Comscore Tracker

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukan

Bukannya wangi, malah tambah bau

Deodoran membantu kita tampil lebih percaya diri, dengan bau badan yang minim. Hampir semua orang menggunakannya sehari-hari.

Saking seringnya dipakai, ternyata ada kesalahan dalam memakai deodoran yang tidak disadari. Akibatnya bisa jadi 'senjata makan tuan'. Bukannya membuat badan wangi, malah jadi bau.

Simak penjelasan di bawah ini, tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin jadi kebiasaanmu dalam memakan deodoran sehari-hari.

Baca Juga: Alasan Mencuci Tangan Berlebihan Itu Tidak Baik, Pahami Risikonya

1. Salah menggunakan produk

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukanblog-well.ca

Nyatanya, banyak orang yang masih salah kaprah antara produk deodoran dan antiperspirant. Sekilas bentuknya memang mirip, ada yang hadir dengan varian semprot dan juga roll-on.  Namun keduanya jelas punya fungsi yang berbeda.

Deodoran seperti yang selama ini kita kenal, berguna menyamarkan bau pada badan, terutama pada ketiak. Sedangkan antiperspirant dipakai buat mengurangi keringat.

Delphine Lee, seorang dermatologis dan direktur Dermatological Center for Skin Health di Providence Saint John's Health Center, mengatakan bahwa antiperspirant mengandung aluminium klorida yang mencegah ekskresi keringat.

Keringatlah yang menyediakan "habitat" bagi mikroba untuk tumbuh, sehingga menghasilkan bau yang "menggebuk" hidung. Salahnya adalah jika kamu berkeringat seember, tapi malah pakai deodoran. Jika kamu lebih sering berkeringat, antiperspirant lebih disarankan untukmu.

2. Menggunakan di waktu yang salah

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukanindependent.co.uk

Kesalahan umum lain adalah penggunaan deodoran atau antiperspirant di aktu yang salah. Seorang ahli bedah kosmetik di Arizona, Mark Malek, berkata, sering kali orang-orang menyamakan waktu penggunaan deodoran dan antiperspirant. "Padahal beda," ujarnya.

Malek meluruskan bahwa deodoran bisa dipakai kapan saja. Sedangkan antiperspirant lebih baik dipakai saat petang, sebelum tidur, atau saat tubuh tidak banyak bergerak.

Malek menjelaskan bahwa dengan menggunakan antiperspirant sewaktu tubuh sedang pasif, keringat jauh lebih sedikit. Sebab zat-zat pada antiperspirant dapat lebih efektif menempel pada pori-pori.

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukantenor.com

Selain itu, hindari memakai deodoran atau antiperspirant setelah mandi. Jika tubuhmu basah, partikular deodoran malah ikut terbawa air sehingga tidak melekat di ketiak. Jadi, keringkan dulu badanmu sebelum menggunakannya.

Memakai dua produk itu setelah mencukur ketiak juga sama sekali tidak disarankan. Sebab setelah dicukur, lapisan kulit menjadi sensitif. Kandungan alkohol pada deodoran atau antipersepirant bisa menyebabkan kulit kering serta memancing alergi. Tunggu dulu beberapa jam setelah mencukur, baru hajar!

Baca Juga: 7 Kesalahan Deodoran yang Sering Kamu Lakukan, Jangan Ulangi Lagi deh

3. Terlalu "hemat"

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu LakukanLinisehat.com

"Ah, jangan semprot banyak-banyak. Nanti habis."

Memang, ada baiknya jika deodoran dan antiperspirant dapat bertahan lama sehingga kita tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk membelinya seminggu sekali. Namun, jika kamu menggunakan deodoran dan antiperspirant terlalu sedikit, kamu akan tetap bau!

Jika kamu mau tetap wangi, Malek menyarankan penggunaan deodoran atau antiperspirant secara merata di seluruh kelenjar keringat.

Malahan, jutaan orang tidak mengetahui bahwa deodoran atau antiperspirant tidak hanya dapat digunakan pada ketiak, namun juga di area tubuh yang sering menjadi "hutan rawa" akibat keringat, seperti di siku, betis, bahkan selangkangan!

4. Disemprotkan pada pakaian

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukangroundsystemsindex.com

Beberapa waktu, sering kali terlihat orang-orang menggunakan deodoran atau antiperspirant bukan pada tubuh, melainkan pada pakaian!?

"Why though?"

Apakah hal tersebut karena kamu menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama seperti parfum? Jika iya, jangan lakukan lagi, ya!

Kedua produk tersebut digunakan untuk menyamarkan bau badan agar lawan bicaramu tetap fokus padamu, bukan pada bau badanmu. Jika kamu menggunakannya pada pakaianmu, bau badanmu tetap saja menggeliat bebas.

5. Menggunakan produk yang sama

Jangan Diulangi, 5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Biasa Kamu Lakukanquora.com

Kesalahan terakhir yang sering dipandang sebelah mata mengenai penggunaan deodoran dan antiperspirant adalah penggunaan produk yang sama terus menerus. Bukannya seminggu sekali kamu mesti ganti. Maksudnya, kamu pun juga harus tahu saatnya produk yang sudah setia menemanimu dari awal pubertas hingga tumbuh dewasa bisa hilang khasiatnya.

Lee mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa kelenjar keringatmu sudah "kebal" terhadap deodoran atau antiperspirant yang kamu gunakan. Jika begitu, sudah saatnya kamu mencoba produk baru yang lebih "galak".

"Ih, tapi kan sayang!"

Eits, walaupun sayang, kalau produk itu tidak berguna, kamu akan tetap dicap sebagai "Bantar Gebang", lho! Jadi, pilih mana? Mau tetap bau bak Bantar Gebang atau wangi bak Taman Bunga Wiladatika? Jawab dalam hati saja.

Itulah kesalahan-kesalahan yang lazim dilakukan saat menggunakan deodoran atau antiperspirant. Demi menggaet hati si dia, jangan lakukan lagi, ya!

Baca Juga: Deodoran Gak Mempan? Ini 9 Cara Paling Ampuh Cegah Ketiak Basah 

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya