Comscore Tracker

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terduga

Menurunnya kesadaran dan gampang mengantuk juga jadi gejala

Sudah sepuluh bulan lebih dunia menghadapi pandemik COVID-19 akibat virus corona baru. Saat ini sejumlah kandidat vaksin mulai diuji dan memberikan harapan baru, yang diiringi temuan beberapa gejala baru yang dialami pasien COVID-19.

Studi yang melibatkan 509 pasien COVID-19 di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 80 persen pasien positif COVID-19 menunjukkan gejala gangguan saraf, yang turut meningkatkan risiko kematian. Studi dipublikasikan dengan judul "Frequent neurologic manifestations and encephalopathy‐associated morbidity in Covid‐19 patients" yang diterbitkan di jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology pada 5 Oktober 2020.

Berikut ini adalah daftar gejala baru pada pasien yang dilaporkan.

1. Mialgia (44,8 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terduganews-medical.net

Menurut penelitian itu, ada 228 pasien COVID-19 yang mengalami mialgia. Dilansir Johns Hopkins Medicine, kondisi itu berupa nyeri otot dan nyeri pada ligamen, tendon, dan fasia, jaringan ikat lunak yang menghubungkan otot, tulang, dan organ. Gejalanya berupa kram otot dan nyeri sendi.

Biasanya, penderita gejala ini mesti mengonsumsi obat ibuprofen dan asetaminofen untuk meredakan gejala. Bisa juga dengan kompres dingin di bagian yang sakit.

2. Sakit kepala (37,7 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terdugapixabay.com/Engin_Akyurt

Penelitian menemukan 192 pasien COVID-19 merasakan gejala sakit kepala. Menurut lembaga kesehatan di Connecticut, AS, Harford Healthcare, ada kasus seorang perempuan berusia 33 tahun yang tiba-tiba menderita sakit kepala hebat sebelum menunjukkan gejala COVID-19 umum lainnya. Belakangan diketahui dia punya riwayat migrain.

Sakit kepala termasuk salah satu gejala non pernapasan pada COVID-19. Menurut pakar sakit kepala di Hartford Hospital, Dr. Sandhya Mehla, gejala itu termasuk umum, selain demam, batuk, nyeri otot, dan sesak napas.

Baca Juga: Daftar Obat untuk Terapi COVID-19 yang Diproduksi BUMN dan Kegunaannya

3. Ensefalopati (31,8 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak TerdugaIlustrasi: Ensefalopati. emedicinehealth.com

Gejala berikutnya yang menimpa 127 pasien COVID-19 pada penelitian itu adalah ensefalopati. Berupa gangguan pada otak dengan gejala menurunnya kesadaran, dari gampang mengantuk hingga paling parahnya adalah kondisi koma. Menurut penelitian yang sama, ensefalopati termasuk gejala neurologis yang paling berbahaya.

Salah satu tim peneliti, dr. Igor Koralnik yang adalah supervisor di Klinik Neuro COVID-19 di Northwestern Memorial Hospital, Chicago, AS, mengatakan ensefalopati didapati pada pasien yang sudah dipulangkan, long hauler (pasien COVID-19 yang menderita gejala setelah sembuh), dan pasien COVID-19 yang tidak pernah dibawa ke rumah sakit.

"Ensefalopati, yang ditandai dengan perubahan fungsi mental mulai dari linglung ringan hingga koma, adalah gejala neurologis paling parah dari COVID-19," paparnya.

4. Pusing (29,7 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terdugaregionalneurological.com

Ada 151 pasien yang menunjukkan gejala pusing pada penelitian itu. Menurut studi lain, di antara pasien dengan gejala pada sistem pusat saraf, pusing termasuk gejala yang paling sering dialami.

Dikutip dari ENT, virus corona SARS-CoV-2 menghambat asupan oksigen ke otak sehingga menyebabkan pusing kepala. Selain itu, disebutkan juga bahwa saat SARS-CoV-2 menginfeksi otak, respons sistem imun yang memicu inflamasi juga mengganggu kinerja otak dan saraf.

5. Dysgeusia/parageusia (15,9 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terdugamedicalnewstoday.com

Ada gejala baru lain yang dialami pasien COVID-19, yaitu dysgeusia atau hilangnya kemampuan persa pada lidah secara tiba-tiba.

Menurut penelitian di Prancis berjudul "New loss of smell and taste: Uncommon symptoms in COVID-19 patients in Nord Franche-Comte cluster, France" yang dimuat dalam International Journal of Infectious Diseases bulan Agustus lalu, disebutkan bahwa gejala dysgeusia pada COVID-19 terekam pertama kali pada Maret 2020 di Prancis. Dari 70 pasien yang diteliti, setengahnya menunjukkan gejala tersebut.

Selain itu, sebuah studi berjudul "Dysgeusia in COVID-19: Possible Mechanisms and Implications" dalam jurnal Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, and Oral Radiology yang terbit pada September 2020 lalu menyalahkan berbagai faktor seperti hipoksia, anemia, dan terganggunya sirkulasi oksigen dalam darah yang membuat pasien COVID-19 mengalami dysgeusia.

6. Anosmia (11,4 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terdugabbc.com

Kemudian, gejala baru lainnya pada pasien COVID-19 adalah anosmia, atau kehilangan kemampuan penciuman pada hidung. Menurut penelitian tersebut, gejala anosmia ditemukan pada 58 pasien. Menurut penelitian di Tiongkok pada Juni 2020, "COVID-19 and anosmia: A review based on up-to-date knowledge" dalam American Journal of Otolaryngology, anosmia pun tampak saat pandemi SARS-CoV-1 pada 2003 lampau.

Dalam sebuah studi gabungan antara AS, Inggris, Belgia, dan Italia pada 27 Maret 2020 yang berjudul "Non-neuronal expression of SARS-CoV-2 entry genes in the olfactory system suggests mechanisms underlying COVID-19-associated anosmia" dalam jurnal Science Advances yang dimuat pada Juli 2020 lalu, anosmia pada COVID-19 bukan disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 pada saraf, melainkan pada sel pendukungnya. Karena tidak menyerang saraf olfaktori secara langsung, saat COVID-19 reda, maka anosmia seharusnya akan perlahan sirna.

7. Gejala lainnya (0,2-1,4 persen)

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak Terdugapixabay.com/Gerd Altmann

Gejala neurologis terakhir yang dilaporkan pada pasien COVID-19 adalah gangguan pergerakan tubuh seperti stroke, penurunan fungsi motorik dan sensorik, ataksia (gangguan neurologis yang membuat seseorang sulit mengendalikan gerakan sadar tubuhnya), dan kejang.

Menyerang Saraf, Ini 7 Gejala Terbaru COVID-19 yang Tak TerdugaStocksnap.io/Word Letters

Meskipun diketahui secara umum menyerang pernapasan, tetapi berbagai penelitian terus memberi informasi akan penyakit ini. Salah satunya adalah ragam gejala pada saraf yang dilaporkan dialami pasien COVID-19.

Temuan penelitian tersebut jangan sampai membuatmu panik. Tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, seperti:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik;
  • Usahakan tidak keluar rumah jika sedang tidak fit atau tidak ada keperluan penting;
  • Pembatasan sosial minimal 1,8-2 meter;
  • Memakai masker saat keluar rumah;
  • Tidak menyentuh mata, hidung, serta mulut.

Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Tetap optimis dan yakin bahwa kita akan segera melewati pandemi COVID-19 segera!

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Seperti Apa Sistem Imun Orang yang Pernah Terjangkit COVID-19?

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya