribadinya selalu menarik untuk diikuti.

Pria berjuluk "Putra Sang Fajar" itu dikenal menjalin banyak hubungan romansa. Berikut ini telah IDN Times rangkum kisah asmara Sukarno dengan 9 orang istrinya.

1. Siti Oetari Tjokroaminoto

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan IstrinyaBerbagai sumber

Siti Oetari Tjokrominoto diketahui sebagai istri pertama Sukarno. Dia putri sulung dari Said Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam sekaligus guru Sukarno.

Saat menjalin asmara, Oetari dan Sukarno sama-sama belia. Sukarno masih berusia 20 tahun, dan terpaut empat tahun lebih tua dari sang istri.

Setelah menikah, rumah tangga mereka tidak berlangsung lama. Sukarno menggugat Oetari setelah dia memutuskan untuk melanjutkan studinya di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang disebut ITB).

2. Inggit Garnasih

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan Istrinyakepustakaan-presiden.perpusnas.go.id

Sukarno bertemu Inggit Garnasih saat berkuliah di bandung. Inggit merupakan anak ibu pemilik kos yang ditinggali Sukarno. Keduanya kemudian menikah pada tahun 1923.

Terpaut usia yang lumayan jauh, hubungan asmara mereka tergolong langgeng. Mereka menikah selama 20 tahun, sebelum akhirnya berpisah tanpa dikaruniai anak. Inggit menggugat cerai karena tak ingin Sukarno punya istri kedua.

3. Fatmawati

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan Istrinyakepustakaan-presiden.perpusnas.go.id

Sukarno bertemu Fatmawati yang bernama asli Fatimah dalam masa pembuangannya di Bengkulu. Suarno dan Fatmawati terpaut usia 22 tahun.

Dari pernikahannya, Sukarno dan Fatmawati dikaruniai lima anak. Masing-masing Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Fatmawati kemudian dikenang sebagai ibu negara, sebab jadi saksi kemerdekaan RI. Dia merupakan penjahit pendera pusaka merah putih.

4. Hartini

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan Istrinyakepustakaan-presiden.perpusnas.go.id

Selanjutnya adalah kisah Sukarno dan Hartini. Kisah romansa mereka dimulai di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Saat itu, Hartini telah menyandang status janda dan memiliki lima orang anak.

Dalam pernikahannya dengan Sukarno, ia melahirkan dua orang anak. Mereka adalah Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra.

Meski memiliki banyak halangan dan rintangan, kisah cinta mereka berlangsung sampai maut memisahkan. Sukarno dikisahkan menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan Hartini pada 21 Juni 1970.

5. Kartini Manoppo

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan IstrinyaBerbagai sumber

Sukarno jatuh cinta pada pandangan pertama oleh potret Kartini Manoppo yang dilukis oleh Basuki Abdullah. Perempuan yang bekerja sebagai pramugari Garuda Indonesia ini, merupakan istri kelima dari Sukarno.

Dirinya sering kali di minta ikut terbang bersama Sukarno ketika kunjungan ke luar negeri. Perempuan asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara ini, sempat pindah ke Eropa.

Pernikahan mereka berlangsung di tahun 1959 dengan pernikahan siri yang tertutup. Mereka dikaruniai satu orang anak laki-laki bernama Totok Suryawan Sukarno. Tak lama dari kelahiran anak semata wayangnya, mereka berdua pun berpisah.

Baca Juga: Bangga, 9 Negara Ini Beri Penghormatan Bersejarah pada Soekarno

6. Haryati

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan IstrinyaBerbagai sumber

Haryati dikenal sebagai penari istana sekaligus Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Berkat pekerjaannya tersebut, ia mendapat banyak kesempatan untuk sering bertatap muka dengan Sukarno.

Pernikahan keduanya berlangsung pada tanggal 21 Mei 1963. Sayangnya, kisah asmara mereka terhitung singkat. Keduanya akhirnya bercerai setelah 3 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.

7. Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan Istrinyainstagram.com/dewisukarnoofficial

Naoko Nemoto adalah seorang perempuan asal Tokyo, Jepang. Dirinya bertemu dengan Sukarno di usia ke-19 tahun.

Paras dan daya tariknya membuat Sukarno sempat tergila-gila dengannya. Naoko pun diajak berlibur ke Pulau Dewata, tepatnya pada tahun 1959. Sukarno memintanya untuk mengganti namanya menjadi "Ratna Sari Dewi".

Kini, Ratna Sari Dewi masih sering malang-melintang di jagat hiburan negeri kelahirannya, di Jepang. Ia memiliki seorang anak dari Sukarno bernama Kartika Sari Dewi Soekarno.

8. Yurike Sanger

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan IstrinyaBerbagai sumber

Pada tahun 1963, Sukarno bertemu dengan Yurike Sanger. Rentang usia yang terlampau jauh, gak menyurutkan rasa ketertarikan Sukarno terhadap Yurike.

Ia rutin mengirimnya surat cinta dan hadiah. Perasaannya tersebut bersambut manis dan berbuah pernikahan yang berlangsung pada tahun 1964. Tiga tahun kemudian, Sukarno meminta untuk bercerai karena khawatir dengan kondisinya yang kurang baik kala itu.

9. Heldy Djafar

Kisah Cinta Penuh Romantis Sukarno dan Sembilan IstrinyaBerbagai sumber

Kisah cinta yang terakhir adalah tentang Sukarno dan Heldy Djafar. Heldy adalah seorang perempuan kelahiran Kalimantan Timur yang saat itu masih berusia remaja kala bertemu dengan Sang Proklamator, tepatnya di usia 18 tahun. Sedangkan, Sukarno sendiri telah berusia 65 tahun.

Setelah beberapa tahun menikah, Heldy melayangkan permintaan pisah karena situasi kenegaraan yang tak menentu. Permintaan itu tak dikabulkan oleh Sukarno. Namun, di usia ke-21 tahun, Heldy menikah kembali bersama Gusti Suriansyah Noor.

Itu dia 9 kisah asmara Sang Proklamator yang paling menyentuh hati. Semoga menginspirasi, ya!

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalamanan unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: Seatap di Rumah Peneleh, Kisah Soekarno dan Sang Guru Tjokro 

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya