Comscore Tracker

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman Penyembuh

Meski terlarang, tanaman itu punya khasiat untuk kesehatan

Jakarta, IDN Times - Saat ini ganja tergolong barang ilegal di Indonesia. Sesuai Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja digolongkan narkotika golongan kelas I.

Penggunaan ganja sebagai tanaman obat pun masih kontroversial di Indonesia. Seperti baru-baru ini, Kementerian Pertanian menggolongkannya sebagai tanaman obat, namun karena kontroversial, penetapannya dianulir.

Beda halnya dengan beberapa negara di dunia yang sudah melegalkan penggunaan ganja untuk medis. Misalnya di Kanada, Uruguay, Jamaika, dan Thailand.

Meski ilegal, ternyata ganja punya banyak manfaat bagi tubuh manusia. Itu jika digunakan sesuai dosis kesehatan yang telah ditentukan. Penasaran apa manfaatnya? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Ketahui ciri-ciri tanaman ganja

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman PenyembuhKapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana menunjukkan tumbuhan ganja saat penggerebekan ladang ganja di kawasan hutan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020). ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Tanaman ganja dikenali dengan bentuk daun lebar dan panjang serta menjari. Tanaman ini umumnya tumbuh pada pegunungan tropis, dengan ketinggian di atas seribu meter di atas permukaan laut. Pohon ganja bisa tumbuh maksimal lima meter.

Berbagai bagian tanaman ganja bisa dikonsumsi, mulai dari daun, batang, hingga bunganya. Cara mengonsumsinya pun berbeda-beda, mulai dari dimakan langsung hingga diolah terlebih dahulu.

Baca Juga: Mentan Yasin Limpo Tetapkan Ganja sebagai Komoditas Tanaman Obat

2. Nama lain ganja dan kandungan di dalamnya

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman PenyembuhIlustrasi tanaman/Pixabay

Beda tempat, beda juga penyebutan ganja. Tanaman ini antara lain juga disebut mariyuana, pot, weed, mary jane, hingga nama ilmiahnya, Cannabis.

Saat ini dunia ilmu pengetahuan mengenal tiga jenis ganja, yakni Cannabis sativa, Cannabis indica, dan Cannabis ruderalis.

Ganja mengandung Tetrahidrokanabinol dan Cannabidiol yang merupakan salah satu senyawa Cannabinoid. Kandungan tersebut bisa membuat pemakainya mengalami euforia.

3. Ganja dapat meredakan penyakit autoimun dalam tubuh manusia

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman PenyembuhIlustrasi Sakit (IDN Times/Mardya Shakti)

Ganja menghasilkan efek yang bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, salah satunya autoimun. Penyakit autoimun merupakan radang, yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat alih-alih memerangi penyakit di dalam tubuh yang semestinya menjadi fungsinya.

Peneliti dari University of South Carolina pada 2014, menemukan senyawa THC di dalam ganja yang mampu mengatasi kondisi pasien autoimun. Sebab, senyawa tersebut dapat mengubah molekul dalam DNA yang mempercepat proses peradangan menjadi pulih.

Baca Juga: Polemik Ekspor Ganja, Berikut Saran dari Profesor di Aceh

4. Ganja disebut dapat membunuh kanker dan meredam efek kemoterapi

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman PenyembuhIlustrasi daun ganja (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut studi yang dipublikasikan di situs cancer.org, senyawa Cannabinoids mampu membunuh sel kanker dan memblokir sejumlah pembuluh darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh. Senyawa Cannabinoids di dalam ganja ini, dipercaya efektif untuk mengobati penyakit kanker usus, kanker payudara, dan kanker hati.

Selain itu, berbagai studi juga mengungkap ganja sangat efektif meredakan efek samping kemotreapi, yakni rasa mual, muntah, dan hilang nafsu makan. Badan Pengawas Obat AS telah mengizinkan terapi obat-obatan berbasis Cannabinoid untuk pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

5. Ganja juga mampu melindungi otak manusia

Ilegal, Ini 5 Fakta Ganja sebagai Tanaman PenyembuhUnsplash.com/David Matos

Peneliti dari University of Nottingham berhasil membuktikan bahwa ganja mampu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan serangan stroke. Studi tersebut menyebut ganja membatasi area di dalam otak yang terkena dampak stroke.

Kendati belum dilakukan uji klinis, temuan tersebut memperkuat teori lain bahwa mariyuana juga mampu meminimalisasi kerusakan akibat trauma atau geger otak.

Baca Juga: Tuai Pro-Kontra, Mentan Cabut Aturan Penetapan Ganja Jadi Tanaman Obat

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya