Comscore Tracker

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahaya

Kebiasaan yang bisa jadi biang kerok penyebab penyakit!

Apa yang kamu konsumsi berpengaruh terhadap kesehatan tubuhmu. Makanya, kamu harus memerhatikan pola, pilihan, serta kebiasaan makan.

Sering kali, kita punya kebiasaan makan yang buruk namun cenderung diabaikan. padahal itu bisa berdampak buruk terhadap tubuh jika dibiarkan terus menerus.

Dengan mengetahui mana kebiasaan yang bisa membahayakan kesehatan, kamu bisa segera menghentikannya agar hidupmu lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan makan tidak sehat yang perlu diwaspadai.

1. Melewatkan waktu makan

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayateenhealthcare.org

Normalnya, ada tiga waktu makan utama: sarapan, makan siang, dan makan malam. Tapi banyak orang yang melewatkan waktu tersebut, entah karena lupa atau memang sengaja agar berat badannya turun.

Survei Calorie Control Council di Amerika Serikat pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa sebanyak 17 persen responden mengaku melewatkan jam makan agar bisa kurus. Tapi faktanya, terbiasa melewatkan jam makan, terutama sarapan, justru meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat.

2. Makan larut malam

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayathelist.com

Kamu tentu pernah dengar mitos bahwa makan larut malam bisa bikin gemuk. Hal itu ada benarnya. Menurut penelitian di AS berjudul "Contribution of evening macronutrient intake to total caloric intake and body mass index", orang yang makan lewat dari jam 8 malam cenderung mengalami kenaikan berat badan, dibandingkan mereka yang sarapan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan makronutrien petang dan malam sebelum tidur tidak sama, terutama di antara mereka yang tidur larut malam. Makan di malam hari atau sebelum tidur dapat menambah berat badan melalui total asupan kalori yang lebih tinggi," papar penelitian yang dimuat dalam jurnal "Appetite" tahun 2013 tersebut.

Kondisi itu bukan dipengaruhi metabolisme tubuh yang lamban pada malam hari, melainkan karena mereka lebih banyak makan, terutama yang berlemak dan dengan kadar gula tinggi.  Saat kenyang, orang sulit tidur. Padahal tidur berkualitas salah satu kunci keberhasilan diet. Makanya, hindari makan saat larut malam.

Baca Juga: Diet Mono: Bikin Kurus dengan Sehat atau Nyiksa? 

3. Makan terlalu cepat

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayascienceabc.com

Perut butuh waktu 20 menit untuk memberitahu otak bahwa penyimpanan makanan sudah penuh. Karena itu, sebaiknya makan secara perlahan.

Penelitian di Inggris berjudul "The effect of mindful eating on subsequent intake of a high calorie snack" dalam jurnal Appetite tahun 2018 menyebut orang yang makan perlahan mengonsumsi 66 kalori lebih sedikit ketimbang orang yang makan terburu-buru.

Perhitungannya, jika kamu mengonsumsi makanan secara perlahan, kamu bisa menurunkan angka timbangan hampir 30 kg dalam setahun. Makan secara perlahan alias mindful membantumu cepat sadar kalau perut sudah kenyang, sehingga mencegah kamu makan berlebihan.

4. Makan di meja kerja

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayapxfuel.com

Apakah kamu sering menghemat waktu dengan makan di meja kerja saat dikejar deadline? Sebaiknya kamu tahu bahwa makan di meja kerja saat jam makan siang tidaklah disarankan.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013, menyarankan kamu makan di meja makan untuk mengalihkan perhatian. Dengan begitu, asupan kalori bisa diturunkan hingga 50 persen dari yang kamu targetkan.

Supaya mendapatkan suasana baru, ada baiknya keluar sejenak dari ruangan kerja untuk makan di kantin, restoran, taman, atau di mana saja yang memungkinkan. Selain tubuh jadi aktif bergerak, makan sambil menghirup udara segar juga lebih baik daripada memandangi tugas di layar komputer.

5. Menghukum diri dengan berolahraga sehabis makan

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayaheyspotmegirl.com

Pola pikir ini terdengar sehat, tapi nyatanya ibarat 'mengadu domba' tubuh dan pikiran. Berolahraga setelah makan sama saja menghukum diri sebab tidak bisa mengontrol nafsu makan. Menurut psikolog Amerika, dr. Lindsay Brancato, olahraga seharusnya bukan bentuk "hukuman".

"Ini adalah cara berpikir yang salah tentang makanan, olahraga, dan tubuh kita, dan ini mencerminkan beberapa mitos mengenai asupan nutrisi yang tidak sehat," papar dr. Lindsay seperti melansir CNET.

Olahraga yang didasari hukuman bukan hanya sia-sia, tapi juga mengganggu kesehatan dan menambah stres. Situasi itu kemudian terakumulasi dan menyebabkan gangguan lain di tubuh. Selalu ingat, olahraga bukan untuk menghukum diri, melainkan agar sehat!

6. Makan sampai sisa-sisa terakhir

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayaunsplash.com/Richard Bell

Memang tidak baik menyisakan makanan. Tapi kamu juga perlu mempelajari kebiasaan menghabiskan makanan yang benar. Kamu bisa belajar dari Jepang, di mana hanya 3,6 persen populasinya yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) mendekati obesitas.

Mengapa bisa begitu? Dalam budaya makan Jepang, terdapat istilah "hara hachi bun me" atau "makan sampai delapan bagian penuh". Delapan bagian ini berarti 80 persen perutmu terisi.

Jadi, apakah tak seharusnya kita melahap habis makanan di piring makan? Bukan begitu. Akan lebih baik jika kamu tahu batas dan tidak memaksakan diri untuk menghabiskan makanan, atau bahkan minta tambah, bila perut sudah kenyang.

7. Menyingkirkan satu kelompok makanan tanpa alasan yang jelas

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayamedicalnewstoday.com

Wajar jika kamu menyingkirkan makanan karena alergi atau kondisi bawaan. Tapi kalau kamu menghindari makanan tertentu karena sebuah bujukan di media sosial, itu hanya akan membahayakan dirimu sendiri.

Idealnya, tubuh butuh asupan gizi seimbang setiap hari. Jika kamu menyingkirkan sekelompok makanan, kecukupan nutrisi harianmu bisa terganggu. Akibatnya, kamu terancam mengalami kekurangan atau defisiensi nutrisi yang berdampak pada metabolisme, hingga membuatmu lebih sulit kurus di kemudian hari.

8. Makan banyak karena stres

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayamindfulness.nz

Kamu baru dimarahi bos atau baru putus dengan pacar lalu makan untuk menghilangkan stres? Sebenarnya, hal tersebut sah saja. Namun, jika kamu tidak mengontrol diri, di situlah bahayanya!

Menurut penelitian di AS berjudul "Overweight and Obesity Are Associated with Emotion" dalam Journal of the American Dietetic Association tahun 2008, orang-orang yang terbawa perasaan lalu makan banyak memiliki risiko 13 kali lebih tinggi untuk mengalami obesitas.

Sebagai saran, cobalah bentuk respons agar kamu tidak menghubungkan stres dengan makanan. Sebagai contoh, saat sedang stres, cobalah untuk joging, kunyah permen karet, minum segelas air, atau melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan makan. Dengan cara ini, kamu tidak akan menumpuk kalori yang tidak perlu.

9. Minum minuman manis sebagai pengganti makan

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayahellodoktor.com

Tubuh dan otak memiliki cara berbeda untuk mencerna makanan cair. Namun, jika kamu anggap minuman manis seperti minuman bersoda atau minuman kemasan lainnya bisa memuaskanmu, kamu salah besar! Kenapa?

Kaya akan gula, minuman manis tidak memiliki lemak sehat dan serat yang membuatmu kenyang lebih lama. Hasilnya, kamu malah lebih cepat lapar dan menimbun lebih banyak kalori.

Menurut sebuah penelitian di Belanda dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2016, dibandingkan makanan padat, partisipan yang memilih minuman manis malah kebablasan minum lebih banyak sampai merasa puas. Alhasil, kalori yang masuk lebih banyak.

Para peneliti berhipotesis kalau "kepuasan" tersebut relatif dari kegiatan menelan. Penelitian tersebut juga menambahkan kalau menelan minuman yang berserat jauh lebih berguna dibandingkan minuman manis biasa. Daripada minum soda atau jus karton, cobalah minum smoothie yang lebih mengenyangkan sekaligus sehat.

10. Terus mencoba program diet baru

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya BerbahayaUnsplash/Bill Oxford

Terus melompat dari satu program diet ke program diet lain bukanlah kebiasaan yang baik. Itu juga menandakan kamu tidak percaya diri dengan citra dirimu. Ahli gizi asal AS, Alexandra Turnbull, menyayangkan mereka yang terus mengikuti program diet yang mengikat tanpa hasil yang jelas.

"Tidak perlu mencari jauh-jauh untuk menemukan penelitian yang membuktikan bahwa diet tidak berhasil. Sering kali, diet menjanjikan harapan palsu, terlalu membatasi dan membuatmu tidak kenyang dan, yang paling memprihatinkan, kurang gizi," papar Turnbull.

Sering kali, diet memang melarangmu memakan makanan yang sebenarnya penting untuk kesehatanmu. Tak banyak orang yang malah tidak tahan dan jatuh kembali ke kebiasaan makan tak sehat, sehingga mereka merasa bersalah.

11. Makan saat kamu tidak lapar

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayasrpskacafe.com

Kamu tidak lapar, tetapi merasa sayang dengan makanan yang ada di meja? Mungkin kamu berpikir, "mubazir kalau dibuang"? Jangan begitu! Kenapa? Kamu belum tentu lapar.

Cobalah untuk minum segelas air dan tunggu selama 10 detik. Jika kamu tetap merasa lapar, baru lanjutkan makan. Tanyalah kepada dirimu sendiri,

"Apakah saya benar-benar lapar?"

Menurut sebuah penelitian di AS berjudul "Relationships between human thirst, hunger, drinking, and feeding" dalam jurnal Physiology & Behavior tahun 2008, sebanyak 60 persen partisipan studi kedapatan salah memuaskan rasa haus dengan makanan, bukan minuman. Inilah salah satu alasan mengapa kamu terus merasa lapar, padahal bisa saja itu cuma haus.

12. Menambahkan banyak gula pada minuman

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayaeatthis.com

Kamu sering menambahkan gula pada minuman? Hati-hati, tambahan gula tersebut bisa mendongkrak kadar gula darah, membuatmu cepat lapar hingga makan berlebihan.

Menurut sebuah penelitian di AS berjudul "Consumption of coffee and tea with add-ins in relation to daily energy, sugar, and fat intake in US adults, 2001–2012" dalam jurnal Public Health tahun 2016, sebanyak 70 persen responden meminum kopi dengan embel-embel tambahan seperti krimer dan gula. Masalahnya, 16 persen dari persentase tersebut memenuhi asupan hariannya lewat kandungan dalam kopi tersebut! Hal tersebut berarti lebih dari 70 kalori per hari.

13. Makan sambil menonton TV atau mendengarkan musik

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayagrandforksherald.com

Makan sambil melakukan aktivitas lain, terutama menonton TV atau mendengarkan musik lewat headphone, dapat membuat perhatianmu teralihkan. Alhasil, kamu makan lebih banyak tanpa sadar! Menurut penelitian di AS yang berjudul "The crunch effect: Food sound salience as a consumption monitoring cue" dalam jurnal Food Quality and Preference tahun 2016, mereka yang makan sambil mendengarkan musik lewat headphone cenderung makan terlalu banyak.

Sementara itu, berdasarkan penelitian di AS dengan judul "Effects of television viewing reduction on energy intake and expenditure in overweight and obese adults" dalam jurnal JAMA Internal Medicine tahun 2009, peserta penelitian yang kelebihan berat badan diminta mengurangi waktu nonton TV sambil makan hingga 50 persen. Hasilnya? Rata-rata, 119 kalori terbakar dalam sehari atau 5 kg dalam satu tahun!

Kerap Diabaikan, 13 Kebiasaan Makan Ini Sebenarnya Berbahayashutterstock.com/Kamila_P

Kebiasaan-kebiasaan makan di atas sepintas terlihat biasa-biasa saja. Padahal, menjaga kebiasaan makan agar tetap terkendali adalah hal yang penting dalam menjaga kesehatan, baik secara jasmani maupun rohani. Kebiasaan makan yang tak sehat akan menciptakan rasa bersalah dan stres yang lama-lama berdampak buruk pada tubuh.

Dari 13 kebiasaan makan di atas, mana yang sering kamu lakukan? Yuk, lakukan perubahan mulai sekarang demi kesehatan yang lebih baik!

Baca Juga: 7 Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat Berdasarkan Sains, Mudah!

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya