Comscore Tracker

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantavirus

Tikus disebut membawa dan menularkan hantavirus

Hantavirus jadi perbincangan masyarakat global setelah ditemukan seorang laki-laki di asal provinsi Yunnan, Tiongkok, meninggal dunia setelah hasil diagnosis medis dinyatakan positif hantavirus. Dikutip Global Times, korban meninggal pada Selasa (24/3). Atas kejadian itu, 32 orang yang berada satu bus dengan korban dicek kesehatannya.

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau yang lebih dikenal sebagai hantavirus sebenarnya bukanlah hal yang baru. Penyakit ini pernah mewabah di tahun 1993 di Amerika Serikat. Namun apakah penyakit ini sebenarnya? Akankah separah virus corona yang sedang mewabah sekarang? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Tikus disebut membawa dan menularkan hantavirus

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantaviruseuroimmunblog.com

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus termasuk penyakit zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan utama yang menjadi media penyebarannya adalah tikus. 

Penularan pada manusia biasa terjadi jika kita melakukan kontak dengan urine, saliva, dan kotoran hewan tersebut. Bisa juga melalui daging tikus jika kita tidak sengaja memakannya. Penularan lain juga mungkin terjadi melalui gigitan, tapi tingkat terjangkitnya cukup kecil.

2. Gejala apa saja yang ditunjukkan penderita hantavirus?

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantavirusbustle.com

Menurut jurnal Iowa State University, gejala hantavirus baru akan dimulai dua hingga empat minggu setelah pasien terinfeksi. Gejalanya pun mirip seperti flu. Pasien akan mengalami demam hingga 38 derajat celsius, menggigil, sakit kepala, batuk dan nyeri sendi. Sebagian juga melaporkan bahwa mereka mengalami mual, muntah, hingga diare. 

Mungkin gejala di atas terdengar sepele. Namun perlu diketahui bahwa hantavirus bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Tingkat kematiannya pun bisa melejit sangat tinggi jika tidak ditangani dengan tepat. 

Baca Juga: Ini 7 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Membunuh Jutaan Orang

3. Hantavirus bisa mengakibatkan kematian dalam hitungan jam

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantavirusdeccanherald.com

Orang yang terdiagnosis penyakit hantavirus jenis HPS harus segera mendapatkan penanganan medis. Sebab jika mereka tidak ditangani dengan tepat, kondisi akan memburuk secara drastis. 

Gejala batuk dan sesak napas yang dialami pasien akan menimbulkan pecahnya pembuluh darah di sekitar paru-paru. Ini kemudian membuat organ tersebut terus terisi cairan. Ketika itu terjadi, jantung akan sulit memompa darah. 

Kombinasi semua kondisi tersebut akan menimbulkan syok, kegagalan paru-paru atau jantung, dan kematian. Penyakit ini bahkan bisa membuat seseorang meninggal hanya dalam hitungan jam.

4. Penyakit ini juga bisa menyerang ginjal

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantavirusrenalandurologynews.com

Tidak hanya merusak pernapasan, virus tersebut juga bisa menyerang ginjal. Kondisi tersebut dinamakan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Gejala yang ditimbulkan sama, yang berbeda adalah komplikasinya. 

Jika HPS menyebabkan kegagalan paru-paru, pasien HFRS bisa mengalami gagal ginjal. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah membuat ginjal tidak mampu bekerja dengan seharusnya. 

5. Tingkat kematian penderita hantavirus mencapai 30 persen, namun tidak bisa menular dari manusia ke manusia

1 Orang di Tiongkok Meninggal dan 32 Cek Kesehatan karena Hantavirusfirstpost.com

Seakan komplikasinya tidak cukup buruk, tingkat kematian yang disebabkan oleh infeksi hantavirus pun cukup tinggi, yakni 30 persen. Ini kurang lebih sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan COVID-19 yang kini sedang mewabah. 

Kabar baiknya, hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Sumber penularan hanya satu, yaitu kontak dengan tikus. Jadi, penyakit ini tidak akan merebak dengan cepat terutama di tempat dengan sanitasi yang baik. 

Walaupun kemungkinannya untuk mewabah cukup kecil, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dengan virus ini. Cara pencegahan yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tinggal kita. Jangan melakukan kontak apa pun dengan tikus, begitu pula dengan kotoran dan urinenya. 

Kamu mungkin sudah mendengar ini ribuan kali, tapi kamu harus selalu cuci tanganmu setelah memegang benda-benda yang kotor. Apalagi yang memiliki kemungkinan terkontaminasi oleh kotoran tikus. Dengan begitu, risiko penularan pun dapat diminimalkan. 

Baca Juga: Ini Dampak pada Tubuh jika Kita Makan Daging Tikus, Mengerikan!

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya