Comscore Tracker

Ini Perbedaaan Sesak Napas antara Gejala COVID-19 dan Jantung

Sesak napas kian berat karena serangan jantung

Jakarta, IDN Times - Sesak napas merupakan salah satu gejala seseorang terinfeksi COVID-19. Namun, di tengah pandemik sering kali masyarakat tidak bisa membedakan sesak napas karena virus corona dan serangan jantung, akibatnya lambat penanganan hingga menyebabkan penderita meninggal dunia.

Siloam Hospital Kebon Jeruk (SHKJ) menggelar diskusi bertema The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic. Kegiatan dilakukan bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia yang jatuh hari ini, Selasa (29/9/2020), 

Dalam diskusi virtual tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Antono Sutandar mengatakan, sesak napas karena serangan jantung dan akibat COVID-19 berbeda.

"Perbedaan COVID-19 biasanya mengalami sesak napas disertai demam atau panas, dan keluhan pada saluran pernapasan atas, batuk, pilek," kata dia.

Baca Juga: Happy Hypoxia, Bahaya yang Tidak Disadari Pasien COVID-19

1. Orang yang terinfeksi COVID-19 merasakan sesak napas diikuti penurunan kemampuan indra penciuman

Ini Perbedaaan Sesak Napas antara Gejala COVID-19 dan JantungDPRD Sumut lakukan swab test pada anggota DPRD Sumut pada Selasa (29/9/2020). (Dok. Istimewa)

Selain itu, kata Antono, penderita COVID-19 juga mengalami penurunan indra penciuman dan perasa. Meski demikian, sesak napas yang dialami pasien COVID-19 tidak sampai membatasi aktivitas.

"Sesak napas yang disertai keluhan lidah tidak bisa merasakan makanan dan penciuman, maka kita anjurkan untuk lakukan swab," dia menyarankan.

2. Penderita jantung akan merasakan sesak napas yang semakin berat

Ini Perbedaaan Sesak Napas antara Gejala COVID-19 dan JantungDokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Antono Sutandar SpJP-K dalam diskusi The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic' (IDN Times/Dini suciatiningrum)

Sedangkan, sesak napas karena serangan jantung, membuat penderita tidak bisa beraktivitas karena sesaknya kian berat. Antono menerangkan, sesak pada penderita jantung disebabkan jantung tidak bekerja karena cairan terkumpul di paru-paru.

"Kondisi sesak napas pada penderita jantung harus segera mendapatkan perawatan, namun selama pandemik COVID-19 banyak yang takut ke rumah sakit," ucap dia.

3. Situasi pandemik membuat penderita jantung takut datang ke rumah sakit

Ini Perbedaaan Sesak Napas antara Gejala COVID-19 dan JantungDokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Maizul Anwar SpBTKV dalam diskusi The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic' (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Maizul Anwar menyebut, pandemik COVID-19 membuat pasien takut datang ke rumah sakit, bahkan sejak pertengahan Maret rumah sakit menunda operasi bedah jantung.

Untuk itu, Siloam Group melakukan alokasi perawatan COVID-19 di dua rumah sakit milik Siloam Group, yaitu Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang, Banten, dan Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan.

"Timbul ide yang menyatakan Siloam Hospital Kebon Jeruk merupakan clean hospitals yang bebas COVID-19. Meski demikian karena masih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pasien masih takut ke rumah sakit," ujar Maizul.

Baca Juga: Jangan Dibiarkan, Ini 5 Penyebab Jantung Berdebar Kencang

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya