Comscore Tracker

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan 

Masih ada orang yang malu jika kerabatnya mengidap epilepsi

Makassar, IDN Times - Masih banyak anggapan yang keliru dan terlanjut beredar di masyarakat mengenai epilepsi. Penyakit yang dikenal juga dengan nama ayan itu menyebabkan penderitanya kejang-kejang karena gangguan saraf.

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan epilepsi antara lain infeksi otak, cedera kepala, tumor otak atau faktor genetik.

Sayangnya, masih ada saja orang yang menganggap penyakit ini sebagai sesuatu yang memalukan dan cenderung menyembunyikan kenyataan ketika ada anggota keluarga yang terkena epilepsi. Kepercayaan yang salah yang masih dianut masyarakat ini bisa membuat penderita epilepsi tidak terdiagnosis dengan segera dan bisa menjadi lebih parah.

Oleh karena itu mitos tentang epilepsi yang beredar harus diluruskan. Berikut beberapa mitos yang salah tentang epilepsi.

1. Epilepsi disebabkan kesurupan atau kerasukan makhluk halus

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan www.ketteringhealth.org

Masih banyak masyarakat yang menganggap epilepsi adalah penyakit akibat gangguan roh halus atau kutukan. Oleh karena itu penderita epilepsi harus dibawa ke dukun atau orang pintar agar roh halusnya diusir sehingga bisa sembuh kembali.

Anggapan itu hanyalah mitos semata dan jangan kamu percaya. Faktanya, epilepsi adalah gangguan saraf atau neurologis. Untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan intensif oleh dokter saraf. Pengobatannya pun harus dilakukan dokter.

2. Epilepsi bisa menular

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan https://firstaidlearningforyoungpeople.redcross.org.uk

Masih ada orang yang percaya bahwa epilepsi bisa menular ketika penderitanya sedang kejang. Bahkan, ada juga yang percaya bahwa penularannya bisa melalui air liur penderita.

Ini salah total. Faktanya, epilepsi bukan penyakit yang menular. Berinteraksi dengan penderita epilepsi atau bahkan terkena air liurnya tidak akan membuat tertular. Jika mitos tersebut dibiarkan maka penderita epilepsi akan dikucilkan dari masyarakat dan sulit mendapat pertolongan ketika sedang kambuh.

3. Epilepsi adalah gangguan jiwa

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan www.hellodoctor.co.za

Walaupun epilepsi disebabkan oleh gangguan pada otak, bukan berarti epilepsi adalah gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Epilepsi adalah gangguan saraf di otak sehingga harus dirawat oleh dokter saraf.

4. Epilepsi tidak bisa diobati

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan www.epilepsyqueensland.com.au

Jika penderita epilepsi segera dibawa berobat ke dokter dan segera mendapat penanganan, maka bisa sembuh. Namun jika dibiarkan saja maka kerusakan otak bisa menjadi lebih parah sehingga pengobatan mungkin akan lebih lama.

Baca Juga: Waspada, 6 Penyakit Ini Juga Bisa Menyerang di Musim Hujan Lho

5. Penderita epilepsi tidak boleh menikah

Mitos-mitos Epilepsi, dari Kutukan Hingga Kerasukan www.hotfridaytalks.com/

Duh, kasihan sekali jika penderita epilepsi tidak boleh menikah. Padahal faktanya penderita epilepsi tetap boleh menikah dan bisa memiliki keturunan. Untuk penderita epilepsi wanita jika hamil jangan lupa untuk selalu memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Nah, mulai sekarang jangan lagi memandang negatif kepada penderita epilepsi ya. Jika ada kenalan atau keluarga yang masih percaya pada mitos-mitos di atas segera luruskan ya.

Baca Juga: 7 Penyebab Paling Umum Epilepsi, Jangan Sepelekan Kejang-kejang Ya!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Wiwit Widiastuti di IDN Times Community dengan judul 5 Mitos Seputar Epilepsi di Masyarakat yang Harus Diluruskan

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You