Comscore Tracker

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitas

Banyak orang yang tertipu dengan tampilan menggiurkan

Apakah kamu termasuk orang yang doyan ngemil keripik kentang? Mungkin kamu sering tak sadar memakan satu kemasan dalam sekejap, dan tak sadar merasa ingin membuka kemasan lainnya.

Peneliti obesitas asal Jerman, Achim Peters, mengingatkan makanan kemasan biasanya mengandung bahan-bahan kimia, dari pengawet sampai pestisida. Zat kimia memengaruhi otak dan mengirimkan sinyal palsu supaya kamu terus merasa lapar. Akibatnya, kamu terpacu mengonsumsi lebih banyak kalori dan akhirnya mengalami obesitas.

"Mereka yang mengonsumsi makanan alami - tanpa bahan kimia - melindungi otak mereka dari sinyal-sinyal palsu ini, sehingga otak dapat mengatur energi lebih baik. Dengan kata lain, otak manusialah yang menentukan apakah seseorang akan tetap langsing atau malah gemuk," papar Peters.

Kalau kamu ingin sehat dan perutmu tetap langsing, ada beberapa zat pada makanan dan minuman yang harus kamu hindari. Ini daftarnya.

1. Disodium guanilat

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitasaminoapps.com

Zat ini biasanya ditemukan pada makanan seperti keripik kentang dan snack kemasan lain. Diproduksi dari campuran rumput laut dan ikan kering. Saat bercampur garam, diantrium guanilat bisa mengirimkan sinyal ke otak untuk menghasilkan reaksi adiktif.

Secara sederhana, efeknya adalah kamu ingin terus mengonsumsi camilan asin. Kamu baru sadar jika timbangan berat badanmu sudah terlampau naik.

Menurut ahli gizi asal Amerika Serikat, Monica Reinagel, makanan tinggi garam memicu kita lebih banyak mengonsumsi kalori, yang berdampak pada kenaikan berat badan.

"Jika dietmu mengandung banyak camilan, keripik, roti, gorengan, dan makanan cepat saji, bukan hanya garam, melainkan kamu juga lebih banyak mengonsumsi kalori. Itulah hubungan antara garam dan kenaikan berat badan," jelas Reinagel.

Bagi penderita asma dan asam urat, kandungan ini juga harus dihindari. Sebab kandungannya bisa diubah menjadi purina lewat metabolisme tubuh. Tentu kamu tidak ingin mengalami obesitas sekaligus asam urat, kan?

2. Aspartam

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitasgiphy.com

Cek lagi minuman manis yang biasa kamu konsumsi dan sebaiknya hindari produk dengan kandungan aspartam. Ini adalah pengganti gula yang lebih manis dengan jumlah kalori yang hampir setara. Biasanya terdapat pada produk yogurt dan minuman manis lainnya.

Pengawas obat dan makanan di seluruh dunia memang teah menguji aspartam, dan menyatakannya aman untuk dikonsumsi. Tetapi, karena digunakan dalam minuman atau makanan manis memiliki jumlah yang jauh lebih kecil daripada gula alami, aspartam tidak menawarkan asupan kalori yang cukup untuk tubuh.

Akibatnya, tubuh merasakan nafsu makan berlebih. Saat aspartam tidak memberi asupan kalori untuk memblokir perasaan lapar, otak pun mengirimkan sinyal palsu bahwa tubuh kekurangan nutrisi. Dan kita pun akan makan lebih banyak.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan

3. Monosodium glutamat (MSG)

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitaspinterest

"Kebanyakan makan micin, sih!"

Pernah diledek begitu? Ledekan ini ditujukan untuk mereka yang "lamban" dalam berpikir. Kemudian, hal itu diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), salah satu garam turunan dari asam glutamat.

Masa kini, MSG dapat ditemukan hampir di semua jenis makanan, dari padat hingga cair, dan dari makanan utama (daging burger, sosis, atau mi instan), camilan (keripik kentang), hingga bumbu penyedap seperti saos dan kecap.

Ditemukan oleh Kikunae Ikeda (pendiri Ajinomoto) pada 1908, MSG dianggap memberikan rasa lezat nan gurih, atau umami. Hingga saat ini, beberapa perusahaan bumbu pun menggunakan MSG dari Ajinomoto untuk produknya.

Beberapa waktu yang lalu, dunia sempat digemparkan saat beberapa orang mengaku menderita pusing setelah mengonsumsi MSG. Namun, setelah dilakukan blind test, ternyata hanya histeria belaka.

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitasthe-sun.com

Akan tetapi, pengaruh MSG terhadap timbangan bisa dibuktikan!

Dilansir dari Reuters Health, seorang ahli gizi di University of North Carolina, Chapel Hill, Ka He, mengatakan bahwa meskipun risiko kenaikan berat badan yang disebabkan oleh MSG bersifat ringan, implikasinya pada kesehatan masyarakat sangat besar. Kenapa?

"Karena semua orang memakannya," kata He.

Kenapa MSG dapat menaikkan berat badan? Konsumsi MSG amat sarat di Tiongkok dan AS, namun, perbandingan indeks massa tubuh rakyat kedua negara terpapar begitu jauh. He mengingatkan bahwa rakyat Tiongkok jauh lebih aktif daripada AS, oleh karena itu, tidak terlihat efeknya.

Dalam penelitiannya, He dan tim meneliti 10.095 warga Tiongkok selama 5,5 tahun. Pada bagian kesimpulan, He mengatakan bahwa mereka yang mengonsumsi MSG rata-rata 5 gram per hari terancam risiko obesitas hingga 33 persen, dibandingkan mereka yang paling sedikit mengonsumsi MSG kurang dari setengah gram per hari.

He membuat hipotesis bahwa MSG mengganggu kinerja hormon leptin yang mengatur metabolisme dan nafsu makan tubuh manusia. Terlalu banyak konsumsi MSG menyebabkan resistansi leptin, sehingga penderita lebih rentan terkena obesitas.

Resistansi leptin menyusahkan tubuh untuk memproses energi yang didapat dari makanan yang dicerna. Alhasil, seberapa banyak kalori yang dicerna, rasanya tetap lapar.

4. Fruktosa

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitaspixabay.com/Saramukitza

Kemudian, bahan pada makanan dan minuman yang perlu diwaspadai lainnya adalah fruktosa. Pada dasarnya, fruktosa adalah salah satu dari tiga gula utama, yaitu glukosa dan galaktosa. Akan tetapi, terlalu banyak fruktosa malah akan membuatmu gemuk.

Sekadar meluruskan, fruktosa di sini adalah yang 50 persen ada dalam gula bubuk atau sukrosa. Meskipun ada juga di dalam buah, fruktosa buah tidak berbahaya untuk kesehatan, kecuali jika dikonsumsi terlalu banyak.

"Intinya, terlalu banyak juga tidak baik!"

Selain gula biasa, fruktosa juga terdapat di sirop jagung tinggi fruktosa dan sirop agave. Jika kamu melihat di kemasan ada nama tersebut, jangan beli, karena memiliki kadar fruktosa yang tinggi!

Kembali lagi ke fruktosa, dilansir dari Healthline, tubuh manusia memproses glukosa dan fruktosa secara berbeda. Kalau seluruh sel manusia dapat menggunakan glukosa, hati manusia hanya dapat memproses fruktosa dalam jumlah tertentu. Jika terlalu banyak, maka hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

"Kalau begitu, salah hati dong?"

Bukan. Salah mereka yang makan fruktosa terlalu banyak. Selain membebani hati, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa fruktosa berlebihan dapat menyebabkan:

  • Resistensi leptin (sama seperti MSG) yang mengakibatkan obesitas;
  • Resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2;
  • Asam urat dan pirai;
  • Kelebihan makan karena tidak menekan nafsu makan seperti glukosa;
  • Perlemakan hati;
  • Penyakit jantung karena meningkatkan kadar kolesterol VLDL, menyebabkan akumulasi lemak.

5. Natrium siklamat

Cek Lagi, Ini 5 Kandungan Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Obesitastenor.com

Kandungan berbahaya pada makanan dan minuman terakhir di daftar ini adalah sodium siklamat. Terdengar asing? Kamu biasa akan menemukan natrium siklamat sebagai pemanis buatan pada selai untuk roti, diet soda, hingga agar-agar.

Hingga saat ini, terdapat 130 negara dunia, termasuk Indonesia, yang mengizinkan pemakaian natrium siklamat pada produknya.

Pada 1969 hingga saat ini, Amerika Serikat melarang penggunaan natrium siklamat pada produk-produk makanan dan minuman setelah sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi kombinasi natrium siklamat dan sakarin dalam jangka panjang (setara 550 kaleng soda per hari) dapat menyebabkan kanker kandung kemih pada tikus.

Selain kanker kantung kemih, konsumsi natrium siklamat berlebih menyebabkan tekanan darah naik dan pengecilan testis pada tikus. Meskipun seluruh penelitian ini berbasis pada tikus, efeknya dikatakan mendekati dengan apa yang akan dialami manusia.

Situs Women's Weekly menuliskan bahwa konsumsi natrium siklamat berlebih dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak insulin sehingga menjadi lemak yang membuat gemuk. Lalu, seseorang yang terlalu sering mengonsumsi natrium siklamat dapat menjadi tidak suka dengan makanan/minuman yang tidak manis.

Itulah lima kandungan berbahaya dalam makanan dan minuman yang perlu kamu hindari agar tidak gemuk. Mengutip kata Achim Peters, mengonsumsi makanan alami tanpa embel-embel tambahan adalah yang paling baik untuk tubuh dan berat badan. Yuk, konsumsi makanan sehat demi kesehatanmu!

Baca Juga: 8 Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami dan Ampuh, Asal Rutin!

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya