Comscore Tracker

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anak

#IDNTimesLife Sesuaikan screen time dengan usia anak

Otak bayi berkembang pesat pada dua tahun pertamanya. Di masa itu, sangat penting baginya mengeksplorasi lingkungan dan pengalaman dari berbagai suara, rasa, dan tekstur.

Anak juga perlu berinteraksi langsung dengan orang sekitar, makhluk hidup lain, dan alam untuk belajar lebih banyak. Namun sebagian orang merasa situasi sulit, sebab anak cenderung lebih tertarik memainkan gawai yang penuh dengan hiburan menarik.

Buat kamu para orang tua, berikut ini panduan screen time untuk si kecil sesuai umur. Pastikan dia tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk TV, tablet, laptop, smartphone, dan gaming.

1. Berapa usia minimal anak boleh menatap layar elektronik?

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anakilustrasi panduan screen time si kecil untuk orangtua (pexels.com/Julia M Cameron)

Dikutip dari Kidshealth, American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan orang tua tidak memberikan anak layar elektronik saat berusia kurang dari 18 bulan. Kecuali untuk panggilan video bersama keluarga atau teman, yang termasuk interaksi berkualitas bagi mereka.

Anak usia 18-24 bulan bisa diberi gawai dengan pendampingan orang tua atau pengasuh. Pada usia 2-3 tahun, anak seharusnya tidak menonton lebih dari satu jam.

Yang mesti orang tua perhatikan adalah apa saja yang ditonton anak. Setidaknya, anak belajar sesuatu dari apa yang dia lihat di layar.

2. Penting untuk menyeimbangkan waktu menatap layar dengan aktivitas pengembangan diri lain

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anakilustrasi panduan screen time si kecil untuk orangtua (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menurut jurnal Panduan Screen Time untuk Orangtua oleh Indian Academy of Pediatrics (IAP), penting bagi anak usia lebih dari lima tahun hingga remaja untuk menyeimbangkan waktu menatap layar dengan aktivitas lain sebagai pengembangan diri. Aktivitas yang dimaksud misalnya olahraga, tidur, makan, belajar, hobi, atau waktu bersama keluarga. 

Menurut jurnal yang terbit pada 7 April 2021 itu, ada dampak yang terjadi ketika anak terlalu lama menggunakan layar. Beberapa aspek yang berpengaruh di antaranya adalah sebagai berikut: 

  1. Kesehatan fisik: obesitas, gangguan tidur, sakit kepala, sakit punggung, dan mata;
  2. Kesehatan mental: keerlambatan bicara, hiperaktif, agresif, kekerasan, tingkat konsentrasi rendah, ketakutan untuk tertinggal, ketakutan untuk dikeluarkan, cyberbullying, adiksi terhadap media, gangguan persepsi seks karena terpapar pornografi, penggunaan obat terlarang, kecemasan, depresi, hingga kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri;
  3. Sosial: kemampuan sosial yang rendah dan mengalami kecemasan sosial;
  4. Skolastik: gangguan dalam performa akademik.

3. Peralatan digital tidak sepenuhnya buruk apabila digunakan secara tepat

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anakilustrasi panduan screen time si kecil untuk orangtua (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sebagian anak sepertinya sudah menggunakan gadget sedari kecil, mengingat teknologi berkembang pesat. Namun, sebenarnya apa saja manfaat dari peralatan digital dan teknologi terhadap tumbuh kembang anak? Berikut beberapa manfaat peralatan digital yang dikutip dari Kidshealth.

  • Anak bisa belajar dan mengetahui banyak hal;
  • Beberapa peralatan memudahkan berkomunikasi dengan teman, orangtua, hingga interaksi sosial lain;
  • Memainkan gawai secara sehat membantu anak lebih dekat dengan orangtua, rileks, dan bisa menjadi sarana hiburan;
  • Beberapa akun di Youtube dan media lain memberi kesempatan anak mengembangkan bakat mereka;
  • Memenuhi permintaan program komputer spesial untuk anak-anak dengan berkebutuhan khusus seperti autism serta anak dengan gangguan belajar lain.

Baca Juga: 7 Cara Mengimbangi Waktu Screen Time si Kecil dengan Belajar

4. Bagaimana mengajarkan anak memiliki sikap sopan dan tanggung jawab selama mengakses internet?

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anakilustrasi panduan screen time si kecil untuk orangtua (pexels.com/Kamaji Ogino)

Sebelum memberikan izin pada anak untuk bermain gawai atau internet, orangtua harus membekali mereka perihal penggunaan yang sopan dan bertanggung jawab. Perlu ada semacam aturan dan durasi saat bermain online, mengakses aplikasi, sosial media, atau gaming. IAP memberikan panduan terkait hal ini, yang mana adalah sebagai berikut:

  1. Aturan perihal bagaimana hubungan interpersonal dengan orang lain: memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan, jangan pernah mengunggah pesan yang menyakitkan;
  2. Gunakan bahasa yang benar untuk berkomunikasi: menghindari penggunaan kata-kata makian, tidak menggunakan huruf besar ketika mengetik karena itu menandakan kamu sedang berteriak;
  3. Menghargai legalitas dari suatu karya dengan tidak mengunduh atau menggandakan tanpa permisi;
  4. Berpikir sebelum mengetik, mengunggah, atau membagikan sesuatu: apakah itu benar, baik, dan legal?; 
  5. Jangan bertemu teman yang baru dikenal di internet sendirian, yang mana kamu belum pernah bertemu dengannya sebelumnya;
  6. Selama belajar secara online atau daring, ikuti kelas dengan sigap dan ikuti instruksi dari guru. 

5. Orangtua berperan sebagai model dalam menggunakan media secara sehat bagi anak

5 Panduan Orang Tua untuk Penggunaan Gawai pada Anakhttps://www.pexels.com/photo/ethnic-woman-with-child-sitting-on-sofa-with-netbook-5093639/

Waktu menatap layar, baik sebentar maupun lama, akan berpengaruh pada anak. Menurut IAP, pembelajaran terbaik adalah dari bagaimana orangtua mencontohkan dengan perilaku mereka.

Anak akan mengikuti penggunaan yang sehat bila mana orangtua bisa berperan sebagai model dan warga digital yang sehat dan bertanggung jawab. Jadi, ia paham bahwa yang dilakukannya bukan sekadar teori saja.

Itu tadi beberapa paparan mengenai panduan screen time si kecil untuk orangtua. Semoga bisa jadi referensi dan kamu praktikkan, ya!

Baca Juga: Penghilang Stres, Ini 5 Manfaat Bermain Playdough untuk Anak-anak

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya