Comscore Tracker

Ternyata Begini Sistem Imun Orang usai Terjangkit COVID-19

Sangat mungkin seseorang terinfeksi untuk kedua kali

Belum lama ini pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Twitter, menuai sorotan publik. Lewat akun @realDonaldTrump, dia menyebut dirinya mungkin kebal setelah terjangkit COVID-19.

Pada videonya, Trump juga menyatakan kondisi dirinya sudah membaik. Dia juga memotivasi warga AS tidak takut menghadapi pandemik.

Soal kekebalan tubuh, apakah orang yang pernah terjangkit COVID-19 bisa terkena kembali di masa depan? Lalu bagaimana respons sistem imun saat tubuh terpapar lagi untuk kali kedua?

1. Sistem imun bisa mengenali virus corona jika terjangkit kembali

Ternyata Begini Sistem Imun Orang usai Terjangkit COVID-19purdue.edu

Orang yang terinfeksi COVID-19 masih sangat mungkin terinteksi untuk kedua kalinya. Dokter spesialis paru-paru di Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, dr. Yahya, Sp.P, membernarkan soal itu. Tapi orang yang terinfeksi ulang tidak akan merasakan gejala yang sehebat saat pertama kali terjangkit.

"Ini karena sistem imun sudah terbentuk. Istilahnya sistem imun sudah tidak naif lagi. Daya tahan tubuhnya sudah mengenal virus ini, sehingga bisa langsung menghadapinya," tutur dr. Yahya.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa tidak ada bukti orang yang sudah pulih dari COVID-19 aman dari infeksi berikutnya. Tapi dilansir Stat News, para ahli imunologi menyebut respons imun bisa mencegah penyakit yang lebih parah daripada infeksi pertama.

Baca Juga: Banyak Pasien COVID-19 Mengalami Gejala Neurologis, Bisa Picu Stroke?

2. Selepas sembuh, "bangkai" virus masih tertinggal di saluran napas

Ternyata Begini Sistem Imun Orang usai Terjangkit COVID-19clevelandclinic.org

Kadang orang sudah sembuh tapi ketika diperiksa dengan tes PCT, hasilnya masih positif. Menurut dr. Yahya, mengutip jurnal di Korea Selatan, hal itu bukan reinfeksi. Melainkan sisa-sisa "bangkai" virus pada orang yang sudah sembuh.

"Padahal, orang ini punya data 2 kali swab terakhir yang hasilnya negatif, sehingga dinyatakan sembuh. Kemudian di-tracing lagi untuk penelitian, ternyata swab-nya positif. Ternyata, virusnya masih ada di saluran napas," terang alumni Universitas Airlangga ini.

Sisa-sisa virus corona terdapat pada lapisan lendir, yang jadi tempat tinggalnya. Makanya sangat mungkin orang kembali dinyatakan positif dalam satu hingga tiga bulan setelah sembuh.

3. Pasien yang dinyatakan sembuh perlu mengisolasi diri selama 2 minggu ke depan

Ternyata Begini Sistem Imun Orang usai Terjangkit COVID-19phillymag.com

Pasien dinyatakan sembuh dengan syarat dua kali swab dan hasilnya negatif. Namun, muncul kekhawatiran apakah mereka masih bisa menularkan virus ke orang lain? Terlebih, ada kasus di mana hasil swab terakhir negatif, tetapi ketika di-swab lagi hasilnya positif.

"Itu yang harus diwaspadai. Pesan yang selalu disampaikan pada pasien pasca rawat inap (yang sudah sembuh) adalah jangan lupa tetap isolasi mandiri. Sampai kapan? Setidaknya dua minggu setelah keluar dari rumah sakit," ujar dr. Yahya.

Penting untuk tetap waspada setelah dinyatakan sembuh. Di antaranya dengan menerapkan physical distancing, selalu memakai masker saat ke luar rumah, rajin mencuci tangan, dan tidak pergi ke luar rumah bila tidak ada urusan mendesak.

4. Apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan diri pasca sembuh dari COVID-19?

Ternyata Begini Sistem Imun Orang usai Terjangkit COVID-19tasteofhome.com

Banyak bukti menunjukkan bahwa COVID-19 membuat fungsi paru-paru menurun. Contohnya, pada studi berjudul "Impact of Coronavirus Disease 2019 on Pulmonary Function in Early Convalescence Phase" yang dipublikasikan di jurnal Respiratory Research. Lantas, bagaimana cara memulihkan kembali fungsi paru-paru pasca sembuh dari COVID-19?

"Untuk memulihkannya nggak langsung, pelan-pelan bertahap sesuai kemampuannya. Biasanya yang disarankan ada tiga, yaitu jalan kaki sehari 30 menit, bersepeda, dan berenang. Kalau lari atau sprint, saya kira tidak," saran dr. Yahya.

Selain itu, tetap harus menjaga daya tahan tubuh, tidak hanya untuk melindungi dari virus corona, tetapi untuk semua penyakit. Caranya adalah konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga dan istirahat yang cukup, dan jangan takabur.

"Jangan mentang-mentang bilang 'saya sehat saya kuat' lalu ke luar rumah tanpa masker. Bukan masalah dia nanti mati atau tidak, tapi dikhawatirkan ia menjadi orang tanpa gejala dan menularkan ke orang lain. Harus sadar dengan tanggung jawabnya," tegas dr. Yahya.

Itulah kondisi sistem imun seseorang yang pernah terjangkit COVID-19, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemulihan diri pasca dinyatakan sembuh. Jaga daya tahan tubuh tetap optimal lewat pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan selalu patuhi protokol kesehatan.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Daftar Obat untuk Terapi COVID-19 yang Diproduksi BUMN dan Kegunaannya

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya