Comscore Tracker

Sejarah Idul Adha dan Perintah Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail

Perintah kurban untuk menguji keimanan Nabi Ibrahim

Jakarta, IDN Times - Jumat (31/7/2020) bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah. Pada hari ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha atau kurban.

Kurban merupakan ibadah berupa penyembelihan hewan ternak, baik kambing, sapi, atau kerbau, lalu membagikan dagingnya kepada orang-orang. Dilansir nu.or.id, berkurban pada Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu. 

Perintah ibadah kurban pertama kali datang kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam. Allah SWT menguji keimanan Ibrahim dengan memintanya menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Berikut asal mula Idul Adha dan kisah nabi Ibrahim saat diperintah sembelih Nabi Ismail.

1. Ismail lahir saat Nabi Ibrahim mendekati umur 100 tahun tapi harus disembelih

Sejarah Idul Adha dan Perintah Nabi Ibrahim Menyembelih IsmailIlustrasi sembahyang (IDN Times/Mardya Shakti)

Nabi Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar, sudah lama memantikan kehadiran putra, saat akhirnya Ismail lahir. Menurut riwayat,  Ismail lahir ketika Nabi Ibrahim berusia hampir 100 tahun.

Pada usia senja, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah SWT supaya dikaruniai anak saleh. Doanya dikabulkan, Allah menganugerahkan seorang anak yang mulia dan penyabar.

Seriing waktu, Ismail beranjak besar. Saat dia berusia sekitar 14 tahun, Allah SWT menguji ketaatan dan keihklasan Nabi Ibrahim dan putranya itu. Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih Ismail. 

Perintah ini datang dalam mimpi Nabi Ibrahim yang kemudian disampaikan kepada Nabi Ismail untuk meminta pendapatnya. 

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ

Artinya: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.” (Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 102).

2. Allah menggantikan kurban dengan hewan sembelihan besar

Sejarah Idul Adha dan Perintah Nabi Ibrahim Menyembelih IsmailIlustrasi berdoa (IDN Times/Sukma Shakti)

Mendengarkan perkataan ayahnya, Ismail tidak bersedih atau takut. Dia menganggap mimpi ayahnya sebagai perintah Allah SWT, dan menjawab dengan penuh sabar serta ikhlas:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim pun membaringkan Ismail di atas pelipisnya, setelah itu Allah SWT pun berfirman kepadanya:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Artinya: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik.” (Surat As-Shaffat, ayat 104 -105).

Sebagai balasan atas ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail, Allah pun menghadirkan seekor hewan sembelihan yang besar untuk menggantikan Ismail. Peristiwa itu pun memulai kegiatan berkurban setiap hari Raya Iduladha hingga saat ini.

3. Hikmah dibalik berkurban

Sejarah Idul Adha dan Perintah Nabi Ibrahim Menyembelih IsmailLapak pedagang sapi kurban di Samarinda yang masih sepi peminat jelang H-10 pelaksanaan Iduladha. (IDN Times/Zulkifli Nurdin)

Berkurban hukumnya sunah, sebagai pengingat atas kejadian besar itu, juga agar manusia taat dan berserah diri kepada Allah SWT, dan agar manusia makin mengerti bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan, serta tidak ingin menganiaya manusia dengan ujian.

Dari peristiwa ini, juga menjadi pelajaran bahwa Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: ”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Baca Juga: Hukum Jual Beli Hewan Kurban Secara Daring Menurut Syariah Islam

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya