Comscore Tracker

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah

Salat Idulfitri bisa dilakukan sendiri atau berjemaah

Hari raya Idulfitri adalah perayaan bagi seluruh umat muslim. Pada hari itu dianjurkan untuk menampakkan kebahagiaan dan kegembiraan. Pada hari lebaran, kita juga dianjurkan menjalankan salat Id.

Menurut laman nu.or.id, salat Id hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya sejak tahun kedua hijriah hingga beliau wafat. Ibadah tersebut kemudian dilanjutkan oleh para sahabat.

Tidak ada perbedaan syarat dan rukun salat Id dengan salat fardhu lima waktu. Tapi ada beberapa teknis yang berbeda dari salat pada umumnya, yang bersifat sunnah.

Shalat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya. Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah daripada tidak sama sekali. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang panduan salat Idulfitri 1441 Hijriah. Tahun ini salat Idulfitri digelar di rumah masing-masing di tengah pandemik COVID-19.

Fatwa MUI memuat pedoman tentang salat Idulfitri, baik secara sendiri atau pun berjemaah di rumah. Berikut niat dan cara shalat Idulfitri di rumah yang bisa kamu terapkan nanti.

1. Hukum salat Idulfitri di rumah

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di Rumahpexels/Andreea Ch

Poin ketiga pada Fatwa MUI tentang ketentuan dan cara salat Idulfitri menyebutkan bahwa salat ID bisa dilaksanakan di rumah, baik secara berjemaah bersama anggota keluarga maupun sendiri. Ini dilakukan, terlebih pada kawasan dengan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.

Salat di rumah sebagai upaya mencegah agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.

2. Ketentuan dan cara salat Idulfitri di rumah

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di RumahIDN Times/Rizka Yulita

Berikut adalah ketentuan MUI perihal salat Idulfitri yang dilakukan di rumah:

  • Salat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah, dapat dilakukan secara berjemaah dan dapat dilakukan secara sendiri.
  • Jika salat Idulfitri dilaksanakan secara berjemaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
  1. Jumlah jemaah yang salat minimal 4 orang, terdiri dari satu orang imam dan 3 orang makmum.
  2. Kaifiat salat mengikuti ketentuan angka III (Panduan Kaifiat Salat Idulfitri Berjemaah) dalam fatwa ini.
  3. Usai salat Id, khatib melaksanakan khotbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
  4. Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat, jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka salat Idulfitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah.
  • Jika salat Idulfitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
  1. Berniat salat Idulfitri secara sendiri.
  2. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).
  3. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III (Panduan Kaifiat Salat Idulfitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
  4. Tidak ada khotbah

Baca Juga: Simak Panduan Lengkap Salat Idulfitri di Rumah menurut Fatwa MUI

3. Panduan kaifiat (tata cara yang baik) untuk salat Idulfitri berjamaah

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di RumahIDN Times/Dwi Agustiar

Kaifiat salat Idulfitri berjamaah dan mandiri yang bisa dilakukan di rumah adalah sebagai berikut:

  • Sebelum salat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  • Salat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.
  • Memulai dengan niat salat Idulfitri, yang jika dilafalkan berbunyi;

                                                                                أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ  رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا)  لله تعالى

“Aku berniat salat sunah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  • Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

                                                                                               سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

  • Membaca surah al-Fatihah, diteruskan dengan membaca surah yang pendek dari Al-Qur'an.
  • Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.
  • Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca:

                                                                                                سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

  • Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  • Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
  • Setelah salam, disunahkan mendengarkan khotbah Idulfitri.

Baca Juga: Tata Cara, Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaan Salat Istikharah

4. Panduan kaifiat khotbah Idulfitri jika jumlah jamaah lebih dari empat

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di RumahPexels/ Ali Arapoglu

Berikut panduan kaifiat khotbah Idulfitri jika jumlah jemaah lebih dari empat orang:

  • Khotbah ‘Id hukumnya sunah yang merupakan kesempurnaan salat Idulfitri.
  • Khotbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  • Khotbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khotbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.
  • Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
  2. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
  3. Membaca selawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
  4. Berwasiat tentang takwa.
  5. Membaca ayat Al-Qur'an
  • Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
  2. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
  3. Membaca selawat nabi SAW, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
  4. Berwasiat tentang takwa.
  5. Mendoakan kaum muslimin

Menurut ketentuan salah Idulfitri di rumah oleh MUI, poin ketiga menyebutkan bahwa khatib melaksanakan khotbah dengan mengikuti ketentuan angka keempat yang berbunyi:

"Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka salat Idulfitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khotbah".

Artinya apabila jumlah jamaah kurang dari empat, maka tidak diwajibkan adanya khotbah dalam salat.

5. Waktu pelaksanaan salat Idulfitri

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di Rumahunsplash/ Fahrul Azmi

Dalam buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu, ulama Wahbah al-Zuhayli menjelaskan lebih detail mengenai waktu pelaksanaan salat Idulfitri, yaitu pada setengah jam setelah terbit matahari hingga sesaat sebelum tergelincirnya matahari ketika zuhur. 

Itu tadi ketentuan dan tata cara pelaksanaan salat Idulfitri yang dianjurkan oleh MUI. Semoga bisa jadi acuan untuk ibadah di rumah kamu nanti ya!

Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di RumahIDN Times/Arief Rahmat
Panduan, Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di RumahIDN Times/Arief Rahmat

Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri, Boleh Berjemaah di Rumah

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya