Comscore Tracker

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHO

Bisa memicu iritasi hingga sesak napas

Saat ini umum kita jumpai aktivitas penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum maupun pemukiman penduduk. Cairan disinfektan memang salah satu cara paling ampuh untuk mengusir virus corona penyebab penyakit COVID-19 yang kini mewabah.

Disinfektan mengandung sejumlah cairan kimia yang efektif memberantas kuman. Dari alkool, cuka, hingga pemutih. Cairan ini biasanya disemprotkan ke barang atau benda yang sering disentuh manusia, untuk mencegah penularan virus.

Tapi, ada juga orang yang lebih jauh memanfaatkan disinfektan. Mereka menyemprotkannya kepada setiap orang yang bakal masuk ke rumah atau suatu tempat. Padahal, praktik seperti itu sangat berbahaya buat tubuh dan sangat tidak dianjurkan.

Ini beberapa alasan mengapa disinfektan tidak boleh disemprotkan ke tubuh.

1. Tidak bisa mengusir virus corona dari tubuh

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHOPenyemprotan disinfektan oleh petugas di perumahan (IDN Times/Sunariyah)

Badan Kesehatan Dunia WHO, lewat akun Instagram resminya, menjelaskan bahwa disinfektan tidak boleh disemprotkan ke tubuh. Apalagi dengan berharap bisa mengusir virus corona yang menempel pada tubuh dan pakaian.

Begini, virus corona yang menjangkiti manusia ada di dalam tubuh. Sehingga menyemprot kulit tidak akan sia-sia. Malah mahan kimianya seperti alkohol dan klorin bisa membahayakan selaput lendir seperti mata dan mulut. Selain itu, juga bisa merusak pakaianmu.

Disinfektan hanya efektif membunuh virus yang ada di benda, bukan di manusia. Kamu bisa mengaplikasikannya untuk mensterilkan benda sehari-hari di rumah, tapi sesuai dengan rekomendasi yang tepat.

2. Sifatnya mudah terbakar

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHOdigitalspy.com

Dikutip dari American Journal of Infection, cairan disinfektan khususnya yang berbahan alkohol sangat mudah terbakar jika di dekat api. Kamu bisa terbakar jika tidak sengaja berada dekat api setelah disemprot cairan itu.

Alkohol terbilang efektif dalam memberantas virus corona, tapi bahan ini juga masuk ke dalam klasifikasi bahan kimia yang memiliki potensi berbahaya.

Baca Juga: 4 Cara Bikin Semprotan Disinfektan Ampuh Lawan Virus Corona, Aman kok!

3. Memicu iritasi hingga sesak napas

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHOHealthline.com

Ada banyak jenis disinfektan yang efektif buat mensterilkan benda. Salah satunya berbahanformaldehyde. Tapi ini merupakan bahan kimia beracun dan karsinogenik yang dapat memicu iritasi mata, batuk, sesak napas, iritasi kulit, bronkitis kronis, dan asma. 

Saat beraksi dengan klorin, formaldehyde berpotensi membentuk karsinogen lain. Misalnya etilen oksida yang bisa bikin kamu keracunan apabila hanya terhirup saja. Ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Etilen oksida dapat merusak sistem saraf dan bahan kimia ini juga bersifat karsinogen.

4. Virus berpindah melalui mata, hidung, dan mulut

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHOIDN Times/Arief Rahmat

Kamu perlu ingat bahwa virus corona bisa masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut, bukan sekadar menempel di benda-benda tertentu saja. Ketika orang menyemprotkan disinfektan ke tubuh dan pakaian, ekspektasi mereka adalah virus yang menempel di tangan dan pakaian akan langsung hilang. 

Nyatanya, virus corona juga bisa berpindah dari orang lain ke tubuh kamu melalui mata, hidung, dan mulut. Melansir laman resmi pemerintah covid19.go.id, cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan bukan pada tubuh atau baju dan tidak akan melindungi kamu dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit.

Virus berpindah melalui percikan batuk atau bersin orang sakit yang kemudian terhirup oleh kamu atau menempel di permukaan benda yang kemudian disentuh lalu masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Cairan disinfektan dapat membersihkan virus yang menempel di permukaan benda seperti meja, gagang pintu, atau saklar lampu yang kerap disentuh orang.

Membersihkan permukaan benda-benda itu sangat penting bila kamu melakukan isolasi diri di rumah. Untuk menggunakan cairan disinfektan, pastikan kamu sudah membaca petunjuk di label produk. Pemakaian cairan disinfektan secara langsung ke tubuh dapat membahayakan diri kamu.

5. Bahaya pemutih untuk kesehatan tubuh

Bahaya Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini 5 Alasannya Menurut WHOUnsplash.com/CDC

Penggunaan bahan pemutih seperti Bayclin untuk pembuatan disinfektan menjadi favorit banyak orang. Bagaimana tidak, sudah bahan-bahannya murah, efektif dalam mengusir virus, gampang dibuat pula. Mengutip Tufts Environmental Health and Safety, tidak bisa dimungkiri bahwa pemutih bisa mengusir sejumlah virus seperti staphylococcus, streptococcus, E. coli dan salmonella, Norovirus, serta flu. 

Kendati begitu, pemutih juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Jangan pernah aplikasikan disinfektan berbahan Bayclin ke tubuh karena berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit. Apalagi jika disinfektan berbahan pemutih dicampur dengan disinfektan berbahan pembersih berbasis amoniak, risikonya menjadi lebih besar lagi.

Itulah beberapa hal yang perlu tahu kenapa kamu tidak boleh menyemprotkan disinfektan ke tubuh orang. Untuk itu, tetap bijak dalam menggunakan disinfektan. Gunakan ke benda saja, jangan disemprot ke orang lain kalau tidak ingin menimbulkan masalah baru.

Baca Juga: Cara Membersihkan Rumah yang Benar, Cegah Virus Corona

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya