Comscore Tracker

Riset: Vaksin AstraZeneca Efektif buat COVID-19 Varian Delta

Evefektivitas vaksin ini diklaim mencapai 90 persen

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi jadi harapan untuk menurunkan tingkat penularan virus corona SARS-CoV-2 yang kini bermutasi jadi berbagai varian, termasuk yang terbaru varian Delta.

Saat ini, vaksin dari AstraZeneca-Oxford University termasuk yang banyak dipakai di dalam negeri. Tapi, apakah vaksin yang diberi nama Vaxzevria ini bisa menangkal virus corona varian baru? Cari tahu jawabannya di bawah sini.

1. Riset dari Oxford buktikan keampuhan AstraZeneca

Riset: Vaksin AstraZeneca Efektif buat COVID-19 Varian DeltaVaksin COVID-19 AstraZeneca (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Dikutip dari Reuters, vaksin AstraZeneca dan Pfizer (Comirnaty) menunjukkan efektivitas tinggi mencegah infeksi varian Kappa (B.1.617.1) dan Delta. Temuan itu dikemukakan lewat studi oleh Oxford pada 17 Juni 2021, dilaporkan lewat studi berjudul "Reduced neutralization of SARS-CoV-2 B.1.617 by vaccine and convalescent serum".

Studi yang dimual jurnal Cell itu melibatkan peneliti dari Afrika Selatan, Thailand, Amerika Serikat (AS), dan Brasil. Mereka menyelidiki kemampuan antibodi peserta yang sudah menerima dua dosis vaksin dalam mencegah varian Delta dan Kappa yang diketahui lebih mudah menular.

"Tidak ada bukti penyebaran luas. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi vaksin saat ini akan memberikan perlindungan terhadap garis keturunan B.1.617," tulis penelitian tersebut.

2. Inggris klaim AstraZeneca dapat menangkal varian Delta "lebih dari 90 persen"

Riset: Vaksin AstraZeneca Efektif buat COVID-19 Varian Delta(Ilustrasi) antrean untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Menurut penelitian Public Health England (PHE), vaksin AstraZeneca bisa mengurangi kemungkinan orang terkena varian Delta. Efektivitasnya diklaim mencapai hingga 90 persen!

PHE yang juga meneliti vaksin Comirnaty dari Pfizer-BioNTech, menyatakan vaksin dari AS tersebut 96 persen ampuh menahan varian Delta. Tidak berbeda jauh, PHE menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca tidak kalah ampuh, dengan efektivitas 92 persen.

Baca Juga: Gejala COVID-19 Varian Delta, Tak Jauh Beda tapi Lebih Parah

3. Varian Delta harus diwaspadai

Riset: Vaksin AstraZeneca Efektif buat COVID-19 Varian DeltaVirus SARS-CoV-2 (bintik kuning) menginfeksi sel apoptotik (merah) ANTARA FOTO/Institute of Allergy and Infectious Diseases, NIH/Handout via REUTERS_

Saat ini varian Delta tidak dapat diremehkan sebab sudah jadi ancaman global. Pada Jumat (18/6) lalu, kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO), dr. Soumya Swaminathan, mengatakan bahwa varian Delta adalah versi SARS-CoV-2 yang sekarang dominan secara global.

Selain itu, para peneliti Oxford juga menganalisis kemungkinan terinfeksi lebih dari sekali pada penyintas COVID-19. Menilai kemampuan antibodi dalam darah para penyintas COVID-19 dari varian Beta (B.1.351) dari Afrika Selatan dan varian Gamma (P.1) di Brasil, risiko terinfeksi varian Delta dinilai sangat tinggi.

4. Varian Alpha menjadi "teladan" untuk pencegahan varian lain

Riset: Vaksin AstraZeneca Efektif buat COVID-19 Varian Deltavaksin AstraZeneca (commons.wikimedia.org/gencat cat)

Pertama kali terdeteksi di Inggris pada November 2020, varian B.1.1.7 atau Alpha, justru ditemukan dapat memberikan perlindungan pada seluruh varian, termasuk varian Delta. Oleh karena itu, para peneliti Oxford menilai bahwa B.1.1.7 bisa menjadi "model" untuk vaksin generasi berikutnya.

"Yang menarik, infeksi B.1.1.7 tampaknya memberikan perlindungan silang terhadap semua variant of concern. Berarti B.1.1.7 mungkin menjadi kandidat vaksin varian baru untuk memberikan perlindungan terluas," papar penelitian tersebut.

Dengan temuan menjanjikan terhadap varian Delta tersebut, semakin banyak alasan bagi kita untuk tidak menolak vaksin AstraZeneca. Terlepas dari berita sumbang mengenai efek sampingnya, perlu dicatat kalau frekuensinya amat jarang—manfaatnya tetap jauh lebih besar daripada risikonya.

Baca Juga: Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm, Kenali Lebih Dekat

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya